5 Reruntuhan di Delhi: Dari yang Klasik hingga Tersembunyi, Wajib Dikunjungi Wisatawan!

5 Reruntuhan di Delhi: Dari yang Klasik hingga Tersembunyi, Wajib Dikunjungi Wisatawan! Wisata & Hiburan
Wisata & Hiburan

Gerbang India

No Image Available

📍 Alamat: Kartavya Path, Gerbang India, New Delhi, Delhi 110001 India

Berdiri megah di ujung timur Kartavya Path (dahulu Rajpath), pusat ibu kota India, New Delhi, adalah ‘Gerbang India’. Monumen peringatan kolosal setinggi sekitar 42 meter ini selesai dibangun pada tahun 1931 di bawah pemerintahan Inggris, untuk mengenang sekitar 90.000 tentara India yang gugur dalam Perang Dunia I dan Perang Afghanistan. Struktur lengkungnya yang kokoh, mengingatkan pada Arc de Triomphe di Prancis, dirancang oleh arsitek Inggris Edwin Lutyens, dengan nama-nama pahlawan yang gugur terukir rapat di pilar-pilar gerbang.

Ketika mendongak dari bawah gerbang, bersama dengan skala yang luar biasa, beban pengorbanan sejarah yang dibayar oleh India sebelum kemerdekaan terasa meresap ke dalam kulit. Sejak tahun 1971 setelah kemerdekaan, ‘Api Abadi’ (Amar Jawan Jyoti) telah terus menyala di bawah lengkungan, secara harfiah menjadi simbol jiwa bangsa India. Setiap tahun pada tanggal 26 Januari, Hari Republik, parade militer yang spektakuler juga terkenal dimulai dari sini.

Waktu kunjungan terbaik adalah ‘pagi hari’ ketika keramaian masih sepi dan udara terasa jernih, atau ‘setelah senja’ ketika Gerbang India diterangi dengan tiga warna bendera India (saffron, putih, hijau). Pada siang hari, banyak warga berkumpul di lapangan sekitarnya, menikmati piknik dan bermain riang, menjadikannya tempat rekreasi yang damai. Kontras antara keagungan bersejarah dan budaya populer India modern yang penuh semangat sangat menarik, tetapi perlu berhati-hati terhadap pencopet di tengah keramaian atau masalah tak terduga.

Benteng Merah (Red Fort/Lal Qila)

No Image Available

📍 Alamat: Netaji Subhash Marg, Lal Qila, Chandni Chowk, New Delhi, Delhi, 110006 India

‘Benteng Merah’ yang menjulang di tengah hiruk pikuk Old Delhi adalah benteng megah yang dibangun oleh Kaisar Mughal ke-5 Shah Jahan ketika dia memindahkan ibu kota dari Agra ke Delhi pada abad ke-17. Sesuai namanya, tembok benteng raksasa yang terbuat dari batu pasir merah memancarkan kekuatan luar biasa, menceritakan kemegahan puncak Kekaisaran Mughal hingga hari ini. Terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, tempat ini masih merupakan lokasi yang sangat penting bagi negara, di mana Perdana Menteri menyampaikan pidato dari tembok benteng ini pada Hari Kemerdekaan India.

Dinding paling sulit yang dihadapi wisatawan saat mengunjungi warisan sejarah ini adalah ‘perjalanan sulit menuju pintu masuk’. Antrean untuk tiket pada hari H selalu kacau, dan tidak jarang membutuhkan waktu 1-2 jam untuk membelinya. Untuk menghindari pemborosan waktu, sangat disarankan untuk ‘membeli tiket secara online’ sebelumnya. Selain itu, dorong-mendorong sering terjadi saat masuk ke dalam area, jadi cara cerdas di tempat adalah menggunakan ‘pintu masuk di sisi Jama Masjid’ yang memiliki ruang yang relatif lebih luas.

