Pengantar
Dikenal sebagai ‘Paris Timur Tengah’, Beirut adalah ibu kota Lebanon yang mempesona, di mana garis pantai Mediterania yang indah bertemu dengan kota bersejarah. Dari zaman Fenisia kuno hingga Kekaisaran Romawi dan Utsmaniyah, berbagai peradaban telah bertemu di kota ini, meninggalkan banyak warisan sejarah yang menakjubkan.
Namun, daya tarik Beirut bukan hanya sekadar ‘reruntuhan yang indah’. Makna terbesar mengunjungi kota ini adalah merasakan ‘ketahanan (resiliensi)’ masyarakatnya yang bangkit dengan kuat setelah melewati perang saudara yang panjang dan tragedi ledakan besar di pelabuhan pada tahun 2020 yang masih segar dalam ingatan.
Dalam artikel ini, kami akan memperkenalkan 5 destinasi wisata pilihan yang memungkinkan Anda merasakan sejarah dan suasana mendalam Beirut, baik untuk wisatawan jangka pendek maupun jangka panjang. Kami juga menyertakan banyak informasi nyata yang sangat dibutuhkan wisatawan, seperti akses transportasi dan informasi toilet, jadi pastikan untuk menjadikannya referensi.
Museum Nasional Beirut
📍 Alamat: National museum of Beirut, Mathaf, Lebanon
Untuk mempelajari lebih dalam tentang kekayaan sejarah kuno Lebanon, Museum Nasional Beirut adalah tempat yang wajib dikunjungi. Di lantai satu, dipamerkan sarkofagus Fenisia dan mosaik indah dari periode Romawi-Bizantium, menciptakan suasana sakral layaknya berjalan-jalan di museum terkenal di Eropa.
Kisah paling menyentuh dari museum ini adalah fakta bahwa selama 15 tahun perang saudara yang mengerikan, para staf kala itu mempertaruhkan nyawa mereka untuk melindungi ‘harta karun’ ini dengan melapisinya dengan beton. Meskipun tidak ada pameran sejarah modern, sarkofagus indah seorang pria dari kota Fenisia Tire dan istrinya, misalnya, mengungkapkan sejarah romantis bagaimana wanita Lebanon dihormati dan dicintai lebih dari 2000 tahun yang lalu.
Hal yang menyenangkan bagi wisatawan adalah terkadang Anda bisa beruntung mendapatkan hari masuk gratis. Dan setelah selesai melihat-lihat pameran, Anda pasti ingin mampir ke toko museum yang berada di luar area tiket. Toko ini menawarkan berbagai merchandise yang stylish dan ‘lucu’ yang jarang ditemukan di Beirut, bahkan layak untuk dikunjungi hanya demi toko ini. Disarankan untuk meluangkan waktu setidaknya 1 hingga 2 jam untuk menjelajahi museum secara menyeluruh.
Beit Beirut – Museum and Urban Cultural Center
📍 Alamat: VGP5+Q8X, Beirut, Lebanon
‘Beit Beirut (Rumah Beirut)’ adalah pusat budaya urban yang sangat mendalam dan berbeda dari tempat wisata glamor. Dulunya merupakan apartemen mewah bergaya Utsmaniyah yang dibangun pada tahun 1920-an (dikenal sebagai Yellow House atau Gedung Barakat), namun selama perang saudara sejak tahun 1975, karena lokasinya yang strategis, bangunan ini digunakan sebagai ‘sarang penembak jitu’ di zona pertempuran sengit.
Saat ini, bangunan sengaja tidak direstorasi sempurna, membiarkan bekas peluru yang tak terhitung jumlahnya tetap ada di dinding luar dan dalam, dan dibuka sebagai museum publik gratis. Pameran yang menggunakan proyeksi pemetaan, video, dan model tanah liat sangat interaktif, menampilkan tidak hanya sejarah perang saudara tetapi juga catatan menyakitkan dari ledakan besar di pelabuhan Beirut pada tahun 2020 secara rinci.
Di area di mana pengunjung dapat menuliskan perasaan mereka dalam surat, Anda akan kehilangan kata-kata saat merasakan keinginan tulus warga Lebanon akan perdamaian. Sebagai informasi praktis, museum ini dilengkapi dengan toilet yang sangat bersih dengan bidet manual, menjadi oasis yang melegakan bagi wisatawan. Perlu dicatat bahwa di sekitar area ini seringkali ada penjual anak-anak yang menargetkan turis, jadi lebih bijak untuk langsung menuju pintu masuk dengan taksi daripada berjalan-jalan kaki.
Masjid Mohammad Al-Amin
📍 Alamat: ساحة الشهداء، Bayrut, Lebanon
Masjid Mohammad Al-Amin yang menjulang tinggi di pusat kota Beirut adalah masjid raksasa dengan kubah biru yang mengingatkan pada Masjid Biru di Istanbul, dan dinding luar berwarna kuning keemasan. Dengan empat menara setinggi 65 meter, masjid yang selesai dibangun pada tahun 2008 ini menawarkan ketenangan dalam ruangnya yang luas dan bersih begitu Anda melangkah masuk.
Tepat di belakangnya terbentang reruntuhan pemandian Romawi, dan di sebelahnya berderet gereja Katolik—kontras ini adalah pemandangan simbolis khas Beirut yang kaya akan perpaduan berbagai agama dan sejarah. Di depan masjid terdapat ‘Lapangan Syuhada’ dengan patung yang masih memiliki bekas peluru, menceritakan kisah luka perang saudara dan konflik. Berjalan-jalan di sekitar area ini saja sudah bisa merasakan lapisan sejarah kota yang kompleks.
