Jelajahi Furano Hingga Tuntas! Panduan Nyata dari Destinasi Populer hingga Tersembunyi
Furano, yang juga dikenal sebagai ‘pusatnya Hokkaido’, terkenal dengan lavender di musim panas dan salju bubuk di musim dingin. Namun, pesonanya tak hanya itu. Dari alam megah di area Rokugou (tempat syuting drama nasional ‘Kita no Kunikara’) hingga toko kerajinan di tengah hutan yang tenang, serta danau tersembunyi dengan kejernihan luar biasa, banyak sekali tempat wisata menarik yang akan memikat hati setiap pengunjung.
Dalam artikel ini, kami akan memperkenalkan pilihan tempat wajib kunjung di Furano. Bukan hanya sekadar deskripsi fasilitas, kami juga akan mengulas secara mendalam waktu terbaik untuk berkunjung, tips penting seperti alas kaki dan pencegahan serangga, serta daya tarik nyata yang akan membuat generasi muda yang tidak tahu ‘Kita no Kunikara’ pun menikmati 120% pengalaman ini.
Ningle Terrace
📍 Alamat: Nakagoryo, Furano, Hokkaido 076-8511, Jepang
‘Ningle Terrace’, yang terletak di dalam area New Furano Prince Hotel, adalah area perbelanjaan yang berkonsep hutan tempat tinggal ‘Ningle’ (makhluk bijak hutan) yang muncul dalam buku karya penulis skenario Sou Kuramoto. Sekitar 15 rumah log kecil tersebar di antara pepohonan, dan setiap toko menjual karya kerajinan tangan yang hangat berbahan dasar alam seperti kayu, kulit, dan kertas.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah ‘saat senja hingga malam’. Terutama di musim dingin, pemandangan rumah log yang diterangi cahaya oranye lembut di tengah salju menciptakan suasana emosional bak berada di dunia dongeng. Rute paling populer dan terbaik adalah mampir sekalian dalam perjalanan kembali ke hotel setelah menikmati ski atau snowboarding.
Satu hal yang perlu diperhatikan adalah harga kerajinan tangan yang dijual cenderung sedikit lebih tinggi karena dibuat oleh pengrajin. Oleh karena itu, ada yang merasa ‘bisa selesai melihat-lihat dalam 30 menit’, ada pula yang dengan cermat memilih barang unik seumur hidup; cara menikmatinya berbeda-beda bagi setiap orang. Selain itu, ada ulasan dari wisatawan asing yang bingung karena harga pada label (perbedaan antara harga belum termasuk pajak dan sudah termasuk pajak) tidak sesuai dengan harga di kasir, jadi disarankan untuk memastikan kembali harga saat membeli. Di musim salju, permukaan sangat licin, jadi pastikan mengenakan sepatu bot anti-selip yang nyaman untuk berjalan.
Hutan Rokugou
📍 Alamat: 1-1 Higashirokugou, Furano, Hokkaido 076-0162, Jepang
Berkendara sekitar 30 menit dari pusat kota Furano, ‘Hutan Rokugou’ adalah lokasi awal drama ‘Kita no Kunikara’, dan merupakan tempat penyembuhan istimewa yang menenangkan hati, tidak hanya bagi penggemar tetapi juga bagi pelancong yang belum pernah menonton drama tersebut. Di dalam hutan, ‘Gubuk Kayu’ dan ‘Rumah Kincir Angin (rumah ketiga)’ yang dibangun oleh Goro Kuroita telah dipindahkan dan dilestarikan, dengan tulisan ‘Meskipun cahaya kecil, selalu hangat’ yang terukir di pintu masuk Gubuk Kayu menyambut para pengunjung.
Daya tarik terbesar tempat ini adalah minimnya komersialisasi berlebihan, serta terpeliharanya alam yang tak tersentuh dan ketenangan. Karena tidak ada ‘nuansa bisnis’ seperti kios penjualan, Anda dapat murni tenggelam dalam merasakan udara hutan. Terutama jika berkunjung di pagi hari setelah Golden Week hingga awal musim panas atau saat musim sepi, tempat ini terasa seperti milik pribadi. Suara kicauan burung yang luar biasa terdengar di sekitar, memberikan pengalaman mandi hutan yang mendalam, seolah berjalan di Kamikochi, Shinshu.
Tersedia juga cerita di balik layar bahwa rumah yang digunakan untuk adegan kebakaran dalam syuting sebenarnya adalah set yang berbeda, serta berbagai pameran yang mengingatkan akan adegan-adegan dalam drama. Luangkan waktu Anda untuk berjalan-jalan dan merasakan pemandangan asli Jepang yang dicintai lintas generasi, serta napas kehidupan orang-orang yang bertahan di alam keras Hokkaido.
Dek Observasi Rokugou
📍 Alamat: 3 Higashirokugou, Furano, Hokkaido 076-0162, Jepang
Berlokasi tidak jauh dari ‘Furano Jam Garden’, ‘Dek Observasi Rokugou’ terletak di dataran tinggi setinggi 500m, menawarkan pemandangan indah pedesaan Furano yang megah, yang juga terpilih sebagai salah satu dari 100 Pemandangan Pedesaan Jepang. Berbeda dengan dek observasi dari gedung tinggi, di sini Anda bisa merasakan panorama ‘ini dia Hokkaido’ yang terbentuk dari hamparan tanah luas sejauh mata memandang, serta pegunungan seperti Gunung Tokachi dan Gunung Yubari.
