Prefektur Ehime, yang menunjukkan berbagai sisi bahkan di dalam Shikoku. Ada banyak daya tarik yang memikat para wisatawan, mulai dari benteng bersejarah yang memancarkan romansa sejarah, pemandian air panas kuno yang menenangkan, pemandangan kepulauan Setouchi yang indah, hingga kenikmatan lokal berupa buah jeruk yang melimpah.
Dalam artikel ini, kami telah memilih dengan cermat ‘5 Destinasi Klasik & Tersembunyi di Ehime’ yang wajib Anda kunjungi, baik untuk wisatawan jangka pendek maupun mereka yang ingin menikmati Ehime secara mendalam. Kami akan menyajikannya dengan nuansa lokal yang otentik, termasuk informasi terbaru tentang ‘Dogo Onsen Honkan’ yang populer dan telah dibuka kembali sepenuhnya setelah renovasi besar-besaran.
Dogo Onsen Honkan
📍 Alamat: 5-6 Dogoyunomachi, Matsuyama, Ehime 790-0842, Jepang
Dogo Onsen, salah satu dari tiga pemandian air panas tertua di Jepang, memiliki legenda bahwa Pangeran Shotoku pernah mengunjunginya. ‘Dogo Onsen Honkan’, simbol dari Dogo Onsen, telah menyelesaikan proyek renovasi dan konservasi berskala besar selama sekitar 5,5 tahun pada Juli 2024, dan akhirnya kembali beroperasi sepenuhnya. Bangunan tiga lantai bergaya arsitektur berat yang dikerjakan oleh tukang kastil di era Meiji tetap dipertahankan, sementara kenyamanan ditingkatkan dengan penambahan AC dan pemanas, sehingga tempat ini ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun internasional setiap hari.
Di dalam gedung, terdapat dua kamar mandi, ‘Kami no Yu’ dan ‘Tama no Yu’, di mana Anda dapat memilih gaya menginap sesuai dengan rencana mandi Anda. Terutama, dengan menggunakan kamar pribadi ‘Hisho no Ma’ dan ‘Shirasagi no Ma’ yang baru dibuat bersamaan dengan pembukaan kembali, Anda dapat menikmati pemandian mewah jauh dari keramaian. Selain itu, bagi pecinta sejarah, jangan lewatkan kunjungan (dengan pemandu) ke ‘Yushinden’, kamar mandi khusus kekaisaran yang pernah dikunjungi oleh anggota keluarga kekaisaran sepanjang sejarah.
Namun, karena merupakan fasilitas yang populer, tidak jarang tempat ini menjadi sangat ramai (‘seperti mengupas ubi’) tergantung pada waktu. Cara lokal untuk mengatasinya adalah dengan menargetkan pemandian pertama di pagi hari yang relatif sepi, atau bersiap menghadapi antrean dan menghabiskan waktu dengan menjelajahi ‘Bocchan Karakuri Clock’ atau ‘Tama no Ishi’ di sekitarnya. Setelah mandi, jangan lupa mengabadikan eksterior malam yang fantastis, diterangi cahaya dan memancarkan warna merah.
Kastil Matsuyama
📍 Alamat: 1 Marunouchi, Matsuyama, Ehime 790-0008, Jepang
Kastil Matsuyama berdiri megah di puncak Gunung Katsuyama setinggi 132 meter, di pusat kota Matsuyama. Dibangun mulai tahun 1602 oleh Kato Yoshiaki, salah satu ‘Tujuh Tombak Shizugatake’ di bawah Toyotomi Hideyoshi, kastil megah ini membutuhkan waktu sekitar seperempat abad untuk diselesaikan dan merupakan yang terbesar di Shikoku. Ini adalah salah satu dari ’12 Menara Utama yang Ada’ yang dibangun sebelum Periode Edo dan telah ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Nasional.
