Pengantar: Selamat Datang di Kurashiki, Kota yang Kaya akan Jejak Sejarah Tenryo dan Budaya
Ketika berbicara tentang destinasi wisata populer di Prefektur Okayama, ‘Kurashiki’ adalah nama yang langsung muncul di benak. Berkembang pesat sebagai wilayah yang dikelola langsung oleh Keshogunan Edo (tenryo) dan pusat distribusi barang, kota ini memadukan keindahan arsitektur gudang berdinding putih yang kental dengan jejak masa lalu, serta bangunan modern yang dengan cepat mengadopsi budaya Barat.
Namun, daya tarik Kurashiki tidak hanya terletak pada ‘keindahan lanskap kotanya’ semata. Tersembunyi di baliknya adalah drama sejarah yang mendalam, seperti koleksi seni kelas dunia yang lahir dari gairah seorang pengusaha dan seorang pelukis, serta arsitektur rumah tuan tanah penting yang telah menjadi saksi bisu gejolak akhir zaman Edo.
Dalam artikel ini, kami akan memilih dengan cermat destinasi wisata Kurashiki yang wajib dikunjungi, mulai dari wisatawan dengan waktu terbatas hingga mereka yang ingin menikmati jalan-jalan santai. Kami akan menyajikan tips perjalanan yang memuaskan di Kurashiki, lengkap dengan informasi mendalam seperti waktu kunjungan terbaik, kiat menghindari keramaian, dan latar belakang sejarah.
Kurashiki Bikan Historical Quarter
📍 Alamat: 1 Chome-4 Chuo, Kurashiki, Okayama 710-0046, Jepang
‘Kurashiki Bikan Historical Quarter’ adalah daya tarik utama wisata Kurashiki dan telah ditetapkan sebagai Kawasan Pelestarian Kelompok Bangunan Tradisional Penting Nasional. Pemandangan pohon willow yang melambai di sepanjang Sungai Kurashiki, serta rumah gudang berdinding putih dan dinding namako, menciptakan spot foto yang indah dan menenangkan hati hanya dengan berjalan-jalan. Suasana yang mengingatkan pada pergerakan perahu sungai yang mengangkut barang di zaman Edo akan membawa wisatawan modern kembali ke masa lalu dalam sekejap.
Salah satu pengalaman yang wajib dicoba adalah ‘Kurashiki River Boat Tour’ di mana seorang nahkoda dengan topi bambu (sugagasa) mengemudikan perahu hanya dengan satu dayung. Pemandangan jalanan berdinding putih dari atas air menawarkan perspektif yang sama sekali berbeda. Namun, perlu diingat bahwa tiket hanya dijual sebagai ‘tiket hari itu’ mulai pukul 9 pagi di Pusat Informasi Wisata Kurashikikan, jadi sangat disarankan untuk segera membelinya setibanya Anda di sana.
Selain itu, Kurashiki Bikan Historical Quarter dikenal indah tidak hanya pada hari yang cerah, tetapi juga saat hujan gerimis, di mana suasana justru semakin mempesona. Batu-batu yang basah oleh hujan berkilauan lembut, dan jumlah orang berkurang, menjadikannya kondisi yang ideal untuk menikmati jalan-jalan yang tenang. Di sekitar jalan Honmachi, terdapat banyak kafe yang direnovasi dari rumah-rumah tua, toko selotip washi (masking tape) asli Kurashiki, dan toko jeans lokal, sehingga Anda dapat menikmati aneka kuliner dan berbelanja sepuasnya.
Kurashiki Yoimachi Garden
📍 Alamat: 1 Chome-4-22 Chuo, Kurashiki, Okayama 710-0046, Jepang
Untuk menanggapi suara wisatawan yang mengatakan ‘banyak toko di Bikan Historical Quarter tutup saat senja dan menjadi sepi’, maka lahirlah fasilitas budaya multifungsi ‘Kurashiki Yoimachi Garden’ dengan konsep ‘tempat yang ingin dikunjungi bahkan setelah menunggu senja’. Terletak sedikit menyempil dari jalan utama Bikan Historical Quarter, tempat ini populer sebagai spot tersembunyi untuk bersantai jauh dari keramaian.
Di dalam area ini terdapat taman bambu yang indah yang dapat dijelajahi secara gratis, di mana Anda dapat menikmati kesejukan sambil mendengarkan desir bambu yang tertiup angin, suara lonceng angin, dan melihat ikan koi berenang di kolam. Pada siang hari, disarankan untuk menikmati parfait buah atau es krim mewah yang terbuat dari persik putih atau muscat, khas ‘Kerajaan Buah’ Okayama, di ‘Parlor Kudamono Komachi’ yang terhubung. Anda akan disambut oleh staf yang mengenakan seragam lucu bergaya Taisho Roman.
