Düsseldorf, sebuah kota di Jerman bagian barat. Meskipun banyak yang mengira sebagai ‘kota bisnis’ karena banyaknya perusahaan Jepang yang berinvestasi di sana, sebenarnya Düsseldorf adalah salah satu pusat seni dan mode terkemuka di Eropa, serta kota wisata yang membanggakan pemandangan kota yang elegan, bahkan Napoleon pun memujinya sebagai ‘Paris Kecil’.
Ada banyak tempat menarik yang tersebar di kota ini, tetapi rahasia untuk menikmati kota ini secara maksimal adalah dengan memusatkan perhatian pada spot-spot utama yang memungkinkan Anda merasakan nuansa lokal secara mendalam, daripada mengunjungi semuanya secara terburu-buru seperti membaca katalog. Dalam artikel ini, kami akan memperkenalkan pilihan tempat wisata yang wajib dikunjungi wisatawan, lengkap dengan sejarah mendalam dan cara menikmatinya ala penduduk lokal.
Königsallee
📍 Alamat: Königsallee 71, 40215 Düsseldorf, Jerman
Jika berbicara tentang simbol Düsseldorf, tidak diragukan lagi adalah ‘Königsallee’ (biasa disebut ‘Kö’). Jalan raya yang membentang dari utara ke selatan di pusat kota ini ditandai oleh kanal indah di tengahnya dan deretan pohon kastanye yang rindang di tepiannya, dikenal sebagai salah satu jalan perbelanjaan mewah terindah di dunia.
Di sisi timur, deretan merek fesyen internasional terkemuka dan toko perhiasan mewah berjajar, dan sekadar berjalan-jalan sambil mengagumi pajangan jendela yang detail dan canggih sudah menjadi pengalaman istimewa yang tak tertandingi. Sementara itu, di sisi barat terdapat deretan gedung bank bersejarah dan kafe-kafe berkelas.
Daya tarik Königsallee tidak hanya sebatas ‘distrik perbelanjaan mewah’. Dari musim semi hingga musim panas, Anda bisa melihat keluarga bebek dan angsa yang lucu mengikuti induknya di rerumputan kanal, serta tempat ini ramai dengan penduduk lokal yang bersepeda atau berjalan-jalan. Setelah berbelanja, nikmati kemewahan khas Düsseldorf dengan bersantai perlahan di kafe elegan di pinggir jalan, menyeruput kopi sambil merasakan angin yang berembus di atas permukaan air.
Marktplatz
📍 Alamat: Marktpl., 40213 Düsseldorf, Jerman
Marktplatz terletak di pusat ‘Altstadt’ (Kota Tua), tidak jauh dari Sungai Rhine. Alun-alun ini, yang tak terpisahkan dari sejarah Düsseldorf, adalah tempat bersejarah yang pertama kali tercatat pada tahun 1392. Di sisi utara dan barat alun-alun, berdiri kokoh Balai Kota (Rathaus) bergaya Renaisans yang indah dengan bata merah, dibangun pada akhir abad ke-16. Di tengahnya, patung berkuda Pangeran-Elektor Jan Wellem yang megah, dibuat pada tahun 1711, menjaga kota.
Meskipun biasanya merupakan alun-alun yang megah dan tenang, Marktplatz berubah drastis saat ada acara musiman. Setiap tahun, selama musim karnaval di bulan Februari, tempat ini dipenuhi oleh kerumunan besar orang berkostum dan semaraknya parade. Sementara itu, di Pasar Natal yang dimulai akhir November, deretan pohon Natal mewah dan gubuk kayu (stan bergaya pondok gunung) dengan kerajinan tangan yang indah berjajar.
Terutama saat Natal, kincir ria antik yang dibuat sekitar 100 tahun lalu dan adegan Natal Kelahiran (Krippe) ukiran tangan seukuran manusia dipasang, menciptakan suasana romantis seolah seluruh kota tersihir. Menikmati kontras antara arsitektur Renaisans dan iluminasi sambil memegang segelas anggur panas (Glühwein) pasti akan menjadi kenangan terbaik bagi wisatawan di musim dingin.
Museum Seni Abad ke-20 Nordrhein-Westfalen
📍 Alamat: Grabbepl. 5, 40213 Düsseldorf, Jerman
Düsseldorf adalah ‘kota seni’ yang memiliki Akademi Seni, tempat seniman besar Joseph Beuys, yang memimpin seni kontemporer pasca-perang, mengajar. Inti dari seni tersebut adalah museum ini, yang dikenal dengan sebutan ‘K20’. Di dalam bangunan dengan fasad melengkung hitam yang khas, terdapat mahakarya seni abad ke-20 yang mendunia.
