Prefektur Akita adalah area yang menarik, kaya akan alam yang melimpah, sejarah yang dalam, dan budaya tradisional yang unik. Untuk perjalanan singkat beberapa hari, tentu Anda ingin mengunjungi ‘sorotan yang tidak boleh dilewatkan’ secara efisien dalam waktu yang terbatas.
Kali ini, kami akan memperkenalkan 5 destinasi wajib kunjung yang telah dipilih dari ‘Area Oga’ tempat Anda dapat merasakan acara tradisional yang memukau, ‘Area Semboku’ dengan pemandangan menakjubkan yang membuat Anda terkesima, dan ‘Pusat Kota Akita’ tempat seni dan sejarah bertemu. Mari berkeliling secara efisien dengan mobil sewaan dan nikmati pesona Akita yang mendalam!
Namazu-kan
📍 Alamat: Mizukuisawa, Kitauramayama, Oga, Prefektur Akita 010-0685, JepangSebagai sorotan utama wisata Akita, tempat pertama yang ingin Anda kunjungi adalah ‘Namazu-kan’ di Semenanjung Oga. Jangan remehkan sebagai museum biasa, di sini terdapat keyakinan dan tradisi mendalam masyarakat setempat.
Begitu Anda melangkah masuk ke dalam museum, Anda akan melihat lebih dari 150 topeng ‘Namahage’ yang sebenarnya digunakan di berbagai daerah di Kota Oga, berjejer rapi. Setiap topeng memiliki bentuk wajah dan barang bawaan yang berbeda, dan kekuatannya yang luar biasa pasti akan membuat Anda terkesima. Selain itu, ada juga demonstrasi ukiran topeng oleh pengrajin, di mana Anda dapat melihat dari dekat bagaimana jiwa dihembuskan ke dalam sebatang kayu.
Dan yang harus Anda alami adalah pertunjukan Namahage di ‘Oga Shinzan Denshokan’ yang berdekatan (tiket masuk gabungan dengan Namazu-kan sangat direkomendasikan). Anda dapat merasakan secara nyata kebiasaan malam Tahun Baru di rumah tradisional Magariya. Sosok Namahage yang menyerbu dengan raungan yang mengguncang gendang telinga, ‘Apakah tidak ada anak yang menangis?!’, memiliki kekuatan yang membuat orang dewasa pun gemetar. Anda juga akan belajar bahwa ini bukan hanya sekadar mengamuk, tetapi juga ritual kasih sayang yang mendalam untuk mendoakan kesehatan keluarga, dengan menginjakkan kaki ‘Shiko’ beberapa kali saat masuk atau keluar rumah.
💡 Tips Lokal:
Terkadang, ‘kera’ (jerami) yang dikenakan Namahage jatuh ke lantai, dan dikatakan ini berfungsi sebagai ‘penolak bala’. Meskipun tidak boleh ditarik secara paksa, mengambil jerami yang jatuh dan membawanya pulang adalah trik kecil.
Batu Godzilla
📍 Alamat: Babazaki, Motoyamamonsen, Funakawaminato, Oga, Prefektur Akita 010-0535, Jepang‘Batu Godzilla’ yang juga terletak di Semenanjung Oga adalah spot foto pemandangan indah yang sangat populer di media sosial. Berada di ujung barat daya Oga, di daerah berbatu yang disebut Shiosezaki, ini adalah salah satu bebatuan aneh yang terbentuk dari tufa lapili vulkanik yang mengikis akibat letusan gunung berapi sekitar 30 juta tahun yang lalu. Di antara beberapa ‘Batu Godzilla’ yang ada di seluruh negeri, yang satu ini memiliki siluet realistis yang menyerupai ‘mulut terbuka lebar dan mengaum’.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah, tanpa diragukan lagi, ‘saat senja’. Ketika langit diwarnai oranye dan matahari terbenam tepat di mulut Godzilla, siluet menakjubkan yang seolah-olah ‘Godzilla sedang memuntahkan api’ akan muncul.
💡 Tips Lokal:
Terkadang, navigasi mungkin menunjukkan lokasi yang sedikit jauh, jadi pastikan untuk tidak melewatkan papan nama kecil di pinggir jalan. Selain itu, Anda perlu menuruni lereng dari jalan dan berjalan melewati area berbatu yang tidak rata untuk mengaksesnya, jadi memakai sepatu hak tinggi atau sandal sangat berbahaya. Pastikan untuk mengenakan sepatu kets yang nyaman untuk berjalan. Refleksi indah di genangan air pasang di sekitarnya juga menakjubkan, jadi disarankan untuk tiba lebih awal dan menunggu matahari terbenam.
Ngarai Dakigaeri
📍 Alamat: Sotada, Tazawako, Semboku, Prefektur Akita 014-1113, Jepang‘Ngarai Dakigaeri’, yang juga disebut ‘Yabakei Tohoku’, adalah situs pemandangan alam yang tidak boleh dilewatkan jika Anda mengunjungi area Semboku dan Kakunodate. Namanya berasal dari fakta bahwa dahulu jalan gunung ini begitu sempit dan curam sehingga orang harus berpelukan satu sama lain untuk bisa melewatinya.
Simbol ngarai ini adalah jembatan gantung merah ‘Kami-no-Iwashi’ yang terletak tepat setelah Anda berjalan dari pintu masuk. Ini adalah jembatan gantung tertua di Prefektur Akita, selesai dibangun pada tahun Taisho ke-15 (1926), dan memiliki sejarah mendalam di mana dahulu jalur kereta api hutan (gerobak dorong ‘Mame Toro’ yang bergantung pada gravitasi) digunakan untuk mengangkut kayu.
