- Selamat Datang di Chongqing, ‘Kota Tiga Dimensi’ Tempat Cyberpunk dan Sejarah Abadi Bertemu
- Hongyadong Chongqing (Pintu Barat Laut)
- Kota Tua Ciqikou
- Alun-Alun Chaotianmen Chongqing
- Kereta Gantung Sungai Yangtze
- Jembatan Tiga Alam Surgawi (Tiansheng Sanqiao)
- Tips Bertahan Hidup di Chongqing untuk Menikmati Perjalanan 120%
Selamat Datang di Chongqing, ‘Kota Tiga Dimensi’ Tempat Cyberpunk dan Sejarah Abadi Bertemu
Chongqing, sebuah kota setingkat provinsi yang terletak di barat daya Tiongkok. Terletak di antara dua sungai besar, Sungai Yangtze dan Sungai Jialing, serta dikelilingi oleh pegunungan bergelombang dengan gedung-gedung pencakar langit yang padat, kota ini juga dikenal sebagai ‘Kota Gunung’. Belakangan ini, Chongqing menarik perhatian wisatawan di seluruh dunia sebagai ‘dunia cyberpunk’ dan ‘kota ajaib 8D’, dengan monorel yang menembus gedung-gedung, kereta gantung melintasi langit, dan bangunan tradisional yang bersinar menempel di tebing.
Dalam artikel ini, kami akan memperkenalkan 5 tempat wisata pilihan di Chongqing yang wajib Anda kunjungi untuk merasakan energi kota ini secara langsung. Mulai dari jalanan kota tua berusia ribuan tahun, formasi karst Warisan Dunia yang menjadi lokasi syuting film Hollywood, hingga budaya hotpot mala asli yang membuat lidah kebas, kami akan mengupas tuntas pesona mendalam Chongqing. Jika Anda sudah menyiapkan sepatu yang nyaman dan obat maag, mari kita selami kota Chongqing yang penuh semangat ini!
Hongyadong Chongqing (Pintu Barat Laut)
📍 Alamat: Chong Qing Shi, Yu Zhong Qu, Jia Ling Jiang Bin Jiang Lu, Zhiyanye Street 37, Tiongkok, Kode Pos: 400011
Jika berbicara tentang pemandangan malam Chongqing yang ikonik dan menakjubkan, itu adalah Hongyadong. Kompleks komersial ini, yang dibangun menempel di tebing curam di sepanjang Sungai Jialing, dengan indah menghidupkan kembali gaya arsitektur tradisional Chongqing, yaitu ‘Diaojiaolou’ (rumah panggung). Saat malam tiba dan ribuan lampu emas menyala, pemandangan fantastis dan megah terhampar, seolah-olah rumah pemandian dari film ‘Spirited Away’ muncul di dunia nyata.
Di dalam bangunan setinggi 11 lantai ini, terdapat toko suvenir, restoran, kios jajanan kaki lima, bahkan studio penyewaan pakaian tradisional, yang semuanya berpadu dalam suasana semarak seperti festival. Tip lokal yang wajib Anda ingat di sini adalah menjelajah ‘dari atas ke bawah’. Masuklah dari pintu masuk di lantai teratas (lantai 11), lalu gunakan tangga atau eskalator untuk turun ke lantai bawah. Ini adalah trik agar tidak cepat lelah (lift selalu antrean panjang dan sulit untuk naik).
Selain itu, saat berada di dalam bangunan, Anda tidak dapat melihat keseluruhan struktur raksasa ini. Untuk mengambil foto pemandangan terbaik secara keseluruhan, paling baik adalah melihatnya dari tepi sungai, dari atas Jembatan Qiansimen (Jembatan Chansumen) yang berdekatan, atau menyeberang ke sisi seberang sungai. Pada malam hari libur, tempat ini sangat ramai hingga terasa seperti antrean domino, jadi pastikan Anda waspada terhadap pencopet dan kenakan pakaian yang memudahkan Anda bergerak.
Kota Tua Ciqikou
📍 Alamat: Shapingba, Chongqing, Tiongkok, Kode Pos: 400038
Ketika Anda sedikit menjauh dari pusat kota Chongqing yang dipenuhi gedung pencakar langit dengan menaiki kereta bawah tanah, tiba-tiba Anda akan menemukan pemandangan seolah-olah Anda telah melakukan perjalanan waktu. ‘Kota Tua Ciqikou’ adalah kota pelabuhan berusia lebih dari 1000 tahun yang didirikan pada Dinasti Song, dan mencapai kejayaannya selama Dinasti Ming dan Qing dengan produksi keramik serta transportasi air di Sungai Jialing. Dulunya dikenal sebagai ‘Longyin Zhen’, kini menjadi area populer yang sangat melestarikan suasana kota tua tradisional Chongqing.
