Muskat, ibu kota Oman, terletak di tenggara Semenanjung Arab. Dengan keramaian yang minim khas Timur Tengah dan sedikitnya calo yang berlebihan, Muskat adalah kota yang tenang, aman, dan indah, bahkan dijuluki ‘Swiss-nya Timur Tengah’. Arsitektur Islam tradisional berpadu harmonis dengan alam yang kaya, menciptakan pemandangan yang indah di setiap sudutnya.
Kali ini, kami akan mengupas tuntas destinasi wisata pilihan di Muskat yang ‘wajib dikunjungi’ oleh para pelancong, lengkap dengan rekomendasi waktu terbaik untuk berkunjung, nuansa lokal, dan tips penting yang sering terlewatkan. Jangan hanya menikmati pemandangannya, rasakan juga sejarah dan budaya Oman yang berdenyut di sana.
Masjid Agung Sultan Qaboos
📍 Alamat: Sultan Qaboos St, Muskat, Oman
Sorotan utama wisata Muskat, dan satu-satunya tempat suci di Oman yang ‘non-Muslim’ dapat masuki, adalah ‘Masjid Agung Sultan Qaboos’. Dibangun selama sekitar enam setengah tahun sejak 1994, masjid ini membanggakan skala yang luar biasa, mampu menampung hingga 20.000 jemaah.
Begitu melangkah masuk, lantai marmer yang berkilauan diterpa sinar matahari dan halaman yang terawat rapi dengan bunga-bunga bermekaran akan menyambut para pelancong. Sorotan terbesarnya adalah ruang salat utama khusus pria. Dari langit-langit tergantung lampu gantung kristal Swarovski buatan Italia raksasa setinggi 14 meter dan berat 8,5 ton, dan di lantai terhampar permadani Persia raksasa yang ditenun oleh sekitar 600 wanita Iran selama empat tahun. Setiap sudutnya sangat mistis dan memukau, dan koridor dengan pola mozaik yang rumit adalah spot foto yang sempurna.
【Aturan Sangat Penting Saat Berkunjung】
Non-Muslim hanya diizinkan masuk selama 3 jam, yaitu ‘pukul 8 pagi hingga 11 pagi’, kecuali hari Jumat. Karena kesempatan hanya ada di pagi hari, pastikan untuk menjadikan tempat ini sebagai titik awal jadwal harian Anda. Tiket masuknya gratis, tetapi aturan berpakaian sangat ketat. Pria harus mengenakan celana panjang dan lengan panjang, sedangkan wanita harus mengenakan pakaian longgar yang menutupi pergelangan kaki dan pergelangan tangan, serta wajib mengenakan syal (hijab) untuk menutupi rambut.
Penyewaan dan penjualan pakaian tradisional abaya serta syal tersedia di dekat pintu masuk, tetapi biayanya bisa mencapai 8 OMR (sekitar 3.000-4.000 yen) untuk satu set, yang bisa menjadi pengeluaran tak terduga. Bagi wanita, sangat disarankan untuk membawa syal lebar favorit dari Indonesia atau gaun yang menutupi seluruh tubuh. Mengenakan pakaian polos akan terlihat bagus saat berfoto dengan latar belakang arsitektur bermotif mozaik.
Istana Al Alam
📍 Alamat: JH8V+9V8, Muskat, Oman
‘Istana Al Alam’, yang dapat disebut sebagai simbol Oman, adalah istana upacara raja yang terletak di area Kota Tua Muskat. Berarti ‘Istana Bendera’, tempat ini dibangun kembali pada tahun 1970-an oleh sebuah kantor desain India, menampilkan perpaduan sempurna antara arsitektur Arab tradisional dan desain modern yang unik.
Karena merupakan fasilitas kerajaan, wisatawan umum tidak diizinkan masuk ke dalam istana, namun Anda sudah dapat merasakan keagungannya hanya dengan melihatnya dari luar gerbang. Yang paling menarik perhatian adalah tiang-tiang unik berbentuk jamur yang dihiasi warna biru cerah dan emas. Di depan istana terhampar alun-alun berbatu yang luas, dan Anda akan terkejut dengan kebersihannya yang tanpa sampah sedikit pun.
Selain itu, ‘Corridor at Al Alam Palace’ yang mengarah ke istana juga wajib dilihat. Pemandangan tiang-tiang putih yang anggun dan taman yang terawat indah terhampar sejauh mata memandang, menciptakan suasana yang sangat tenang dan damai, lokasi terbaik untuk berjalan-jalan santai jauh dari hiruk-pikuk. Pada siang hari, turis juga tidak banyak, sehingga Anda dapat merasakan seolah-olah Anda sendirian menikmati ruang megah ini. Di seberang istana terdapat Museum Nasional Oman, jadi rute yang direkomendasikan adalah mempelajari sejarah di dalam museum yang sejuk, lalu berjalan-jalan di sekitar istana.
