Prefektur Hyogo, terletak hampir di tengah Honshu, menghadap Laut Jepang di utara dan Laut Pedalaman Seto di selatan. Terdiri dari lima provinsi lama yaitu ‘Settsu, Harima, Tajima, Tanba, dan Awaji’, daya tarik terbesarnya adalah Anda dapat menikmati budaya dan pemandangan menakjubkan yang sama sekali berbeda di setiap area.
Dalam artikel ini, kami akan memperkenalkan 5 destinasi wisata klasik yang ‘wajib dikunjungi’ menurut para wisatawan yang berkunjung ke Prefektur Hyogo, hingga pemandangan menakjubkan yang ingin Anda saksikan sekali seumur hidup. Kami akan menyajikan informasi mendalam berdasarkan ulasan nyata, tidak hanya sekadar pengenalan fasilitas, tetapi juga tips menghindari keramaian, waktu kunjungan terbaik, dan cara berkeliling di lokasi. Jadikan ini sebagai referensi untuk rencana perjalanan Anda selanjutnya!
Kastil Himeji
📍 Alamat: 68 Honmachi, Kota Himeji, Prefektur Hyogo 670-0012, Jepang
Berbicara tentang destinasi wisata ikonik di Prefektur Hyogo, tentu saja ‘Kastil Himeji’ adalah jawabannya. Kastil megah ini, yang pertama kali terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia di Jepang, merupakan bangunan bersejarah yang sangat berharga karena berhasil selamat dari perang dan kebakaran, serta mempertahankan menara utama dan menara kecil yang terhubung oleh koridor (‘renritsushiki tenshu’) seperti saat dibangun.
Juga dikenal sebagai ‘Kastil Bangau Putih’ karena keindahan dindingnya yang dicat dengan plester putih, penampilannya yang putih bersih di bawah langit biru memancarkan kehadiran yang luar biasa. Ulasan bahkan memujinya dengan mengatakan, ‘Indah dari sudut mana pun, sangat fotogenik’. Terutama saat musim sakura, pemandangan kastil yang dikelilingi bunga sakura mekar adalah puncak dari ‘musim semi Jepang’. Selain itu, kontras antara langit biru musim panas, dinding putih, dan hijaunya pepohonan di sekitarnya juga sangat memukau.
Karena areanya sangat luas, dibutuhkan waktu bahkan jika Anda menjelajah dengan cepat. Sebagai tips wisata, sangat disarankan untuk memasuki kastil ‘sejak pagi’ saat hari libur panjang atau musim sakura yang cenderung ramai. Tangga di dalam kastil curam, jadi siapkan sepatu yang nyaman untuk berjalan. Pemandangan Kastil Himeji dari ‘Otokoyama Senhime Tenmangu’ yang sedikit jauh, Taman Nishinomaru, atau Lapangan Sannomaru juga merupakan spot foto terbaik yang menunjukkan sisi berbeda dari kastil ini.
Distrik Kitano Ijinkan Kobe
📍 Alamat: 2 Chome-3 Kitanocho, Chuo Ward, Kota Kobe, Prefektur Hyogo 650-0002, Jepang
Jika Anda berkunjung ke area Kobe, cobalah mampir ke ‘Distrik Kitano Ijinkan Kobe’ untuk menikmati suasana eksotis kota pelabuhan. Sejak pembukaan Pelabuhan Kobe pada tahun 1868, banyak orang asing membangun tempat tinggal di dataran tinggi yang menghadap laut ini, menciptakan budaya yang beragam dan unik.
Di antara sekian banyak rumah bergaya Barat, ‘Kazamidori-no-Yakata (Bekas Kediaman Thomas)’ dengan penunjuk arah angin di atapnya sebagai simbol, dan ‘Moegi-no-Yakata’ dengan eksterior hijau muda yang indah, adalah spot yang wajib dikunjungi. Jika Anda berencana mengunjungi beberapa rumah, disarankan untuk membeli tiket diskon seperti ‘Premium Pass’ yang juga menawarkan keseruan ‘stamp rally’. Pemandangan kota Kobe yang terlihat dari jendela di setiap rumah adalah pemandangan menakjubkan yang akan membuat Anda melupakan lelahnya mendaki bukit.
