Istana Ubud
📍 Alamat: F7V7+72R, Jl. Raya Ubud No.8, Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571 Indonesia
Ubud, pusat seni dan budaya di Bali. Di jantung kota inilah terletak destinasi ikonik yang bisa dibilang titik awal wisata Ubud, yaitu ‘Istana Ubud (Puri Saren Agung)’. Dahulu kala, ini adalah istana keluarga kerajaan Sukawati yang memerintah wilayah ini, dan hingga kini, keturunan kerajaan masih tinggal di bagian belakang kompleks, menjadikannya istana yang sangat berharga dan masih aktif.
Saat memasuki kompleks, Anda akan disambut dengan gerbang bata merah berukir indah dan dekorasi Hindu Bali yang memukau. Area pribadi keluarga kerajaan tidak boleh diakses, namun bagian halaman depan yang terbuka untuk umum bisa dijelajahi siapa saja secara gratis. Area yang terbuka tidak terlalu luas, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk berkeliling santai hanya sekitar 10-15 menit. Ini adalah spot sempurna untuk singgah sebentar saat berbelanja di Pasar Ubud atau berjalan-jalan di kota.
Meskipun ukurannya kompak, begitu melangkah masuk, Anda akan merasakan suasana misterius yang kaya akan nuansa sejarah. Jika beruntung, Anda mungkin bisa menyaksikan upacara tradisional Bali seperti pemakaman kerajaan, merasakan semangat nyata budaya dan kepercayaan yang masih hidup hingga kini.
Mabuk dalam Tarian Tradisional dan Gamelan di Istana Ubud Malam Hari
Pesona Istana Ubud yang sebenarnya dimulai setelah matahari terbenam. Setiap malam, pertunjukan tari tradisional Bali (seperti Tari Legong) dan musik gamelan diadakan di halaman depan istana. Tiket seharga 100.000 Rupiah, dan anak-anak di bawah 5 tahun gratis. Dengan harga yang begitu terjangkau, Anda dapat menikmati seni otentik dengan latar belakang istana bersejarah, sebuah pengalaman mewah yang khas Ubud.
Tips Mendapatkan Kursi Terbaik dan Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menonton
Tari tradisional sangat populer di kalangan wisatawan, dan tiket dapat dibeli langsung dari staf di sekitar istana pada hari pertunjukan. Kursi tidak bernomor, melainkan gaya ‘siapa cepat dia dapat’. Oleh karena itu, jika Anda ingin merasakan langsung tarian yang memukau, gerakan jari yang halus, dan semangat para penabuh gamelan dari dekat, datang lebih awal adalah kuncinya. Untuk pertunjukan Sabtu, misalnya, 15 menit sebelum dimulai, 80% kursi mungkin sudah terisi, jadi sangat disarankan untuk tiba setidaknya 30 menit sebelumnya untuk mengamankan kursi di barisan depan dengan pemandangan terbaik.
Selain itu, karena venue berada di luar ruangan, Anda mungkin saja terkena hujan deras secara tiba-tiba. Baik di musim hujan maupun kemarau, sebaiknya membawa perlengkapan hujan sebagai antisipasi. Meskipun malam hari, suasana luar ruangan bisa terasa panas dan lembap, jadi bagi wisatawan yang membawa anak kecil, penting untuk mengambil kursi di dekat lorong agar bisa keluar-masuk dengan mudah tanpa mengganggu. Nikmati pertunjukan fantastis yang disajikan di lokasi yang menakjubkan ini dengan persiapan matang.