Di kedua sisi gang berbatu, deretan bangunan kayu tua dengan lampion merah bergoyang, serta kafe, kedai teh, dan toko kerajinan tangan berjejer. Kesenangan utama di sini adalah berwisata kuliner yang penuh semangat! Yang tidak boleh dilewatkan adalah ‘Chen Mahua’, gorengan khas Chongqing yang berbentuk ulir. Dengan tekstur renyah dan rasa pedas lada Sichuan yang menggigit, rasanya sangat adiktif sehingga antrean tak pernah putus. Selain itu, penduduk lokal sangat merekomendasikan ‘bumbu hotpot’ dalam bentuk blok sebagai oleh-oleh. Sambil berjalan di jalanan yang beraroma rempah kuat, mencoba Chongqing Xiaomian (mi pedas) atau jajanan kaki lima yang sedikit eksotis seperti pupa juga merupakan pengalaman menarik.
Jalan utama Ciqikou Zhengjie sangat ramai hingga bahu saling bersentuhan, tetapi jika Anda masuk ke gang belakang, Anda akan menemukan pemandangan kehidupan sehari-hari yang tenang di mana para pengrajin bambu bekerja. Jika Anda lelah berjalan, cobalah mengunjungi ‘Kuil Baolun’ yang berada di dataran tinggi. Dari sana, Anda dapat menikmati pemandangan kontras yang indah antara deretan atap genteng tua dengan gedung-gedung modern Chongqing.
Alun-Alun Chaotianmen Chongqing
📍 Alamat: HH8Q+J4V, Chang Jiang Bin Jiang Lu, Yu Zhong Qu, Chong Qing Shi, Tiongkok 400062
Tempat di mana Anda dapat merasakan keunikan geografis kota Chongqing secara paling dinamis adalah ‘Alun-Alun Chaotianmen’. Ini adalah titik terdepan pusat kota Chongqing, ibarat ‘hidung’ kota, tempat pertemuan megah Sungai Yangtze, sungai induk Tiongkok, dengan anak sungainya, Sungai Jialing. Garis batas di mana air Sungai Yangtze yang kuning kecoklatan bercampur dengan air Sungai Jialing yang hijau tua, menunjukkan betapa besar kekuatan alam.
Chaotianmen, yang sejak zaman dahulu merupakan pusat penting transportasi air, juga merupakan tempat bersejarah di mana Bea Cukai Chongqing didirikan pada tahun 1891 dan dibuka untuk dunia. Saat ini, di belakang alun-alun, menjulang kompleks raksasa ‘Raffles City Chongqing (Lai Fu Shi)’ yang menjadi perbincangan karena desain futuristiknya, menjadikannya landmark yang melambangkan Chongqing masa kini, tempat sejarah lampau dan pembangunan mutakhir berdampingan.
Menikmati pemandangan kapal-kapal yang berlalu lalang sambil merasakan angin sungai di siang hari memang menyenangkan, tetapi pesona sejati Chaotianmen terasa pada malam hari. Cahaya berkilauan kapal pesiar yang terpantul di permukaan sungai, penerangan Jembatan Sungai Yangtze Chaotianmen Chongqing, dan pemandangan malam panorama yang dibentuk oleh gedung-gedung di seberang sungai sangatlah indah. Bagi wisatawan yang ingin menikmati lebih dalam, sangat disarankan untuk naik ‘Pelayaran Malam (Liangjiangyou)’ yang berangkat dari sini dan menikmati pemandangan malam cyberpunk 360 derajat dari atas kapal.
Kereta Gantung Sungai Yangtze
📍 Alamat: HH5M+34J, Xin Hua Lu, Yu Zhong Qu, Chong Qing Shi, Tiongkok 400012
‘Kereta Gantung Sungai Yangtze’ (ropeway) yang lahir pada tahun 1987, merupakan infrastruktur transportasi unik Chongqing yang terbagi oleh sungai dan memiliki topografi berbukit. Dulunya digunakan sehari-hari oleh warga sebagai ‘bus terbang’ untuk bepergian ke seberang sungai, namun kini, dengan berkembangnya jembatan dan kereta bawah tanah, telah berubah menjadi objek wisata super populer yang menawarkan pengalaman berjalan-jalan di udara Chongqing.
Dimulai dari celah antara gedung-gedung, meluncur di samping apartemen, dan melintasi langit di atas Sungai Yangtze yang luas sejauh sekitar 1.166 meter, perjalanan sekitar 3 menit ini terasa seperti atraksi yang mendebarkan. Anda dapat menikmati pemandangan aneh dan menakjubkan yang tidak dapat ditemukan di tempat lain, dengan arus deras bergelombang di bawah dan gedung-gedung pencakar langit menjulang di sekeliling. Terutama perjalanan saat senja hingga malam hari adalah momen kebahagiaan yang diselimuti pemandangan malam indah seperti perpaduan Hong Kong dan Shanghai.