Masuk gratis, namun karena ini adalah tempat suci, diperlukan pakaian yang sopan dengan menutupi kulit. Anda akan melepas sepatu di pintu masuk, tetapi ada sandal yang disediakan, serta dispenser air dingin, toilet bersih, dan tempat wudhu di dalamnya. Letaknya juga dekat dengan souk (pasar) dan kafe di pusat kota, menjadikannya tempat yang sempurna untuk singgah sejenak dan menikmati waktu yang tenang di sela-sela tur.
Istana Sursock
📍 Alamat: Sursock Street, مار نقولا، بيروت، Lebanon
Istana Sursock, yang berdiri megah di pusat distrik Ashrafieh yang tenang dan mewah, adalah sebuah rumah bangsawan megah abad ke-19 yang selesai dibangun pada tahun 1860. Perpaduan indah arsitektur Utsmaniyah dan Venesia, dengan pilar marmer dan lengkungan tiga serangkai yang indah, Istana ini menceritakan zaman keemasan Lebanon hingga saat ini. Tempat ini bukan hanya museum, tetapi ‘rumah hidup’ di mana keluarga Sursock telah tinggal selama beberapa generasi, mengundang para budayawan dan elit masyarakat.
Namun, akibat ledakan besar di pelabuhan Beirut pada Agustus 2020, istana ini, yang hanya berjarak 1 kilometer, mengalami kerusakan parah seperti runtuhnya atap. Kehancuran harta karun bersejarah berusia 160 tahun ini, yang hampir tidak rusak selama 15 tahun perang saudara, mengejutkan seluruh Lebanon. Meskipun demikian, Roderick Sursock, kepala keluarga saat ini, tidak pernah menyerah dan terus melakukan upaya restorasi yang gigih.
Saat ini, interior bangunan utama sedang direnovasi dan ditutup, namun taman yang rimbun dan indah telah dibuka kembali untuk kunjungan dan berbagai acara. Berjalan-jalan di taman selama musim semi atau musim gugur yang sejuk saja sudah cukup untuk merasakan ‘kekuatan lentur’ kota ini. Jika beruntung, Anda bahkan bisa bertemu dengan Roderick sendiri di halaman istana, menjadikannya tempat istimewa di mana Anda dapat merasakan koneksi hidup dari orang-orang yang mencintai Beirut.
Gua Jeita
📍 Alamat: Valley of the Dog River, شارع كسروان、Beirut, Lebanon
Sekitar 30 menit berkendara ke utara dari pusat kota Beirut. Tersembunyi di lembah yang dalam, ‘Gua Jeita’ adalah gua batu kapur raksasa yang keindahannya tak tertandingi di dunia, keajaiban alam Lebanon yang membanggakan. Gua ini terbagi menjadi dua bagian, atas dan bawah, dan daya tariknya juga terletak pada hiburan menjelajahi labirin alam yang megah dengan berbagai kendaraan.
Setelah membeli tiket (sekitar 15 dolar) di pintu masuk, Anda akan naik kereta gantung menuju gua bagian atas. Bagian atas dijelajahi dengan berjalan kaki, mengagumi ruang berbentuk kubah raksasa setinggi lebih dari 80 meter, serta stalaktit dan stalagmit yang menakjubkan yang terbentuk selama puluhan juta tahun. Setelah itu, Anda akan pindah ke gua bagian bawah, mengenakan jaket pelampung, dan naik perahu. Pengalaman sekitar 10 menit menyusuri sungai bawah tanah yang dingin dan jernih, diselimuti keheningan, terasa seperti tersesat di dunia lain yang misterius.
Sebagai catatan, untuk perlindungan dan keamanan, penggunaan smartphone dan pengambilan foto sama sekali dilarang di dalam gua, dan Anda harus menitipkannya di loker di pintu masuk (tersedia layanan foto berbayar). Namun, justru karena Anda bisa menyaksikan keindahan secara langsung dengan mata sendiri, bukan melalui lensa kamera, Anda akan merasakan kesan yang lebih mendalam. Gua ini sedikit dingin, jadi disarankan membawa jaket tipis dan berkunjung lebih awal di pagi hari untuk menghindari keramaian. Untuk akses, menggunakan aplikasi transportasi ‘inDrive’ sangat nyaman, dengan tarif pulang-pergi dari Beirut sekitar 20 dolar.
Perjalanan ke Beirut: Merasakan Sejarah dan Masa Kini
Ibu kota Lebanon, Beirut, adalah kota yang memiliki beragam wajah yang luar biasa, mulai dari romantisme reruntuhan kuno, ingatan akan konflik modern, hingga keindahan alam yang luas. Dengan mengunjungi 5 tempat yang kami perkenalkan kali ini, Anda pasti akan merasakan kehangatan dan vitalitas masyarakat setempat yang kuat, yang tidak dapat Anda ketahui hanya dari liputan media.
Menyentuh napas kuno di museum, menyentuh bekas peluru yang masih jelas, menenangkan hati di masjid biru, lalu merasakan misteri alam di gua bawah tanah. Pengalaman mendalam dengan rentang emosi yang besar inilah inti dari perjalanan ke Beirut. Bagaimana jika untuk perjalanan ke luar negeri berikutnya, Anda menghabiskan waktu yang tak terlupakan dan menggugah nilai-nilai Anda di ‘Paris Timur Tengah’?