Akses ke puncak gunung umumnya menggunakan kereta gantung atau lift. Terutama pada hari yang cerah, hembusan angin di lift terasa menyenangkan, dan Anda bisa menikmati sedikit perjalanan udara. Namun, begitu Anda melangkah ke Honmaru (benteng utama), Anda akan kagum dengan struktur ‘praktis’ yang menunggu, dengan tangga curam dan balok besar, berbanding terbalik dengan eksteriornya yang elegan. Membayangkan bagaimana orang-orang di masa lalu naik turun tangga curam ini juga merupakan salah satu kesenangan dalam menjelajahi kastil.
Dari lantai atas menara utama, terhampar pemandangan indah 360 derajat yang membentang luas, tidak hanya kota Matsuyama, tetapi juga Laut Pedalaman Seto yang jauh dan Pegunungan Ishizuchi. Meskipun merupakan titik pertahanan yang penting, pemandangannya begitu indah sehingga Anda mungkin salah mengira, ‘Apakah kastil ini dibangun di sini hanya karena pemandangannya yang bagus?’ Di dalam kastil juga terdapat area pengalaman di mana Anda dapat memegang pedang atau mengenakan baju zirah, menjadikannya tempat yang memuaskan bagi pengunjung kastil pertama kali hingga penggemar sejarah yang mendalam.
Kastil Imabari
📍 Alamat: 3-1-3 Torimachi, Imabari, Ehime 794-0036, Jepang
Kastil Imabari dibangun mulai tahun 1602 oleh Todo Takatora, seorang panglima perang periode Sengoku yang terkenal sebagai ahli pembangunan kastil. Ini adalah ‘kastil laut’ yang langka di seluruh negeri, dianggap sebagai salah satu dari ‘Tiga Kastil Air Terbesar di Jepang’ bersama dengan Kastil Takamatsu di Kagawa dan Kastil Nakatsu di Oita. Fitur terbesarnya adalah parit bagian dalam yang luas yang menarik air laut langsung dari Laut Pedalaman Seto. Di dalam parit yang membentang selebar 50-70 meter, Anda dapat mengamati ikan laut seperti ikan belanak dan ikan kakap hitam (kurodai) berenang, karena ketinggian air berubah sesuai dengan pasang surut.
Menara utama saat ini dibangun kembali pada periode Showa, tetapi kontras antara dinding putih dan langit biru sangat indah, dan siluet lima lantai enam tingkatnya yang cantik sangat cocok untuk difoto. Dari lantai atas menara utama (observatorium), Anda dapat menikmati pemandangan kota Imabari dan keindahan kepulauan Shimanami Kaido secara keseluruhan.
Di dalam area kastil, terdapat patung berkuda Todo Takatora yang megah, dan di Honmaru (benteng utama), Kuil Fukiage berdekatan dengan kastil dalam jarak yang sangat dekat, sebuah penataan unik yang juga menarik hati para penggemar sejarah. Selain itu, pencahayaan yang dilakukan setelah matahari terbenam juga wajib dilihat. Menara utama dan dinding batu yang diterangi oleh sekitar 100 lampu, memantul secara fantastis di permukaan air, menciptakan keindahan yang menakjubkan.
Taman Observasi Kirosan
📍 Alamat: 487-4 Minamiura, Yoshiumicho, Imabari, Ehime 794-2115, Jepang
Jika Anda berkendara di Shimanami Kaido, ‘Taman Observasi Kirosan’ di ujung selatan Pulau Oshima, dengan ketinggian sekitar 308m, adalah tempat yang wajib Anda kunjungi. Desain observatorium ini dikerjakan oleh arsitek terkenal dunia, Kengo Kuma. Dibangun dengan konsep ‘arsitektur tak terlihat (arsitektur yang kalah)’ di mana bangunan sengaja ditanamkan ke dalam topografi agar tidak merusak pemandangan gunung, observatorium itu sendiri menjadi ruang yang modis layaknya seni modern.
