Prefektur Gifu, yang terletak hampir di tengah Jepang, memiliki beragam wajah, mulai dari Pegunungan Alpen yang megah hingga dataran luas. Dengan pesona seperti kota tua Hida, rumah tradisional Gassho-zukuri yang merupakan Situs Warisan Dunia, serta panggung sejarah di mana para panglima perang periode Sengoku pernah bertempur, Gifu memiliki daya tarik yang tak akan lepas dari hati para pelancong.
Dalam artikel ini, kami telah memilih empat spot utama dari sekian banyak destinasi wisata di Gifu yang ‘mutlak tidak boleh dilewatkan’. Bukan sekadar ulasan ala buku teks, kami akan menjelaskan secara mendalam dari sudut pandang seorang penulis perjalanan profesional, termasuk suasana lokal, waktu kunjungan terbaik, dan daya tarik tersembunyi.
Kastil Gifu
📍 Alamat: 18 Tenshukaku, Kota Gifu, Prefektur Gifu 500-0000, Jepang
Sebuah kastil gunung yang tak tertembus, yang pernah disebut, ‘Siapa yang menguasai Mino, akan menguasai seluruh negeri.’ Awalnya dikenal sebagai Kastil Inabayama, kediaman Dosan Saito, namun pada tahun Eiroku ke-10 (1567), Nobunaga Oda merebutnya dan mengubah namanya menjadi ‘Kastil Gifu’, menjadikannya markas untuk menyatukan seluruh Jepang.
Pemandangan dari menara utama (tenshukaku) yang berdiri tegak di puncak Gunung Kinka, dengan ketinggian sekitar 329m di atas permukaan laut, sungguh menakjubkan. Panorama luas yang membentang di bawah, meliputi Sungai Nagara, Dataran Nobi, hingga Pegunungan Alpen Jepang di kejauhan, memungkinkan Anda untuk merasakan kembali pandangan ‘tenka’ (seluruh negeri) yang diimpikan Nobunaga.
Anda dapat mencapai dekat puncak gunung hanya dalam waktu sekitar 3 menit menggunakan kereta gantung dari Taman Gifu di kaki gunung. Namun, bagi Anda yang suka mendaki, jalur ‘Meiso no Komichi’ atau jalur ‘Uma no Se’ dengan bebatuan terjal juga menawarkan pengalaman yang menarik. Sebagai daya tarik tersembunyi, ‘Museum Kastil Gifu’ yang berada tepat di sebelah menara utama menampilkan patung lilin Masahiro Motoki yang memerankan Dosan Saito dalam drama sejarah ‘Kirin ga Kuru’, menjadikannya spot populer tersembunyi bagi para penggemar sejarah.
Setelah turun gunung, kami merekomendasikan untuk bersantai sejenak di ‘Gifu Castle Rakuichi’ yang baru dibangun di kaki gunung, sambil menikmati ‘yuzuke’ (nasi dengan kuah panas) yang konon dimakan Nobunaga sebelum perang, atau kudapan zunda yang terbuat dari edamame lokal.
Shirakawa-go
📍 Alamat: Ogimachi, Desa Shirakawa, Distrik Ono, Prefektur Gifu 501-5627, Jepang
Sebuah desa yang terdaftar sebagai Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO pada tahun 1995, menampilkan pemandangan asli Jepang. Pemandangan 114 rumah beratap jerami ‘Gassho-zukuri’ yang berjejer adalah pemandangan yang menakjubkan. Namun, daya tarik terbesarnya adalah bahwa ini bukan sekadar museum terbuka, melainkan ‘desa yang hidup’ di mana sekitar 1.600 orang masih tinggal dan beraktivitas hingga saat ini.
Di daerah ini, yang merupakan salah satu wilayah bersalju terlebat di Jepang, semangat gotong royong yang disebut ‘yui’ masih hidup untuk bertahan dari alam yang keras, dan semangat tersebut diwariskan dalam pekerjaan penggantian atap yang melibatkan ratusan orang. Di dalam desa, Anda dapat melihat dari dekat struktur atap loteng yang luas di mana dahulu kala budidaya ulat sutra dilakukan, seperti di ‘Rumah Wada’ yang merupakan properti budaya penting yang ditetapkan negara dan memiliki skala terbesar.
Sebagai rekomendasi, berfoto di ‘Observatorium Reruntuhan Kastil Ogimachi’ yang menawarkan pemandangan desa secara keseluruhan adalah suatu keharusan. Namun, perlu diingat bahwa pada musim dingin, tempat parkir observatorium ditutup, sehingga Anda harus berjalan kaki dari tempat parkir Taman Seseragi di kaki gunung. Di sela-sela berjalan-jalan, ‘Tochi no Mi Mochi Zenzai’ (sup kacang merah manis dengan kue beras tochi) di pinggir irori akan menghangatkan tubuh Anda dari dalam dan memberikan kenyamanan yang luar biasa.
