Kota Miyazaki
📍 Alamat: Jepang, Prefektur Miyazaki, Kota Miyazaki
Kota Miyazaki, ibu kota Prefektur Miyazaki, adalah area unik di mana suasana resor tropis berpadu dengan napas mitologi. Di bawah iklim hangat yang dipengaruhi oleh Arus Kuroshio, kota ini memiliki banyak wajah yang menarik, seperti garis pantai yang dihiasi pohon lontar (birouju) yang melambai, serta distrik kuliner yang ramai di pusat kota. Fakta bahwa kota ini memiliki jam sinar matahari yang panjang dan sering cerah juga merupakan nilai tambah yang menyenangkan bagi para wisatawan.
Salah satu tempat yang tidak boleh dilewatkan di Kota Miyazaki adalah area ‘Aoshima’ yang terletak di bagian tenggara. Kuil Aoshima, di mana seluruh pulau dianggap sebagai tempat spiritual yang sakral, dan ‘Ogre’s Washboard’ (Oni no Sentakuita) yang terbentuk akibat erosi ombak, menawarkan pemandangan yang menakjubkan. Jika Anda mengunjungi Aoshima, waktu terbaik adalah ‘pagi buta hingga menjelang siang’. Saat matahari terbit, cahaya akan lebih lembut, menciptakan suasana yang sangat fotogenik, dan Anda dapat menikmati waktu tenang mendengarkan deburan ombak sambil menghindari keramaian wisatawan di siang hari.
Selain itu, ‘Gedung Utama Kantor Prefektur Miyazaki’ yang dapat diakses dengan berjalan kaki dari Stasiun Miyazaki juga merupakan salah satu daya tarik tersembunyi. Dibangun pada tahun Showa ke-7 (1932), gedung ini adalah gedung kantor prefektur tertua keempat yang masih beroperasi di seluruh Jepang, dan telah ditetapkan sebagai properti budaya berwujud terdaftar nasional. Arsitektur modern yang menawan berpadu dengan lanskap hijau ala negara tropis menjadikannya tempat yang sangat baik untuk berfoto. Menyelesaikan belanja oleh-oleh di ‘Miyazaki Bussankan KONNE’ yang berdekatan juga merupakan langkah yang cerdas.
Lebih lanjut, setelah sore hari, mari kita kunjungi distrik hiburan terbesar di Kota Miyazaki, yaitu ‘Nishi-Tachi’ (Nishitachidori). Di gang-gang sempit yang diterangi lampion merah, berjejer restoran terkenal yang menyajikan ayam panggang arang jidori favorit penduduk lokal, gyoza Miyazaki, dan kamage-udon sebagai penutup. Karena tempat-tempat populer sering penuh di malam hari, cara menikmati yang sesungguhnya adalah dengan memulai kunjungan pertama lebih awal, sekitar pukul 17.00-18.00, lalu berpindah ke 2-3 tempat lainnya.
[Tips] Apakah Mobil Diperlukan? Kondisi Transportasi dan Perjalanan Nyata di Miyazaki
Mengingat Miyazaki memiliki wilayah yang luas dari utara ke selatan, banyak wisatawan mungkin khawatir, ‘Apakah akan merepotkan tanpa mobil?’. Kesimpulannya, jika Anda hanya ingin menikmati pusat Kota Miyazaki dan area sekitar Aoshima secara ringkas, transportasi umum (kereta api dan bus) sudah sangat memadai. Misalnya, dari Stasiun Miyazaki ke Aoshima dapat diakses dalam sekitar 40 menit dengan Jalur JR Nichinan, memungkinkan Anda menikmati perjalanan kereta lokal yang santai.
Namun, jika jadwal perjalanan Anda mencakup perjalanan ke selatan menyusuri Pantai Nichinan hingga Sun Messe Nichinan dan Kuil Udo, atau jika Anda ingin menikmati pemandangan indah di daerah Takachiho, menyewa mobil adalah suatu keharusan. Kesalahan paling umum dalam wisata Miyazaki adalah ‘salah memperkirakan jarak tempuh sehingga kehabisan waktu’. Sebaiknya, sewa mobil di sekitar bandara dan rencanakan rute yang efisien dengan mempertimbangkan cost-performance (tai-pa, waktu/performa), seperti berkendara di sepanjang Pantai Nichinan dan menikmati makan siang dengan pemandangan menakjubkan di ‘Michi-no-Eki Phoenix’.
[Tips] Rasakan Kehangatan Chicken Nanban dan Kuliner Lokal
Jika Anda mengunjungi Miyazaki, salah satu kuliner wajib yang tidak boleh dilewatkan adalah ‘Chicken Nanban’. Sebenarnya, ada dua aliran utama Chicken Nanban: satu gaya di mana saus tartar melimpah dituangkan setelah dicelupkan ke dalam saus manis-asam, dan satu lagi yang hanya dinikmati dengan saus manis-asam tanpa saus tartar.
Jika Anda menginap di Kota Miyazaki, disarankan untuk mencoba rasa klasik di restoran terkenal yang disebut ‘tempat suci’ bagi penggemar saus tartar. Pada waktu makan siang, antrean pasti panjang, tetapi Anda pasti akan terkesima oleh kehangatan dan porsi besar yang sepadan dengan antrean. Nikmati Chicken Nanban untuk makan siang, lalu di malam hari, santap ayam jidori dengan yuzu kosho di Nishi-Tachi, dan akhiri dengan Karamen, mie pedas khas daerah. Pastikan untuk memperhitungkan kapasitas perut Anda saat menantang Miyazaki, gudang harta kuliner!