Dan daya tarik terbesarnya adalah taman bambu di malam hari yang diterangi cahaya lampu setelah matahari terbenam. Hutan bambu yang secara fantastis muncul di tengah kegelapan sangat romantis dan menciptakan suasana dewasa yang sama sekali berbeda dari siang hari. Jika Anda berjalan-jalan di Bikan Historical Quarter pada malam hari, ini adalah tempat relaksasi yang wajib Anda kunjungi.
Museum Seni Ohara
📍 Alamat: 1 Chome-1-15 Chuo, Kurashiki, Okayama 710-8575, Jepang
Ini adalah museum swasta yang dibanggakan Jepang di mata dunia, bahkan dikatakan bahwa ‘melewati tempat ini saat berada di Kurashiki sama saja dengan meninggalkan Paris tanpa melihat Museum Louvre’. Dengan dukungan dari pengusaha Kurashiki, Magosaburo Ohara, pelukis Torajiro Kojima pergi ke Eropa dan dengan penuh semangat mempertaruhkan nyawanya untuk mengumpulkan koleksi seni kelas atas dengan tujuan ‘menunjukkan karya asli kepada seniman muda Jepang’.
Saat Anda melangkah masuk ke gedung utama bergaya kuil Yunani, Anda akan disambut langsung dengan karya-karya master seperti ‘Annunciation’ karya El Greco (lukisan terkenal yang keberadaannya di Jepang dianggap sebagai keajaiban), ‘Water Lilies’ karya Claude Monet, serta karya-karya Picasso, Gauguin, dan Matisse. Sebagai informasi, di kolam halaman tengah, bunga lili air asli yang dicangkok dari Giverny, Prancis, tempat taman Monet berada, masih mekar hingga saat ini.
Saat menikmati pameran, pastikan untuk menggunakan ‘panduan audio’. Selain deskripsi karya seni, diceritakan pula drama mengharukan tentang bagaimana Torajiro berhasil membeli lukisan-lukisan terkenal tersebut, yang akan sangat meningkatkan kepuasan Anda. Selain gedung utama, ‘Crafts and Oriental Art Wing’ yang memamerkan karya-karya Shiko Munakata dan Kanjiro Kawai di dalam gudang beras yang kokoh juga wajib dikunjungi. Ini adalah area yang sangat direkomendasikan dan akan memberikan ketenangan mendalam, di mana kehangatan seni rakyat (mingei) dan arsitektur Kurashiki berpadu sempurna. Alokasikan waktu minimal 2 jam, dan jika Anda ingin menikmati dialog yang tenang, kunjungan ‘pagi hari di hari kerja’ adalah yang terbaik.
Yurin-so (Kediaman Keluarga Ohara)
📍 Alamat: 1 Chome-3-18 Chuo, Kurashiki, Okayama 710-0046, Jepang
Bangunan yang menarik perhatian dengan atap genteng berwarna hijau mengkilap yang unik, terletak tepat di seberang Museum Seni Ohara, adalah ‘Yurin-so’. Dibangun pada tahun 1928 oleh Magosaburo Ohara untuk istrinya, Sueko, yang sakit-sakitan, ini adalah bekas vila keluarga Ohara yang kemudian juga digunakan sebagai penginapan bagi Kaisar Showa dan tempat menerima tamu penting. Di kalangan masyarakat setempat, tempat ini akrab disebut ‘Istana Hijau’.
Genteng berwarna hijau indah ini adalah genteng berlapis glasir yang dipesan khusus dari pengrajin genteng di Senshu Sakai. Konon, harga per genteng pada masa itu setara dengan sekitar ‘30.000 yen per genteng’ jika dikonversi ke nilai mata uang sekarang, menjadikannya barang yang sangat mewah. Struktur unik yang memadukan arsitektur gaya Barat dan arsitektur tradisional Jepang modern dirancang oleh Keiichiro Yakushiji (bagian bergaya Jepang dibimbing oleh Chuta Ito), sama seperti Museum Seni Ohara. Hanya dengan mengagumi eksterior dan mengambil foto pun sudah sangat bernilai.
