Apa Daya Tarik Wisata Asakusa?
Asakusa, destinasi wisata ikonik Tokyo. Kota yang menarik banyak wisatawan domestik dan internasional ini adalah area unik di mana budaya populer yang berakar sejak Periode Edo berpadu dengan pemandangan Tokyo modern.
Anda sudah bisa menikmati Asakusa hanya dengan berfoto di Kaminarimon yang ikonik dan menikmati kuliner jalanan. Namun, jika Anda sedikit memahami latar belakang sejarahnya dan berjalan-jalan dengan perspektif berbeda, pesona Asakusa akan berlipat ganda.
Kali ini, kami akan mengulas lima spot pilihan secara mendalam, mulai dari tempat-tempat yang wajib dikunjungi bagi wisatawan yang baru pertama kali ke Asakusa, hingga daya tarik tersembunyi yang pasti ingin Anda ceritakan kepada orang lain.
Jalan Perbelanjaan Nakamise
📍 Alamat: 36-3, Asakusa 1-chome, Taito-ku, Tokyo 111-0032, Jepang
Setelah melewati Kaminarimon, Anda akan menemukan ‘Jalan Perbelanjaan Nakamise’ yang membentang sekitar 250 meter menuju Gerbang Hozomon Kuil Sensoji. Sejarahnya sangat panjang, dimulai pada periode Edo ketika penduduk setempat yang bertugas membersihkan area Kuil Sensoji diberi hak istimewa untuk membuka toko di sepanjang jalan setapak.
Saat ini, total 89 toko berjejer, 54 di sisi timur dan 35 di sisi barat, menawarkan berbagai macam barang mulai dari permen tradisional Jepang seperti ningyo-yaki, kaminari-okoshi, dan agemanju, hingga pernak-pernik Jepang.
Jalanan ini selalu dipenuhi dengan suasana yang hidup, banyak wisatawan terlihat menikmati dango atau tusuk sate stroberi yang mereka beli. Namun, sebagai aturan di jalan perbelanjaan ini, ‘makan sambil berjalan’ dilarang. Adalah etiket yang cerdas di Asakusa untuk berhenti dan menikmati makanan di area makan toko tempat Anda membelinya atau di area yang telah ditentukan.
Daya tarik yang lebih mendalam dapat ditemukan di ‘malam hari’. Setelah toko-toko tutup di sore hari, jalanan berubah drastis saat tirai-tirai toko diturunkan. Mural gulungan Asakusa ‘Asakusa Emaki’ yang dilukis pada tahun pertama Heisei (1989) akan terlihat.
Peristiwa musiman dan sejarah Asakusa dilukis di tirai-tirai semua toko, memungkinkan Anda berjalan di sepanjang jalan setapak yang fantastis menuju Kuil Sensoji yang diterangi cahaya, di tengah ketenangan yang kontras dengan hiruk pikuk siang hari. Sangat disarankan untuk berkunjung di malam hari bagi mereka yang ingin menghindari keramaian atau ingin mengambil foto dengan suasana yang indah.
Kuil Sensoji
📍 Alamat: 3-1, Asakusa 2-chome, Taito-ku, Tokyo 111-0032, Jepang
‘Kuil Sensoji’ adalah kuil tertua di Tokyo dan pusat wisata Asakusa. Asal-usulnya dapat ditelusuri kembali ke tahun 628 Masehi, pada masa pemerintahan Permaisuri Suiko di Periode Asuka. Dikatakan bahwa kuil ini bermula ketika dua bersaudara nelayan yang sedang memancing di Sungai Sumida menemukan patung Bodhisattva Kannon Suci (Shokanzeon Bosatsu) yang tersangkut di jaring mereka, lalu memujanya.
Saat Anda berjalan dari Kaminarimon menuju aula utama, aroma dupa dan suara nyanyian sutra akan memenuhi telinga Anda, menyelimuti Anda dalam suasana khusyuk yang khas sebagai ‘tempat ibadah Jepang’.