Di dalam area terdapat ladang bunga yang disebut ‘Aya no Hiroba’ (Lapang Warna-warni), di mana bunga-bunga cerah seperti lavender, poppy, dan bunga matahari bermekaran di musim panas. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat senja. Pemandangan Gunung Tokachi dan pemukiman Rokugou yang diterangi matahari senja sangat indah hingga membuat Anda terdiam. Masuk gratis, namun jalan menuju dek observasi akan berubah menjadi jalan kerikil (belum beraspal) di tengah, jadi para wisatawan yang sedang tur dengan sepeda motor harus sangat berhati-hati agar tidak terjatuh.
Lokasi ini sangat cocok untuk singgah setelah menikmati hidangan manis dan produk khas populer di kebun selai. Pastikan Anda menyaksikan kekuatan alam dan pemandangan pedesaan yang sederhana, berbeda dari tempat wisata mewah.
Rumah Batu Goro
📍 Alamat: Higashirokugou, Furano, Hokkaido 076-0162, Jepang
‘Rumah Batu Goro’, yang dibangun oleh Goro Kuroita dari tumpukan batu yang diambil dari ladang dalam drama ‘Kita no Kunikara’. Rumah dengan atap merah dan kincir angin yang mengesankan ini merupakan tempat yang sangat memuaskan, bahkan bagi generasi muda yang tidak mengetahui drama tersebut, karena mereka dapat membayangkan secara realistis ‘kehidupan pionir Hokkaido di masa lalu’.
Di area yang luas ini, ‘Rumah Pertama’ tempat keluarga tersebut pertama kali tinggal setelah pindah dari Tokyo juga telah direkonstruksi. Saat Anda melangkah masuk, Anda akan melihat dinding yang penuh celah dan furnitur kayu asli yang masih tersisa, sangat terasa betapa beratnya para aktor dan staf melewati musim dingin yang ekstrem di rumah ini, serta ketangguhan hidup masyarakat kala itu. Selain itu, ‘Mandi Batu’ khusus buatan Goro di dalam rumah batu juga merupakan poin yang tak boleh dilewatkan.
Sebagai catatan penting saat berkunjung, jalur hutan sepanjang sekitar 200m dari tempat parkir menuju Rumah Batu dapat menjadi sangat berlumpur setelah hujan. Jika Anda membawa anak kecil, Anda perlu berjalan hati-hati agar tidak terjatuh, dan orang dewasa juga disarankan untuk mengenakan ‘sepatu kets yang nyaman untuk berjalan dan tidak masalah jika kotor’.
Taman Torinuma
📍 Alamat: 1 Higashitorinuma, Furano, Hokkaido 076-0041, Jepang
‘Taman Torinuma’, yang terletak sedikit jauh dari pusat kota Furano, adalah spot foto tersembunyi yang belum banyak diketahui orang. Daya tarik terbesar taman ini, yang namanya berasal dari bahasa Ainu yang berarti ‘rawa tempat burung berada’, adalah kejernihan airnya yang luar biasa, terpelihara berkat air tanah yang terus mengalir dari dasar kolam. Pada hari tanpa angin, ‘pantulan’ pepohonan lebat di sekitarnya yang terpantul indah di permukaan air seringkali membuat para wisatawan memujinya sebagai ‘kolam putih, kolam hijau’, menyamakannya dengan ‘Kolam Biru’ di Biei.
Dari awal musim panas hingga musim panas, Anda bisa naik perahu secara gratis, dan di musim gugur, dedaunan musim gugur yang menakjubkan akan menghiasi permukaan air. Namun, karena alamnya yang kaya, di musim panas banyak serangga seperti nyamuk, sehingga ‘semprotan anti-nyamuk’ wajib dibawa. Selain itu, jika Anda mengakses dengan bus umum, frekuensinya sangat jarang dan tidak ada tempat menunggu di dalam ruangan, jadi disarankan untuk menghitung waktu bus kembali dengan cermat sebelumnya atau menggunakan taksi.
Lebih lanjut, jika Anda mengunjungi Taman Torinuma, rute lokal terbaik adalah melengkapinya dengan makan siang di restoran hamburger populer ‘Furano Burger’ yang terletak sangat dekat. Setelah merasa tenang oleh pemandangan air mata air yang indah, waktu menikmati burger lezat yang menggunakan bahan-bahan lokal Hokkaido pasti akan menjadi kenangan tak terlupakan dari perjalanan Anda ke Furano.
Kesimpulan: Mari Berpetualang Menikmati Alam dan Kerajinan Tangan Sepenuhnya
Tempat-tempat wisata di Furano bukan sekadar spot foto, melainkan tempat di mana Anda bisa merasakan ‘sejarah tanah’ dan ‘kehangatan kerajinan tangan’. Tentu saja, menjelajahi lokasi syuting ‘Kita no Kunikara’ adalah hal menarik, namun bahkan tanpa mengetahui dramanya, alamnya yang menakjubkan dan pemandangan kehidupan pedesaan yang sederhana pasti akan menenangkan hati orang-orang modern yang sibuk.
Dek observasi dengan panorama megah, desa kerajinan tangan yang diterangi cahaya memukau, dan danau jernih yang diselimuti ketenangan. Siapkan sepatu yang nyaman untuk berjalan dan semprotan anti-serangga di setiap lokasi, lalu nikmati sepenuhnya pesona mendalam Furano yang unik.