Dari dek observasi panorama di puncak, terhampar keindahan kepulauan 360 derajat yang diciptakan oleh arus pasang surut yang dinamis di ‘Selat Kurushima’, salah satu dari tiga arus pasang surut tercepat di Jepang, ‘Jembatan Gantung Tiga Rangkaian Kurushima Kaikyo’ pertama di dunia, serta pulau-pulau yang tersebar. Terutama saat matahari terbenam ketika langit diwarnai oranye, ini adalah kesempatan terbaik bagi banyak fotografer untuk mengambil gambar. Jangan lewatkan pemandangan malam Jembatan Kurushima Kaikyo yang diterangi secara berkala dan pemandangan kota Imabari.
Namun, jalan menuju observatorium curam, sempit, dan memiliki banyak tikungan buta, sehingga sangat penting untuk berkendara dengan hati-hati. Selain itu, area parkir di dekat puncak terbatas, dan sering penuh pada akhir pekan atau saat matahari terbenam, jadi disarankan untuk datang dengan waktu yang cukup. Dek observasi terkadang sangat berangin, jadi harap berhati-hati agar topi atau ponsel Anda tidak terbawa angin.
Mikyan Park Baishinji
📍 Alamat: 1374-1 Baishinjicho, Matsuyama, Ehime 791-8082, Jepang
Ketika berbicara tentang Ehime, tentu saja ‘mikan’ (jeruk). ‘Mikyan Park Baishinji’, yang terletak tepat di sebelah Stasiun Baishinji milik Iyotetsu, adalah tempat di mana Anda dapat sepenuhnya menikmati dunia ‘Mikyan’, karakter maskot populer yang mewakili Prefektur Ehime. Mulai dari eksterior hingga interior toko, seluruh ruangan yang dipenuhi dengan Mikyan memiliki pesona pop yang pasti membuat siapa pun tersenyum, bahkan bagi yang bukan penggemar karakter.
Di lantai 1, terdapat area di mana Anda dapat secara langsung merasakan ‘jus jeruk yang keluar dari keran’ yang diceritakan sebagai legenda urban, toko yang dipenuhi dengan merchandise Mikyan, dan juga area di mana Anda dapat mengamati proses pengolahan jeruk. Lantai 2 adalah kafe terbuka di mana Anda dapat menikmati hidangan penutup jeruk yang lucu dan lezat seperti es krim lembut Iyokan dan pancake bergambar wajah Mikyan.
Dari jendela besar kafe, terhampar pemandangan Laut Pedalaman Seto yang tenang dan pemandangan nostalgi Stasiun Baishinji, yang juga terkenal sebagai lokasi syuting drama ‘Tokyo Love Story’. Sambil melihat kereta yang melintas, Anda bisa bersantai dalam aroma manis asam jeruk. Dengan akses mudah dari kota Matsuyama, ini adalah tempat lokal yang menenangkan, sempurna untuk mengakhiri perjalanan Anda atau mencari oleh-oleh.
[Tips] Cara Menikmati Perjalanan di Ehime dengan Lebih Mendalam
Untuk transportasi di Prefektur Ehime, trem (Iyotetsu) sangat nyaman jika Anda berada di dalam kota Matsuyama. Pemandangan kendaraan retro yang melintasi kota membangkitkan semangat perjalanan, dan akses ke Dogo Onsen atau Kastil Matsuyama juga sangat baik. Jika Anda ingin sedikit lebih jauh ke Shimanami Kaido atau daerah Imabari, menyewa mobil akan sangat memperluas jangkauan Anda.
Selain itu, saat makan, cobalah hidangan lokal ‘Taimeshi’ yang khas Ehime. Ada dua jenis Taimeshi di Ehime: ‘Matsuyama Taimeshi’ yang berupa nasi yang dimasak dengan ikan kakap, dan ‘Uwajima Taimeshi’ di mana irisan ikan kakap segar dicampur dengan saus khusus dan telur mentah, kemudian disajikan di atas nasi panas. Mencoba berbagai budaya makanan yang berbeda di setiap daerah selama perjalanan adalah salah satu cara mendalam untuk menikmati perjalanan di Ehime.