Saat Anda melanjutkan lebih dalam di sepanjang jalan setapak, mata Anda akan terpikat oleh permukaan air Sungai Tamagawa yang mengalir, bersinar ‘biru kobalt’ dan ‘hijau zamrud’, seolah dipeluk oleh hutan primer di kedua tepinya. Setelah melewati terowongan yang digali secara manual dan gelap gulita selama sekitar 30 menit (satu arah), Anda akan tiba-tiba menemukan ‘Air Terjun Mikaeri’ yang merupakan daya tarik utama. Air terjun ini, yang jatuh berlapis-lapis dari ketinggian sekitar 30 meter, dinamai demikian karena keindahannya yang membuat Anda ingin terus menoleh kembali.
💡 Tips Lokal:
Meskipun jalan setapaknya tidak banyak tanjakan atau turunan, disarankan untuk memakai sepatu kets karena ada bagian yang tidak beraspal dan genangan air. Karena ini adalah tempat yang kaya akan alam, membawa penolak serangga dan lonceng penangkal beruang akan membuat Anda merasa aman. Selama puncak musim gugur (pertengahan Oktober hingga awal November), tempat ini sangat ramai, dan tempat parkir bisa penuh sebelum jam 9 pagi, jadi disarankan untuk berkunjung di pagi hari.
Museum Seni Prefektur Akita
📍 Alamat: 1-4-2 Nakadori, Akita, Prefektur Akita 010-0001, JepangSetelah pindah ke pusat Kota Akita, kunjungi ‘Museum Seni Prefektur Akita’ tempat Anda dapat menikmati keindahan seni dan arsitektur. Aksesnya mudah, hanya 10 menit berjalan kaki dari Stasiun Akita, dan bangunan modern yang dirancang oleh arsitek kelas dunia, Tadao Ando, sangat menarik perhatian. Begitu masuk ke dalam museum, Anda akan menemukan tangga terbuka berbentuk segitiga tanpa pilar yang sangat fotogenik.
Daya tarik terbesar di sini adalah mahakarya monumental, mural ‘Akita no Gyoji’ (Acara Tahunan Akita) karya pelukis Tsuguharu Fujita (Léonard Foujita) yang aktif di Paris. Dalam skala yang luar biasa besar, tinggi 3,65m dan lebar 20,5m, festival musiman Akita dan kehidupan masyarakat digambarkan dengan detail dan warna-warna cerah, menciptakan kekuatan yang menakjubkan. Ruang pameran itu sendiri dirancang secara ringkas, sehingga Anda dapat menikmati koleksinya dalam waktu sekitar 30 menit hingga 1 jam, sangat cocok untuk wisatawan singkat.
💡 Tips Lokal:
Setelah menikmati pameran, pergilah ke lounge museum (area kafe) di lantai 2. Di luar jendela terhampar taman air (kolam air), dan Anda dapat menikmati pemandangan menakjubkan yang menyatukan pantulan gelombang air dan pemandangan Taman Senshu yang terbentang di baliknya. Anda dapat menghabiskan waktu mewah meresapi sisa-sisa seni sambil duduk di sofa empuk.
Taman Senshu
📍 Alamat: 1 Senshu Park, Akita, Prefektur Akita 010-0876, Jepang‘Taman Senshu’ yang terletak tepat di sebelah Museum Seni Prefektur Akita adalah oasis di pusat Kota Akita tempat Anda dapat merasakan kekayaan alam dan sejarah. Ini adalah taman kota yang dikembangkan dari bekas Honmaru dan Ninomaru ‘Kastil Kubota’, yang dibangun oleh klan Satake Yoshinobu, penguasa pertama Akita pada periode Edo.
Ciri khas Kastil Kubota adalah bahwa itu adalah ‘kastil hirayama’ yang unik, tidak memiliki tembok batu atau menara utama, tetapi memperkuat pertahanannya terutama dengan tanggul tanah dan parit air. Saat ini, masih ada ‘Omotemon (Ichino-mon)’ yang merupakan bangunan kayu megah yang telah dipulihkan, dan ‘Osumi Yagura’ yang menjulang di atas bukit bekas Honmaru, memungkinkan Anda merasakan suasana khusyuk yang khas dari reruntuhan kastil. Dari dataran tinggi, Anda dapat melihat pemandangan seluruh kota Akita.
💡 Tips Lokal:
Di ‘Kolam Kogetsu’ di dalam taman, ditanam ‘Teratai Oga’ (teratai kuno) yang tumbuh dari benih yang digali dari lapisan tanah sekitar 2000 tahun yang lalu, dan pada musim panas, bunga-bunga besar yang fantastis mekar. Selain itu, ada juga museum sejarah dan kuil yang tersebar di sekitar taman, jadi disarankan untuk berjalan-jalan santai di pagi hari yang sejuk sambil menjelajahi sejarah.
Ringkasan: Nikmati Pesona Setiap Area dalam Perjalanan Anda ke Akita
Kami telah memperkenalkan destinasi yang memungkinkan Anda menikmati pesona Akita secara ringkas, bahkan untuk kunjungan singkat.
Dari pengalaman Namahage yang menakjubkan, keindahan alam yang memukau, arsitektur seni yang indah, hingga berjalan-jalan di reruntuhan kastil yang tenang, Akita memiliki kedalaman yang tidak dapat dinikmati sepenuhnya dalam satu perjalanan.
Karena setiap area memiliki sedikit jarak, menggunakan mobil sewaan adalah cara terbaik untuk berkeliling secara efisien. Silakan gunakan artikel ini sebagai referensi untuk membuat rencana perjalanan Akita Anda yang luar biasa!