Sebenarnya, arsitektur Kuil Sensoji menyimpan inovasi mengejutkan yang unik untuk zaman modern. Atap aula utama, Gerbang Hozomon, dan pagoda lima lantai, meskipun terlihat seperti genteng tanah liat yang berat, sebenarnya menggunakan ‘genteng titanium’ yang ringan dan sangat tahan lama. Di sinilah terjadi perpaduan tradisi dan teknologi mutakhir, menjaga keindahan sekaligus tahan gempa.
Hal yang wajib diperhatikan oleh para wisatawan adalah ‘tepat di bawah lentera besar Kaminarimon’. Jika Anda melihat ke atas ke dasar lentera, Anda akan menemukan ukiran kayu naga yang megah. Jangan hanya berfoto dari depan, cobalah juga menikmati sudut pandang dari bawah.
Selain itu, omikuji (ramalan nasib) di Kuil Sensoji terkenal karena ‘sering mengeluarkan hasil buruk (kyo)’. Jika Anda mendapatkan ramalan yang sulit, jangan berkecil hati; sudah menjadi kebiasaan kuno untuk mengikatnya di tempat pengikat di dalam area kuil dan berdoa memohon perlindungan.
Kuil Asakusa
📍 Alamat: 3-1, Asakusa 2-chome, Taito-ku, Tokyo 111-0032, Jepang
‘Kuil Asakusa’ bersemayam di sebelah kanan aula utama Kuil Sensoji, di balik gerbang torii batu besar. Begitu Anda melangkah keluar dari hiruk pikuk Kuil Sensoji yang luar biasa, udara terasa lembut dan Anda akan diselimuti oleh ketenangan yang menenangkan.
Kuil ini memuja tiga individu sebagai ‘Sanjagon-gen’ (Dewa Tiga Kuil): dua bersaudara nelayan (Hinokuma Hamanari dan Takenari) yang menemukan patung Kannon, objek pemujaan utama Kuil Sensoji, dan Hajino Nakamoto, seorang kepala desa yang memuja patung tersebut di rumahnya dan mendirikan kuil.
‘Sanja Matsuri’, festival yang memikat kota Asakusa dalam hiruk-pikuk semangat di awal musim panas, adalah festival tahunan Kuil Asakusa ini. Dulunya, berdasarkan konsep sinkretisme Shinto-Buddha, Kuil Sensoji dan Kuil Asakusa melakukan upacara sebagai satu entitas. Meskipun dipisahkan oleh dekrit pemisahan Shinto dan Buddha di era Meiji, kuil ini masih mengumpulkan kepercayaan yang kuat dari orang-orang sebagai pelindung utama Asakusa.
Bangunan kuil, yang merupakan Properti Budaya Penting yang didonasikan oleh Tokugawa Iemitsu, mewariskan keindahan arsitektur Periode Edo dengan warna-warna cerah hingga saat ini.
Di tengah kesibukan berwisata, cobalah berdiri di depan aula persembahan yang beraroma kayu, dan lipatlah tangan Anda dalam doa dengan tenang. Ini adalah tempat suci yang menenangkan hati, di mana Anda dapat menghadapi tindakan murni ‘berdoa’.
Asakusa Hanayashiki
📍 Alamat: 28-1, Asakusa 2-chome, Taito-ku, Tokyo 111-0032, Jepang
‘Asakusa Hanayashiki’, yang terletak di sisi barat Kuil Sensoji, adalah taman hiburan tertua di Jepang, dibuka pada tahun 1853 (Tahun Kaei ke-6, tahun kedatangan ‘Kapal Hitam’) sebagai kebun raya ‘Hanayashiki’.
Atmosfer retro Showa yang nostalgis, yang berbeda dari taman hiburan besar dengan wahana ekstrem terbaru, justru terasa segar di era sekarang.
Daya tarik utamanya adalah ‘roller coaster’ tertua yang masih beroperasi di Jepang, yang lahir pada tahun 1953. Meskipun kecepatan puncaknya sederhana, 42 km/jam, desain lintasannya yang melaju melewati celah-celah bangunan dan sangat dekat dengan dinding rumah penduduk menciptakan sensasi unik yang tidak dapat ditemukan di tempat lain.
