Nikmati Sepenuhnya Alam dan Budaya Yufuin (Yunohira)
Terletak hampir di tengah Prefektur Oita, area Yufuin (Yunohira) kaya akan alam dan budaya yang halus. Ini bukan sekadar kawasan onsen, tetapi juga rumah bagi pemandangan panorama Gunung Yufu yang megah, danau yang fantastis diselimuti kabut pagi, serta jalan-jalan kota yang penuh emosi, menjadikannya destinasi wisata yang begitu memikat hati para pelancong.
Dengan sengaja tidak membangun distrik hiburan atau hotel-hotel raksasa, Yufuin telah mengembangkan kotanya yang selaras dengan alam, mengambil model dari resor-resor di Eropa. Oleh karena itu, di sini mengalir ‘waktu yang nyata untuk relaksasi sejati dari hati’. Kali ini, kami akan fokus pada tempat-tempat utama di Yufuin yang wajib dikunjungi, dan memperkenalkan ‘cara menjelajah lokal yang sebenarnya’ serta daya tarik mendalam yang tidak ada dalam panduan buku teks.
Gunung Yufu
📍 Alamat: Gunung Yufu, Kawakami, Yufuin-cho, Yufu-shi, Prefektur Oita 879-5102, Jepang
Gunung Yufu, yang juga disebut ‘Bungo Fuji’ dan memiliki dua puncak kembar (puncak kembar), adalah simbol Yufuin dengan penampilannya yang elegan. Gunung setinggi 1.583m ini telah dipuja sebagai gunung dewa sejak zaman kuno, bahkan muncul dalam antologi puisi Manyoshu. Lereng gunungnya jarang ditumbuhi pepohonan dan ditutupi oleh padang rumput yang indah, ini karena pembakaran ladang secara teratur dilakukan untuk menjaga pemandangan. Dari akhir Mei hingga awal Juni, ‘Miyama Kirishima’ bermekaran dengan indahnya, mewarnai lereng gunung dan memikat banyak pendaki serta fotografer.
Rute pendakian paling populer untuk Gunung Yufu adalah jalur dari ‘Pintu Masuk Utama Pendakian’ yang mudah diakses dengan bus atau mobil. Bagian awal memiliki banyak tempat teduh dan menanjak landai berliku, sehingga pendaki dari berbagai usia, termasuk mereka yang berusia 40-an ke atas dan lansia, dapat berjalan dengan kecepatan masing-masing. Namun, saat mendekati ‘Matae’, titik percabangan kawah, jalur akan berubah menjadi berbatu dan kemiringan akan meningkat drastis. Karena tidak ada lagi yang menghalangi sinar matahari, hidrasi yang teratur sangat penting, terutama saat cuaca panas. Tidak ada mesin penjual otomatis atau sumber air di pintu masuk pendakian, jadi persiapan sebelumnya akan sangat menentukan.
Setelah tiba di Matae, rute terbagi menjadi ‘Puncak Timur’ dan ‘Puncak Barat’. Poin penting yang perlu diketahui di sini adalah tingkat kesulitan keduanya sangat berbeda secara dramatis. Puncak Timur memiliki sedikit area berbahaya dan dapat dicapai dalam waktu sekitar 15 menit untuk menikmati pemandangan puncak yang menakjubkan, sehingga pemula pun dapat mencoba dengan percaya diri. Di sisi lain, Puncak Barat adalah jalur mendebarkan yang melibatkan pendakian tebing curam dengan bantuan rantai. Ini sangat sulit sehingga sering terdengar orang berkata, ‘Saya sempat ragu untuk kembali di tengah jalan’, jadi prioritas utama adalah memastikan pijakan yang aman, dan rantai harus digunakan hanya sebagai penopang, dibutuhkan keberanian untuk melangkah maju dengan hati-hati. Jika merasa tidak yakin, bijaksana untuk memilih Puncak Timur tanpa ragu.