Museum ini membanggakan koleksi yang luar biasa, mulai dari mahakarya Kubisme dan Surealisme seperti Picasso, Kandinsky, Paul Klee, Dali, hingga Pop Art Amerika seperti Andy Warhol, bahkan Ekspresionisme Jerman. Pameran yang memanfaatkan ruang secara mewah memberikan waktu untuk merenungkan setiap karya secara mendalam.
Jika Anda ingin berkunjung di sela-sela tur, waktu pagi hari atau sore hari cenderung lebih lengang dan direkomendasikan. Bagi Anda yang tertarik tidak hanya dengan K20 tetapi juga ‘K21’, aneks khusus seni kontemporer, Anda bisa mendapatkan harga lebih hemat dengan membeli tiket terusan. Ini adalah spot wajib bagi wisatawan yang ingin merasakan seluruh suasana seni Jerman yang canggih.
Rheinturm
📍 Alamat: Stromstraße 20, 40221 Düsseldorf, Jerman
Simbol yang membentuk cakrawala Düsseldorf adalah ‘Rheinturm’ setinggi 241 meter. Terletak sekitar 15 menit berjalan kaki ke selatan di sepanjang Sungai Rhine dari Kota Tua, Anda bisa naik lift langsung ke dek observasi untuk menikmati pemandangan 360 derajat yang membentang dari aliran Sungai Rhine yang megah, deretan atap merah kecoklatan Kota Tua, hingga pusat pameran. Karena kaca yang miring, Anda juga dapat merasakan pengalaman mendebarkan melihat langsung ke bawah.
Daya tarik terbesar menara ini, dan sering luput dari perhatian wisatawan, adalah ‘jam digital terbesar di dunia (Lichtzeitpegel)’ yang terpasang di bagian tiang menara. Setelah matahari terbenam, jumlah lampu yang menyala di sisi menara, dari atas ke bawah, menunjukkan ‘jam, menit, dan detik’ dalam sistem desimal, sehingga Anda dapat membaca waktu yang akurat bahkan dari jauh. Saat berjalan-jalan di sepanjang Sungai Rhine di malam hari, cobalah pecahkan trik cahaya ini.
Lantai observasi juga berfungsi sebagai bar, di mana Anda bisa menikmati minuman sambil menyaksikan pemandangan indah. Pemandangan malam tentu saja indah, tetapi kunjungan dari ‘siang hari’ saat Anda dapat melihat detail bangunan dan kelokan Sungai Rhine dengan jelas, hingga ‘golden hour senja’, sangat direkomendasikan dan ideal untuk fotografi.
Rheinuferpromenade
📍 Alamat: Untere Rheinwerft, 40213 Düsseldorf, Jerman
Sebagai penutup jelajah kota Düsseldorf, Anda pasti ingin mengunjungi ‘Rheinuferpromenade’, sebuah jalur pejalan kaki yang terbentang antara Kota Tua dan Sungai Rhine. Dulunya adalah jalan yang ramai dengan lalu lintas, namun telah diubah menjadi ruang rekreasi tepi air yang indah bagi warga dan wisatawan berkat proyek terowongan bawah tanah.
Di sepanjang promenade, berderet banyak kafe, restoran, dan teras pub yang menyajikan Altbier, bir khas Düsseldorf. Tidak hanya turis, tetapi juga orang yang jogging, orang yang mengajak anjing jalan-jalan, dan penduduk lokal yang bercengkerama di bangku-bangku, menciptakan perpaduan yang memungkinkan Anda merasakan kehidupan sehari-hari dan semangat kota yang sesungguhnya.
Waktu terbaik untuk berkunjung tentu saja saat senja. Menyaksikan matahari terbenam yang indah di seberang sungai, ditemani angin sungai yang sejuk, dan memandangi kapal kargo Sungai Rhine yang lalu lalang. Di tangan ada Altbier hasil produksi lokal. Inilah cara paling mewah dan lokal bagi wisatawan yang mengunjungi Düsseldorf untuk menikmati waktu mereka.
Tips Menikmati Jelajah Kota Düsseldorf
Tempat-tempat wisata utama Düsseldorf terkumpul secara relatif kompak, membentang dari sekitar Kota Tua (Altstadt) hingga Königsallee dan sepanjang Sungai Rhine. Oleh karena itu, jika cuaca cerah, berjalan kaki adalah cara terbaik untuk menjelajahi kota.
Namun, karena banyak jalanan yang berbatu, sepatu kets atau sepatu datar yang nyaman untuk berjalan sangatlah penting. Perlu juga diingat bahwa, seperti banyak fasilitas di Jerman, supermarket dan beberapa toko sering tutup pada hari Minggu. Sebaliknya, museum dan galeri seni terkadang menawarkan masuk gratis atau diskon pada hari Minggu, jadi dengan merencanakan jadwal Anda dengan baik, perjalanan Anda bisa lebih memuaskan. Temukanlah tempat favorit spesial Anda di kota indah ini, di mana sejarah dan modernitas saling berpadu.