Selain itu, kendaraan yang bergerak dengan koin, ‘Panda Car’, yang sering terlihat di atap department store, sebenarnya berasal dari Hanayashiki ini. Di dalam taman, terdapat banyak spot di mana Anda bisa berfoto sambil menaiki Panda Car, serta berbagai macam merchandise orisinal bertema Panda Car.
Lahan yang ringkas dan padat adalah nilai plus, sehingga Anda tidak perlu khawatir lelah berjalan kaki. Taman ini juga sangat populer di kalangan keluarga dengan anak kecil karena menawarkan wahana yang bisa dinaiki mulai usia 0 tahun, serta fasilitas seperti ruang ganti popok yang lengkap.
Baik orang dewasa maupun anak-anak dapat kembali ke masa kanak-kanak dan menikmati pengalaman rekreasi yang penuh senyum.
Star’s Square
📍 Alamat: Asakusa Kokaido, 38-6, Asakusa 1-chome, Taito-ku, Tokyo 111-0032, Jepang
‘Star’s Square’ terletak di depan pintu masuk utama ‘Asakusa Kokaido’ (Balai Umum Asakusa) yang menghadap Orange-dori.
Sesuai dengan Asakusa yang merupakan ‘tanah suci’ seni pertunjukan populer, cetakan tangan dan tanda tangan ukuran asli para bintang yang telah banyak berkontribusi pada perkembangan industri hiburan Jepang, rakugo, dan kabuki, tertanam di ubin trotoar.
Pemasangan dimulai pada tahun 1979 (Showa 54), dan kini terbentang pemandangan spektakuler dengan hampir 300 cetakan tangan aktor, penyanyi, dan komedian terkenal berjejer rapi.
Ini juga merupakan destinasi interaktif di mana Anda dapat menemukan cetakan tangan para selebriti legendaris yang dikenal semua orang, seperti Takeshi Kitano dan Cha Kato, lalu membandingkan tangan Anda sendiri sambil berkata, ‘Ternyata tangannya kecil!’ atau ‘Cetakan tangannya sangat kuat!’.
Karena lokasinya sedikit menyimpang dari jalan utama, tempat ini relatif tidak terlalu ramai, memungkinkan Anda berjalan-jalan santai mencari cetakan tangan.
Mengapa tidak menikmati waktu layaknya berburu harta karun, mencari cetakan tangan bintang favorit Anda sambil merasakan sejarah hiburan Jepang?
[KOLOM] Tips Lokal untuk Menikmati Wisata Asakusa dengan Cerdas
Cicipi Sisi Lain Asakusa dengan Menggeser Waktu Kunjungan Anda
Asakusa sangat ramai di siang hari, tetapi ‘tips rahasia’ bagi wisatawan adalah memanfaatkan ‘pagi buta’ dan ‘malam hari’.
Jalan Nakamise sebelum jam 8 pagi sepi dari kerumunan, memungkinkan Anda berjalan-jalan sendirian di area kuil yang tenang sambil menikmati mural tirai toko.
Selain itu, pencahayaan Kuil Sensoji dari matahari terbenam hingga sekitar pukul 23:00 wajib dilihat. Aula utama dan pagoda lima lantai yang bersinar merah oranye akan muncul di langit malam, menciptakan dunia yang sama sekali berbeda, glamor, dan fantastis dari siang hari. Menikmati jalan-jalan malam yang sejuk setelah makan malam adalah cara populer yang dilakukan penduduk setempat.
Pesona ‘Oku-Asakusa’ yang Melanjutkan dari Kaminarimon
Setelah mengunjungi destinasi wisata utama, disarankan untuk menjelajahi area ‘Oku-Asakusa (Kannon-ura)’ yang terletak di sebelah utara Kuil Sensoji.
Ini adalah area yang lebih ‘mendalam’ di mana Anda akan menemukan kafe kuno yang sudah lama berdiri, restoran Chinese lokal yang dicintai penduduk setempat, dan izakaya bergaya yang elegan. Jauh dari hiruk pikuk turis, Anda dapat menemukan suasana kota tua yang lebih otentik dan kuliner lokal. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa pesona sejati Asakusa tersembunyi di balik gang-gang kecilnya.