Jebakan yang sering dialami wisatawan di sini adalah ‘akses’. Meskipun sering diinformasikan bahwa jaraknya 15 menit berjalan kaki dari Stasiun Sannomiya, sebenarnya ada jalan menanjak yang sangat curam (seperti Kitanozaka) sehingga akan sangat menguras tenaga. Untuk berwisata secara efisien, sebaiknya gunakan bus wisata ‘City Loop’ dari Sannomiya. Selain itu, jika Anda ingin menghindari keramaian bus, ada juga ‘trik rahasia’ untuk mengakses dari sisi Stasiun Shin-Kobe yang medannya relatif datar.
Jembatan Akashi Kaikyo
📍 Alamat: 4 Higashimaikocho, Tarumi Ward, Kota Kobe, Prefektur Hyogo 655-0047, Jepang
‘Jembatan Akashi Kaikyo’ yang menghubungkan Distrik Tarumi di Kota Kobe dengan Pulau Awaji, adalah jembatan gantung raksasa yang dibuka pada tahun 1998. Hingga pembukaan Jembatan Canakkale 1915 di Turki pada tahun 2022, jembatan ini diakui oleh Guinness sebagai jembatan gantung terpanjang di dunia, dan saat ini masih merupakan yang terbesar kedua di dunia. Keindahan buatan manusia yang juga dikenal sebagai ‘Pearl Bridge’ ini, dengan kontras laut alami yang megah, sungguh menakjubkan.
Meskipun indah jika dilihat dari jauh, sangat disarankan untuk merasakan langsung kekuatan dahsyat jembatan ini dengan mendekat ke taman di kaki jembatan dan melihatnya dari bawah. Di siang hari, jembatan putih bersinar di atas laut biru dan langit, memancarkan rasa kebebasan, tetapi dari sore hingga malam, jembatan ini diterangi cahaya, berubah menjadi suasana yang romantis dan fantastis. Juga direkomendasikan untuk memotret jembatan yang diselimuti matahari terbit atau terbenam, atau terkadang kabut.
Jika Anda mengakses dengan mobil, area sekitar ‘Tarumi IC/JCT’ di sisi Honshu memiliki struktur yang sangat kompleks dan berliku, jadi pastikan untuk memeriksa navigasi dengan cermat saat mengemudi. Makan bekal di tepi pantai yang tenang di sekitar jembatan juga merupakan penyegaran terbaik, tetapi hati-hati karena burung elang kadang-kadang mengincar makanan dari atas!
Reruntuhan Kastil Takeda
📍 Alamat: 169 Kojo-yama, Takeda, Wadayama-cho, Kota Asago, Prefektur Hyogo 669-5252, Jepang
‘Reruntuhan Kastil Takeda’ di Kota Asago, yang disebut ‘Machu Picchu Jepang’ atau ‘Kastil di Langit’, selalu ramai dikunjungi wisatawan dari seluruh negeri. Di puncak gunung setinggi sekitar 353m, tembok batu yang megah dengan gaya ‘nozurami’ dan ‘anozumi’ masih utuh, memberikan kesan beratnya sejarah dan romansa bahwa dulunya ada benteng besar di sini.
Puncak utama adalah pemandangan menakjubkan ‘lautan awan’ di mana reruntuhan kastil tampak mengapung di lautan kabut putih. Lautan awan paling mungkin terjadi pada musim gugur, dari pertengahan September hingga awal Desember. Terutama, ‘pagi hari tanpa angin (sebelum fajar hingga sekitar jam 8 pagi)’ adalah waktu terbaik, ketika malam sebelumnya dingin, hari cerah, dan perbedaan suhu siang-malam sangat mencolok. Meskipun memandangi lautan awan dari dalam reruntuhan kastil itu misterius, jika Anda ingin memotret seluruh reruntuhan kastil yang mengapung di awan, pergilah ke dek observasi ‘Ritsuunkyo’ di seberang.