Saat ini tidak ada yang tinggal di sana, dan biasanya fasilitas ini bersifat tertutup dengan gerbang yang terkunci. Namun, dibuka secara khusus terbatas pada musim liburan musim semi dan musim gugur. Selama periode pembukaan khusus, seringkali diadakan pameran seni kontemporer, memungkinkan Anda menikmati perpaduan antara bangunan bersejarah dan seni mutakhir. Jika waktu perjalanan Anda bertepatan dengan periode pembukaan khusus, jangan ragu untuk mengunjunginya (harap diperhatikan bahwa jam tutupnya lebih awal).
Kediaman Keluarga Ohashi
📍 Alamat: 3 Chome-21-31 Achi, Kurashiki, Okayama 710-0055, Jepang
‘Kediaman Keluarga Ohashi’ yang berjarak sedikit berjalan kaki dari Bikan Historical Quarter adalah arsitektur rumah kota (machiya) berharga yang ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Nasional. Keluarga Ohashi adalah pedagang kaya (shinroku) terkemuka di Kurashiki pada zaman Edo, yang mengumpulkan kekayaan besar melalui pengembangan lahan sawah baru dan tambak garam. Mereka bahkan menyumbangkan seribu ryo (setara dengan sekitar 100 juta yen saat ini) selama masa kelaparan, sehingga diizinkan untuk menggunakan nama keluarga dan membawa pedang (myoji taito).
Fitur terbesarnya adalah memiliki ‘gerbang nagaya’ yang berstatus tinggi, yang biasanya tidak diizinkan untuk rumah kota biasa. Saat Anda melangkah masuk ke dalam area, Anda akan melihat gaya hidup masa lalu yang terpelihara dengan baik, dan Anda akan terpukau oleh upaya formalitas untuk menyambut tamu, serta keindahan ikebana (seni merangkai bunga) yang menghiasi setiap sudut ruangan. Jika beruntung, Anda bahkan bisa mendengar langsung cerita di balik bangunan dan sejarahnya dari staf yang sedang merawatnya.
Dan jika Anda memiliki perspektif yang lebih mendalam, latar belakang sejarah keterlibatan keluarga Ohashi ini dalam ‘Insiden Kurashiki Asao’ (serangan Brigade Kiheitai Kedua terhadap kantor daikan Kurashiki) yang terjadi selama periode gejolak akhir zaman Edo juga merupakan poin menarik. Insiden yang dipicu oleh Keinosuke Ohashi (Son’ichiro Tateishi), anak angkat keluarga Ohashi, juga memengaruhi nasib keluarga Ohashi setelahnya. Setelah menjelajahi kediaman sambil merasakan romansa sejarah, disarankan untuk bersantai dan menikmati suasana peninggalan di ‘Nagaya-mon Coffee Shop’ yang terletak di sebelahnya (harap perhatikan hari libur).
Tips untuk Menikmati Wisata Kurashiki 120%
Untuk menikmati Kurashiki Bikan Historical Quarter dengan lebih nyaman dan mendalam, ‘waktu kunjungan’ dan ‘persiapan transportasi’ adalah kuncinya.
Pertama, waktu terbaik untuk berkunjung adalah ‘pagi hari’ dan ‘saat senja’. Meskipun pada siang hari di akhir pekan sangat ramai, jika Anda berjalan-jalan sekitar pukul 8 pagi, Anda dapat menikmati jalanan berdinding putih yang diselimuti ketenangan sendirian dan mengambil foto terbaik. Rute langsung menuju Museum Seni Ohara saat dibuka pukul 9 pagi adalah cara terbaik dan paling klasik. Selain itu, dari senja hingga malam hari, pencahayaan yang diproduksi oleh Motoko Ishii akan menyala, menyelimuti area tersebut dengan keindahan fantasi yang berbeda dari siang hari.
Mengenai transportasi, jika Anda berkunjung dengan mobil, mencari tempat parkir bisa menjadi kendala. Biaya parkir di tempat parkir yang dekat dengan pusat Bikan Historical Quarter cenderung sangat tinggi, jadi menggunakan tempat parkir umum atau parkir koin yang berjarak 10-15 menit berjalan kaki dapat membantu menghemat biaya parkir.
Terakhir, seimbangkan antara ‘menjelajah kuliner’ dan ‘menikmati budaya’. Meskipun Bikan Historical Quarter penuh dengan godaan kuliner, fasilitas budaya seperti Museum Seni Ohara dan Kediaman Keluarga Ohashi membutuhkan waktu yang cukup banyak untuk dinikmati dengan saksama. Dengan menentukan poin-poin mana yang ‘pasti akan saya luangkan waktu lebih lama untuk melihatnya’ sebelumnya, Anda dapat menikmati perjalanan Kurashiki yang bermakna tanpa terburu-buru.