Selain itu, saat turun gunung atau jika memiliki sedikit waktu luang, sangat direkomendasikan untuk mampir ke ‘Imorimigajo’ yang menjulang dekat pintu masuk pendakian. Meskipun Anda perlu turun ke lembah terlebih dahulu lalu mendaki lagi, tempat ini dapat dijangkau dalam 30-40 menit dari pintu masuk pendakian, dan secara pribadi, Anda dapat menikmati pemandangan menakjubkan yang tidak kalah dengan puncak utama Gunung Yufu. Pemandangan indah padang rumput yang bergoyang tertiup angin dan pemandangan kota onsen dari atas adalah hadiah terbaik setelah mendaki.
Kawakami, Kota Yufuin
📍 Alamat: Kawakami, Yufuin-cho, Yufu-shi, Prefektur Oita 879-5102, Jepang
Area ‘Kawakami, Kota Yufuin’ yang merupakan pusat Yufuin, adalah pusat kebudayaan dan kuliner yang paling banyak dikunjungi wisatawan. Destinasi wisata ikonik di area ini adalah ‘Danau Kinrinko’ yang tersembunyi di bagian belakang kota. Dulunya dikenal dengan dialek Oita sebagai ‘Gakunokann Ike’ (danau di bawah Gunung Yufu), namun pada zaman Meiji, seorang sarjana Konfusianisme bernama Mori Kuso menamainya ‘Kinrinko’ setelah melihat sisik ikan berkilauan di bawah sinar matahari sore, sebuah sejarah yang elegan.
Ciri khas terbesar Danau Kinrinko adalah mata air tawar dan air panas yang sama-sama menyembur dari dasar danau. Oleh karena itu, suhu air tetap tinggi sepanjang tahun, dan pada pagi hari yang dingin di musim gugur hingga musim dingin, pemandangan fantastis ‘kabut pagi’ yang putih tebal muncul dari permukaan danau. Pada siang hari, danau ini ramai dengan banyak wisatawan, termasuk turis internasional, dan area di sekitar kafe serta toko di tepi danau diselimuti nuansa resor yang mewah seperti Karuizawa lama, namun jika Anda ingin merasakan suasana tenang lokal, ‘jalan-jalan pagi’ adalah pilihan terbaik. Menatap ikan dan burung air berenang di air danau yang hangat di tepi danau yang masih sepi akan menjadi pengalaman yang menenangkan jiwa.
Selain itu, jalan utama ‘Yunotsubo Kaido’ yang menuju Danau Kinrinko adalah surga bagi pecinta kuliner dan belanja. Berbagai toko berjejer, menjual kudapan manis yang menggunakan bahan-bahan dari Yufuin, Tori-ten (ayam tempura) khas Oita, dan toko kerajinan tangan yang trendi, semuanya penuh dengan semangat. Area ini memiliki jalanan sempit, dan sangat padat dengan mobil yang mencari parkir serta pejalan kaki, terutama pada hari libur, sehingga disarankan untuk mencapai tempat wisata dengan berjalan kaki atau menyewa sepeda. Sambil mendengarkan suara derap kaki kuda dari kereta kuda wisata yang berlalu lalang di kota, menjelajahi gang-gang belakang yang penuh pesona juga merupakan salah satu kenikmatan unik Yufuin.
Onsen Yufuin
📍 Alamat: Onsen Yufuin, Yufu-shi, Prefektur Oita, Jepang
‘Onsen Yufuin’ yang menyembuhkan kelelahan perjalanan, adalah onsen terkenal yang membanggakan skala luar biasa, dengan volume semburan sekitar 38.600 liter per menit dan sekitar 850 sumber mata air, keduanya menduduki peringkat kedua secara nasional. Ini benar-benar daerah onsen yang diberkati oleh alam besar, di mana air hujan yang jatuh di pegunungan yang mengelilingi cekungan meresap jauh ke dalam tanah, dihangatkan oleh panas bumi vulkanik, lalu menyembur keluar.