Karena ini adalah kastil gunung, aksesnya memerlukan perhatian. Anda bisa naik mobil pribadi hingga ‘Yamashiro-no-Sato’ di lereng tengah. Dari sana, Anda harus melanjutkan dengan ‘Tenku Bus’, taksi, atau berjalan kaki. Jika Anda bertujuan untuk melihat lautan awan di pagi hari, Anda akan berjalan di jalan gunung yang gelap tanpa lampu jalan, jadi senter, sepatu hiking yang nyaman, dan ‘pakaian musim dingin’ untuk menunggu di puncak adalah barang-barang penting.
Uzushio Cruise (Michi-no-Eki Fukura)
📍 Alamat: Pelabuhan Fukura Ko, Uzushio Dome Nanairokan, Fukura-ko, Minamiawaji, Prefektur Hyogo 656-0501, Jepang
‘Uzushio Cruise’ yang berlayar dari Pelabuhan Fukura di Minamiawaji, ujung selatan Pulau Awaji, adalah aktivitas yang sangat populer di mana Anda dapat merasakan langsung ‘pusaran air’ raksasa di Selat Naruto, salah satu dari tiga arus terbesar di dunia, dari atas kapal. Keramahan dan pertunjukan staf yang melambaikan bendera saat keberangkatan, sudah membangkitkan semangat bahkan sebelum naik kapal.
Ukuran pusaran air sangat dipengaruhi oleh fase bulan dan pasang surut air laut. Kiat untuk pengalaman terbaik adalah, tentu saja, mengincar hari ‘pasang surut besar’. Terutama selama musim pasang surut besar di musim semi dan musim gugur, pusaran air terbesar cenderung terbentuk. Pastikan untuk memeriksa ‘tabel pasang surut’ di situs web resmi sebelumnya dan melakukan reservasi WEB untuk jadwal dengan tingkat ekspektasi ‘◎’.
Selama sekitar satu jam pelayaran, pengumuman pemandu di kapal akan dengan tepat memberitahu Anda titik-titik terjadinya pusaran air, sehingga Anda tidak perlu khawatir akan melewatkannya. Untuk mengambil foto yang spektakuler, dek terbuka di geladak adalah yang terbaik, tetapi di laut, angin lebih kencang dan sangat dingin dibandingkan di darat. Bahkan pada hari cerah di musim semi atau musim gugur, pastikan untuk mengenakan jaket tebal, syal, sarung tangan, dan tindakan pencegahan dingin lainnya. Tersedia parkir gratis di Michi-no-Eki Fukura juga merupakan nilai plus yang menyenangkan.
Rute Perjalanan Model & Tips Bergerak untuk Menikmati Wisata Hyogo 120%
Prefektur Hyogo memiliki area yang sangat luas, dan untuk bergerak antar area seperti ‘Himeji’, ‘Kobe’, ‘Pulau Awaji’, dan ‘Tajima (termasuk Reruntuhan Kastil Takeda)’ yang kami perkenalkan kali ini, dibutuhkan waktu yang cukup. Jika Anda melakukan perjalanan singkat, rahasia untuk meningkatkan kepuasan adalah dengan memfokuskan perjalanan pada area tertentu, seperti rute pesisir ‘Kobe-Pulau Awaji’ atau rute sejarah dan pemandangan ‘Himeji-Tajima’.
Meskipun transportasi umum cukup lengkap, jika Anda ingin menjelajahi spot-spot pemandangan indah atau destinasi wisata di pinggiran kota, sangat disarankan untuk menyewa mobil dan berkendara. Setelah menyeberangi Jembatan Akashi Kaikyo ke Pulau Awaji, Anda juga dapat menikmati jalan raya pesisir yang indah dan hidangan lokal lezat (seperti kaisendon/rice bowl seafood).
Prefektur Hyogo, tempat sejarah, suasana eksotis, dan alam yang megah menyatu. Lakukan persiapan yang matang dan atur waktu Anda dengan baik, lalu pergilah untuk menemukan pengalaman nyata yang hanya bisa dirasakan di sini!