Namun, karena ini adalah tempat yang sangat populer, Anda harus siap menunggu lebih dari satu jam. Ada juga banyak ulasan yang menyebutkan bahwa jika orang asing membeli tiket di loket berawak dengan menunjukkan paspor, hanya pembayaran tunai yang diterima, jadi pastikan Anda menyiapkan uang kertas yuan dalam jumlah kecil. Rute yang efisien dan direkomendasikan adalah naik satu arah saja, lalu menjelajahi jalan-jalan retro seperti Jalan Tua Longmenhao di Distrik Nanan di seberang sungai, kemudian kembali ke pusat kota dengan kereta bawah tanah.
Jembatan Tiga Alam Surgawi (Tiansheng Sanqiao)
📍 Alamat: Wulong County, Chongqing, Tiongkok CQHW+95R, Kode Pos: 408513
Jika Anda ingin menjauh dari hiruk pikuk dan gemerlap kota Chongqing serta merasakan keagungan alam, perjalanan sehari ke ‘Jembatan Tiga Alam Surgawi (Tiansheng Sanqiao)’ adalah suatu keharusan. Terletak di Distrik Wulong, sekitar 2-3 jam perjalanan mobil atau bus dari pusat Chongqing, situs pemandangan ini terdaftar sebagai Situs Warisan Alam Dunia UNESCO pada tahun 2007 sebagai bagian dari ‘Karst Tiongkok Selatan’. Tiga jembatan batu alam raksasa, yaitu Jembatan Tianlong, Jembatan Qinglong, dan Jembatan Heilong, yang terbentuk oleh pergerakan kerak bumi dan erosi air bawah tanah sejak 100 juta tahun lalu, benar-benar merupakan karya seni yang diciptakan oleh Bumi.
Rute kunjungan sangat mendebarkan sejak awal. Anda akan naik lift putar berlapis kaca yang dipasang di sisi tebing curam dan langsung turun ke dasar lembah. Lengkungan jembatan batu setinggi 200-300 meter yang terlihat dari bawah memberikan skala yang sangat besar hingga membuat Anda merasa kecil. Jalur pejalan kaki di dasar lembah sejuk sepanjang tahun, memungkinkan Anda untuk berjalan santai selama sekitar 2-3 jam sambil mendengarkan gemericik sungai.
Tempat ini juga terkenal sebagai lokasi syuting film Hollywood ‘Transformers: Age of Extinction’ dan film sutradara Zhang Yimou ‘Curse of the Golden Flower’. Di dasar lembah, terdapat bangunan kayu megah ‘Tianfu Guanyi’ (bekas pos penginapan) yang dibangun sebagai set film, dan kontras antara kehijauan subur dengan permukaan batu hitam menjadikannya spot foto terbaik. Dari pintu keluar, tersedia juga bus menuju ngarai besar ‘Longshuixia Difeng’ yang berdekatan, jadi sangat direkomendasikan untuk menjelajahi keindahan formasi karst sepanjang hari. Karena jalurnya terus menanjak dan menurun serta licin, sangat disarankan untuk mengenakan sepatu trekking saat berkunjung.
Tips Bertahan Hidup di Chongqing untuk Menikmati Perjalanan 120%
Kota Chongqing, karena perbedaan ketinggiannya, sering disebut sebagai ‘kota di mana peta datar tidak berguna’. Fenomena aneh seperti masuk ke gedung mengira itu lantai 1, naik lift ke lantai 10 dan keluar ternyata itu jalanan (tanah) lain… adalah hal yang biasa terjadi. Oleh karena itu, meskipun jarak perjalanan terlihat pendek, seringkali akan ada tangga curam atau jalan menanjak, jadi sangat penting untuk mengunjungi dengan ‘sepatu sneaker yang nyaman’ saat bepergian.
Selain itu, Chongqing adalah ‘tanah suci hotpot’. Hanya dengan berjalan kaki di jalanan, aroma lada Sichuan (huajiao) dan cabai yang menggoda akan tercium. Hotpot asli di sini memiliki jumlah minyak dan tingkat kepedasan yang jauh berbeda dari yang ada di Jepang. Bagi Anda yang khawatir dengan kondisi perut, nikmati cita rasa lokal sesuai kemampuan dengan memesan ‘weil`a’ (sedikit pedas) atau ‘yuanyang guo’ (hotpot dua rasa) yang memadukan sup pedas dan tidak pedas.
Dari warisan alam panorama yang menakjubkan, kota tua bersejarah yang penuh semangat, hingga pemandangan malam seperti kota futuristik. Chongqing adalah destinasi unik yang akan menyenangkan dan menghancurkan asumsi umum para pengunjung. Gunakan artikel ini sebagai referensi dan nikmati perjalanan mendalam Anda di Chongqing!