Area di dalamnya sangat luas, memungkinkan Anda untuk menjelajahi sisa-sisa kompleks istana yang indah. Namun, banyak wisatawan yang merasa pameran di dalamnya agak sederhana, dan ada kasus di mana mereka merasa jengkel dengan calo atau penipu saat berjalan-jalan di area yang luas. Jika waktu Anda terbatas atau ingin menghindari stres keramaian, sekadar melihat tembok benteng batu pasir merah raksasa dari luar dan mengambil foto kenangan terbaik sudah cukup untuk menikmati ‘keagungan’ tempat ini.

Qutub Minar

No Image Available

📍 Alamat: India 〒110030 Delhi New Delhi Mehrauli Seth Sarai

‘Qutub Minar’ yang menjulang di pinggiran selatan Delhi, adalah bangunan bersejarah tertinggi di dunia sebagai menara (minaret), dengan ketinggian lebih dari 70 meter. Pada akhir abad ke-12, Qutb al-Din Aibak, penguasa Islam yang menaklukkan India utara, memulai pembangunannya sebagai peringatan kemenangan atas agama Hindu. Awalnya lebih tinggi, tetapi bagian atasnya runtuh karena gempa bumi dan sambaran petir yang berulang, hingga menjadi bentuknya yang sekarang.

Menara batu pasir merah yang memadukan gaya arsitektur Islam dan Hindu dengan indah ini memiliki tulisan kaligrafi Al-Qur’an yang rumit terukir di atasnya, dengan keindahan dan kekuatan yang tak terlukiskan saat dilihat dengan mata telanjang. Sebelumnya, pengunjung dapat menaiki tangga di dalamnya, tetapi karena insiden tragis kerumunan yang disebabkan oleh pemadaman listrik di masa lalu, masuk ke dalamnya sekarang dilarang.

Jika Anda berkunjung ke sini, ‘pagi hari kerja (terutama setelah pembukaan)’ sangat direkomendasikan. Meskipun ini adalah tempat yang selalu ramai dengan wisatawan domestik dari India, pada jam-jam awal jumlah orang lebih sedikit, memungkinkan Anda untuk mengambil ‘foto estetis tanpa ada orang lain’ di antara reruntuhan yang seperti set film. Tiket masuk yang diberikan adalah ‘jenis koin’ dan juga diperlukan di gerbang keluar, jadi berhati-hatilah agar tidak hilang selama kunjungan. Tupai liar yang berlarian di dalam area dan parkit hijau yang beterbangan juga memberikan ketenangan saat menjelajahi reruntuhan kuno.

Zafar Mahal

No Image Available

📍 Alamat: India 〒110030 Delhi New Delhi Mehrauli Mehrauli Village

Tersembunyi di gang-gang daerah Mehrauli, sama seperti Qutub Minar, ‘Zafar Mahal’ adalah ‘istana musim panas terakhir’ yang dibangun saat Kekaisaran Mughal sedang merosot. Pembangunannya dimulai pada abad ke-18 oleh Akbar Shah II, dan direnovasi oleh Bahadur Shah Zafar II, kaisar terakhir Kekaisaran Mughal. ‘Gerbang Hathi’ (gerbang raksasa yang cukup besar untuk dilewati gajah dengan tandu) yang dia tambahkan, serta atap kubah gaya Bengal, menceritakan keanggunan arsitektur Mughal yang tidak hilang meskipun pada masa kesulitan finansial.

Kaisar Bahadur Shah Zafar adalah seorang penyair dan mistikus yang sangat ingin dimakamkan di dalam kompleks istana ini, di samping ‘Moti Masjid’ (Masjid Mutiara) yang indah dari marmer putih. Namun, setelah Perang Kemerdekaan India Pertama (Pemberontakan Sepoy) pada tahun 1857, dia diasingkan oleh pasukan Inggris ke Rangoon (sekarang Yangon), Myanmar, dan meninggal di pengasingan tanpa pernah menginjakkan kaki di tanah kelahirannya lagi. Hingga kini, ‘makam kosong’ yang disiapkan untuknya masih tersisa di kompleks ini dengan kesedihan.