Souq Mutrah
📍 Alamat: سوق مطرح مطرح، مسقط،، Mutrah Market, near Mutrah Corniche, مسقط، Oman
‘Souq Mutrah’, yang terletak di ujung timur Muskat, di daerah Mutrah yang memiliki pelabuhan alami yang bagus, adalah pasar tradisional yang langka di dunia karena berada ‘tepat di tepi laut’. Dulunya merupakan pusat perdagangan maritim di mana orang dan barang dari India dan Iran bertemu melalui jalur laut, begitu melangkah masuk, Anda akan menemukan lorong-lorong sempit yang berkelok-kelok seperti labirin dengan deretan toko yang tak terhitung jumlahnya.
Ciri khas terbesar dari souq ini adalah aroma ‘kemenyan (frankincense)’ yang manis dan eksotis yang menyelimuti seluruh kota. Kemenyan adalah produk khas Oman dan telah diperdagankan dengan nilai setara emas sejak zaman kuno. Berjalan-jalan sambil menghirup asap kemenyan yang mengepul di setiap toko akan langsung membawa Anda ke dalam nuansa eksotis Timur Tengah. Sebagai oleh-oleh, Anda bisa membeli aroma, sabun, atau resin kemenyan berkualitas tinggi sesuai selera Anda dengan sistem timbang.
Di dalam souq, terdapat berbagai kerajinan tangan seperti belati tradisional Oman (Khanjar), kerajinan perak yang rumit, dan topi Oman (Kuma) berwarna-warni yang berjejer rapat. Jika mendengar pasar Arab, Anda mungkin membayangkan pedagang yang gigih dan merasa waspada, tetapi orang Oman sangat ramah dan murah hati. Hampir tidak ada penjualan paksa, dan Anda dapat menikmati memilih barang dan menawar harga dengan santai sesuai keinginan Anda, yang merupakan nilai plus bagi wisatawan. Karena cuaca siang hari sangat panas, waktu terbaik untuk berkunjung adalah setelah sore hari ketika suasana menjadi lebih ramai.
Mutrah Corniche
📍 Alamat: 805 Way, Muskat, Oman
Setelah menikmati belanja di Souq Mutrah, mari berjalan-jalan ke ‘Mutrah Corniche’, jalan setapak tepi pantai yang membentang di depan Anda. Di satu sisi, deretan pegunungan hijau dan bangunan tradisional, dan di sisi lain, kapal pesiar mewah berlabuh di Laut Arab, menjadikannya promenade terindah di Muskat.
Trotoar dilapisi ubin berwarna-warni, dengan gerbang dan objek bergaya Oman yang tersebar, bermotif ikan, kemenyan, dan lain-lain. Saat berjalan santai di tepi laut, Anda dapat melihat gerombolan ikan kecil (nabra) muncul di permukaan laut dan burung camar beterbangan, menyadari betapa kayanya laut ini. Di dekatnya, terdapat juga benteng-benteng seperti Mutrah Fort yang dibangun selama masa pemerintahan Portugis, menambah nuansa romansa sejarah.
Jika Anda berkunjung ke sini, pastikan untuk datang saat senja. Pemandangan matahari terbenam dengan latar belakang pegunungan berbatu dan laut adalah pemandangan yang menakjubkan. Duduk di bangku sambil menikmati cahaya keemasan yang memantul di permukaan air dan suara ombak yang tenang, Anda akan merasakan efek relaksasi yang mendalam, seolah-olah semua kelelahan perjalanan sirna. Nikmati waktu ajaib ini, di mana hati Anda akan menjadi yang paling tenang di Muskat.
Aturan Lokal dan Tips Penting untuk Menikmati Wisata Muskat 120%
Untuk perjalanan yang nyaman di Muskat, ada beberapa hal penting yang perlu Anda ketahui. Pertama, mengenai transportasi. Karena destinasi wisata di Muskat tersebar, menggunakan aplikasi pemesanan taksi (di Oman, ‘Otaxi’ adalah yang paling populer) adalah cara teraman dan terjamin daripada bus. Tarif juga sudah ditentukan di muka, sehingga Anda dapat menghindari masalah negosiasi dengan taksi.
Selain itu, suhu di Oman sangat tinggi pada siang hari. Bahkan di musim dingin, berjalan kaki di luar ruangan setelah tengah hari dapat menguras energi, jadi tips untuk perjalanan yang nyaman adalah mengikuti ‘jadwal dasar Timur Tengah’: mengunjungi fasilitas luar ruangan seperti masjid di pagi hari yang sejuk, menghabiskan siang hari di pusat perbelanjaan atau museum, dan menjelajahi souq atau Corniche mulai sore hari.
Keamanan di Oman adalah salah satu yang terbaik di dunia, dan penduduk lokal sangat ramah, mereka akan tersenyum jika mata Anda bertemu. Dengan sedikit rasa hormat dan sopan santun (seperti menghindari pakaian terbuka), negara Oman pasti akan menjadi tempat kenangan indah yang tak terlupakan seumur hidup.