Kota Tua Hida Takayama
📍 Alamat: 90 Kamisannomachi, Kota Takayama, Prefektur Gifu 506-0846, Jepang
Terletak di pusat Hida Takayama, area ini berpusat di sekitar Kamisannomachi yang disebut ‘Kyoto Kecil’. Bangunan-bangunan kayu bersejarah yang berjajar, yang dulunya merupakan kota perdagangan yang makmur dari akhir periode Edo hingga Meiji, telah ditetapkan sebagai Kawasan Pelestarian Kelompok Bangunan Tradisional Penting Nasional. Berjalan-jalan sambil melihat saluran air jernih yang mengalir di bawah atap dan rumah-rumah kota dengan jendela kisi-kisi yang indah, Anda akan merasa seolah-olah tersesat di dunia drama sejarah.
Daya tarik terbesar area ini adalah kelengkapan ‘wisata kuliner jalanan dan kunjungan pabrik sake’. Di pabrik sake yang menggantung ‘sugidama’ (bola daun cedar) di depan toko, Anda dapat menikmati layanan murah hati di mana Anda bisa membeli ‘ochoko’ (cangkir sake kecil) dengan satu koin (sekitar 450 yen) dan mencoba lebih dari 10 jenis sake lokal secara swalayan, serta pengalaman unik seperti ‘ochoko gacha’.
Untuk kuliner, ‘Sushi Nigiri Daging Sapi Hida’ yang selalu antre panjang (gaya menggunakan kerupuk udang sebagai piring sangat populer) dan ‘Mitarashi Dango’ dengan aroma kecap yang harum adalah makanan lokal yang wajib dicoba.
Pada siang hari, area ini sangat ramai dengan wisatawan mancanegara, sehingga bagi Anda yang ingin mengambil foto indah atau merasakan suasana kota dengan tenang, ‘jalan-jalan pagi’ sekitar pukul 9 pagi saat toko-toko mulai buka adalah waktu yang paling direkomendasikan.
Magome-juku
📍 Alamat: Magome, Kota Nakatsugawa, Prefektur Gifu 508-0502, Jepang
‘Magome-juku’ adalah kota pos ke-43 di Nakasendo, yang menghubungkan Edo dan Kyoto, dan berkembang pesat. Jalan lereng berbatu curam sepanjang sekitar 600m yang terhampar di sepanjang punggung gunung, rumah-rumah berpanel cedar bakar yang berjejer di kedua sisinya, dan kincir air yang berputar dengan kuat menciptakan suasana dunia yang penuh nostalgia. Dikenal juga sebagai tempat yang terkait dengan Toson Shimazaki, ciri khasnya adalah aroma sastra yang kuat.
Saat berjalan-jalan, kuliner khas seperti ‘gohei mochi’ yang dipanggang dengan saus miso kenari khas daerah ini dan ‘kurikinton’ (permen chestnut) yang terkenal, adalah hidangan jalanan yang tak boleh terlewatkan. Dari ‘Miharashidai’ (Titik Pandang) di puncak bukit, Anda dapat menikmati pemandangan Gunung Ena yang megah, merasakan kepuasan dan kebebasan sekaligus.
Sebagai perangkap yang sering dialami wisatawan, perlu diperhatikan bahwa sebagian besar toko di Magome-juku tutup sekitar pukul 17:00. Namun, justru pada ‘senja hingga malam’ itulah, ketika turis telah pergi dan cahaya lentera menerangi jalan berbatu, menjadi waktu yang paling indah dan fantastis. Jika Anda memiliki waktu luang, sangat disarankan untuk menginap di sekitar area tersebut dan menikmati ‘golden hour’ yang tenang di malam hari atau berjalan-jalan sendirian di pagi hari yang sepi.
Tips Membangun Rute Wisata Gifu yang Sempurna!
Prefektur Gifu memiliki area yang sangat luas, dengan budaya dan iklim yang sangat berbeda di setiap wilayah. Secara garis besar, terbagi menjadi ‘Area Hida’ di utara yang memiliki Shirakawa-go dan Takayama, serta ‘Area Mino-Tono’ di selatan yang memiliki Kastil Gifu dan Magome-juku.
Karena kedua area ini berjarak lebih dari 2 jam perjalanan mobil bahkan dengan menggunakan jalan tol, jika Anda serakah ingin mengunjungi ‘Shirakawa-go, Kastil Gifu, Magome-juku…’ dalam perjalanan 1 malam 2 hari, Anda hanya akan menghabiskan waktu di perjalanan. Kiat terbesar untuk membuat perjalanan yang memuaskan adalah dengan membatasi area dan menginap lebih lama saat merencanakan perjalanan, misalnya, ‘Kali ini, saya akan menikmati Situs Warisan Dunia dan kota tua di Area Hida’ atau ‘Lain kali, saya akan mengunjungi kastil bersejarah dan Nakasendo di Area Mino’.