Tersembunyi di balik bayang-bayang pembangunan modern, dikelilingi oleh apartemen-apartemen modern, istana ini bisa dikatakan tidak mendapatkan perlindungan yang maksimal. Kompleks ini semakin terbengkalai, dengan pemandangan lokal anak-anak bermain kriket atau orang-orang bermain kartu. Namun, ‘reruntuhan yang terlupakan’ ini justru yang paling fasih menceritakan sejarah tragis berakhirnya Kekaisaran Mughal yang pernah mencapai puncak kejayaannya. Bagi wisatawan yang ingin merasakan kedalaman sejarah dan arsitektur, ini adalah salah satu tempat paling mendalam dan menyentuh hati di Delhi.

Makam Humayun

No Image Available

📍 Alamat: Hazrat Nizamuddin Aulia Dargah, Mathura Rd, Nizamuddin, Nizamuddin East, New Delhi, Delhi 110013 India

Jika Anda berkunjung ke Delhi, ‘Makam Humayun’, mausoleum Kaisar Mughal ke-2 Humayun, adalah tempat yang wajib dikunjungi. Bangunan megah ini, yang selesai pada tahun 1570, adalah mahakarya pertama dari perpaduan arsitektur India-Persia, dengan dasar batu pasir merah yang menonjolkan kontras dengan inlay marmer putih. Tempat ini dikenal secara global sebagai model langsung (prototipe) dari ‘Taj Mahal’ yang kemudian dibangun di Agra.

Dikelilingi oleh taman Charbagh (taman empat bagian) gaya Persia, keseimbangan bangunan yang dirancang simetris sangat menakjubkan. Berbeda dengan kemegahan Taj Mahal yang serba putih, tempat ini memiliki keindahan yang lebih kokoh dan kedalaman sejarah yang terasa nyata. Waktu kunjungan yang direkomendasikan adalah ‘pagi hari’ atau ‘saat senja’. Di tengah keheningan yang terpisah dari hiruk pikuk kota, pemandangan batu pasir merah yang diselimuti kabut pagi atau matahari terbenam sangat memesona dan sakral.

Namun, untuk menikmati keindahan arsitektur megah ini, Anda mungkin akan mengalami ‘tantangan’ khas wisata India. Tiket masuk memiliki perbedaan besar antara wisatawan asing (600 Rupee) dan warga India (sekitar 40-50 Rupee). Meskipun ini dapat dimaklumi sebagai biaya pemeliharaan, terkadang terjadi permintaan pembayaran yang tidak wajar atau masalah kembalian di loket. ‘Tetap waspada bahkan di tempat resmi’ adalah prinsip yang harus selalu dipegang, dan solusi terbaik untuk menghindari masalah adalah dengan membeli tiket secara online sebelumnya.

【Kolom】Tips Nyata untuk Sukses Berwisata di Delhi

Tempat-tempat wisata di Delhi berskala besar dan semuanya adalah lokasi menakjubkan yang membuat Anda merasakan beratnya sejarah. Namun, pada saat yang sama, fakta bahwa iklimnya keras, keramaian, dan banyak masalah yang menargetkan wisatawan juga ada. Untuk menikmati wisata semaksimal mungkin, Anda perlu mengetahui beberapa ‘cara berinteraksi di lokasi’ yang nyata.

Pertama, saat mengunjungi situs Warisan Dunia populer (seperti Benteng Merah dan Makam Humayun), sangat penting untuk membeli tiket online terlebih dahulu dari situs resmi Badan Survei Arkeologi India (ASI) atau sejenisnya, untuk menghindari antrean panjang dan masalah kembalian di loket. Selain itu, untuk transportasi, daripada berurusan dengan calo otoped, gunakan aplikasi pemesanan kendaraan yang aman dan tidak memerlukan negosiasi harga (Uber atau Ola), atau Delhi Metro yang ber-AC dan nyaman.

Jadwal kunjungan terbaik adalah ‘paling pagi’. Selain menghindari panas terik siang hari dan keramaian besar sejak siang, reruntuhan yang diselimuti keheningan pagi juga sangat cocok untuk fotografi. Keberanian untuk menikmati bangunan bersejarah yang indah dan energi kacau India modern secara bersamaan adalah kunci terbesar untuk sukses berwisata di Delhi.

タイトルとURLをコピーしました