Daya tarik Onsen Yufuin yang paling utama adalah ‘cara kota ini terbentuk’. Ketika banyak daerah onsen lainnya berubah menjadi hotel-hotel raksasa dan distrik hiburan yang bercahaya neon selama periode pertumbuhan ekonomi tinggi Showa, masyarakat Yufuin teguh mempertahankan ‘keinginan kuat untuk melindungi lingkungan yang tenang dan pemandangan alam’. Sebagai hasilnya, hingga saat ini, tidak ada fasilitas akomodasi besar dengan lebih dari 100 kamar, melainkan didominasi oleh ryokan (penginapan tradisional Jepang) berukuran kecil hingga menengah yang tersembunyi di antara pepohonan, atau penginapan bergaya ‘tempat persembunyian’. Filosofi inilah yang menjadi alasan mengapa Yufuin terus mendapatkan dukungan besar dari wanita, pasangan, dan wisatawan yang mencari keaslian.
Jenis airnya didominasi oleh ‘onsen sederhana (alkali/alkali lemah)’ yang tidak berwarna, jernih, dan tidak berbau. Kaya akan metasilikat, onsen ini dikenal sebagai ‘pemandian air panas untuk kulit cantik’ yang membuat kulit terasa lembap dan halus setelah berendam. Karena minim iritasi, onsen ini ramah untuk semua usia, mulai dari anak kecil hingga lansia, bahkan untuk kulit sensitif yang lelah setelah mendaki.
Kenikmatan utama Onsen Yufuin tentu saja adalah mandi di pemandian terbuka (rotenburo) sambil menikmati pemandangan megah Gunung Yufu. Kemewahan memandangi lereng gunung yang berubah warna setiap musim, serta kabut pagi yang menyelimuti seluruh cekungan dari musim gugur hingga musim dingin, dari dalam bak mandi adalah momen kebahagiaan tak terkira yang hanya bisa dinikmati oleh mereka yang mengunjungi tempat ini.
Tips Menjelajahi Yufuin untuk Menikmati Wisata 120%
Area Yufuin menampilkan ekspresi yang sangat berbeda tergantung pada waktu. Perangkap yang mudah di alami wisatawan adalah pola ‘tiba sekitar tengah hari, hanya melihat Jalan Yunotsubo dan Danau Kinrinko di tengah keramaian, lalu pulang’. Dengan cara ini, Anda tidak akan bisa merasakan bahkan setengah dari pesona sejati Yufuin.
Cara yang direkomendasikan untuk menjelajah adalah dengan menginap semalam di area Yufuin dan memanfaatkan sepenuhnya ‘waktu emas pagi’ keesokan harinya. Bangun pukul 6-7 pagi untuk menikmati kabut pagi Danau Kinrinko, lalu pindah ke Pintu Masuk Utama Pendakian Gunung Yufu pada waktu yang sejuk untuk menikmati pendakian singkat ke Imorimigajo (atau mendaki ke Puncak Timur). Setelah turun gunung, mandi di onsen Yufuin sebelum tengah hari untuk menyegarkan diri, dan saat keramaian mencapai puncaknya, bersantai di lounge penginapan yang tenang. Jadwal seperti ini sangat ideal.
Selain itu, perlu diperhatikan juga saat makan. Restoran dan kafe populer pasti akan antre panjang saat jam makan siang, jadi pilihan bijak adalah masuk tepat saat mereka buka pukul 11 siang, atau menargetkan setelah pukul 14:00 dengan sedikit menggeser waktu. Jika Anda ingin menikmati bahan makanan khas lokal (seperti Daging Sapi Bungo atau ayam lokal) dengan santai, sangat disarankan untuk melakukan riset atau reservasi terlebih dahulu. Dengan memadukan jelajah kota, penjelajahan alam, dan onsen terbaik, Anda pasti akan menciptakan pengalaman menginap di Yufuin yang istimewa.
