Sekitar 90% dari luas pulau ini ditutupi oleh hutan perawan subtropis, menjadikan Iriomote-jima di Prefektur Okinawa disebut sebagai ‘Galapagos dari Timur’. Pulau ini, rumah bagi spesies endemik seperti kucing Iriomote dan terdaftar sebagai Situs Warisan Alam Dunia, benar-benar adalah surga tersembunyi terakhir di Jepang.
Kali ini, kami akan memperkenalkan dengan cermat ‘destinasi wisata’ yang wajib dikunjungi bagi siapa saja yang mengunjungi Iriomote-jima, baik untuk perjalanan singkat maupun jangka panjang. Mulai dari kano menyusuri hutan bakau yang megah, trekking di hutan lebat dengan tumbuhan tropis, hingga pantai legendaris yang hanya bisa dicapai dengan perahu. Tidak hanya memperkenalkan seperti di buku panduan, kami juga akan menjelaskan suasana autentik di lokasi dan tips menghindari keramaian. Mari kita memulai petualangan terbaik untuk merasakan energi alam liar di seluruh tubuh Anda!
Air Terjun Pinaisara
📍 Alamat: Uehara, Taketomi-cho, Yaeyama-gun, Prefektur Okinawa 907-1541, Jepang
Air Terjun Pinaisara adalah daya tarik utama yang tak tergoyahkan di Iriomote-jima. Terletak di hulu Sungai Hinai, air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 55m, tertinggi di Prefektur Okinawa. ‘Pinai’ berarti janggut, dan ‘sara’ berarti sesuatu yang menjuntai. Diberi nama demikian karena dari kejauhan terlihat seperti janggut putih yang menjuntai. Setelah hujan sehari sebelumnya, volume airnya berlipat ganda, mengubahnya menjadi air terjun yang spektakuler.
Akses ke sini adalah rute yang memadukan pesona Iriomote-jima, yaitu dengan santai menyusuri sungai bakau menggunakan kano (kayak), kemudian melanjutkan dengan trekking di hutan. Sejak Maret 2025, air terjun ini telah ditetapkan sebagai ‘Sumber Daya Pariwisata Alam Spesifik’, sehingga demi perlindungan lingkungan alam, kunjungan individu dilarang dan pendampingan pemandu bersertifikat menjadi wajib. Pastikan untuk memesan tur terlebih dahulu sebelum berkunjung.
Bagi Anda yang merasa percaya diri dengan stamina fisik, kami sangat merekomendasikan untuk memilih tur sehari penuh yang mencakup kunjungan ke ‘puncak air terjun’. Setelah mendaki jalan gunung yang curam, Anda akan menemukan pemandangan indah yang membuat merinding, dengan laut biru membentang di bawah, serta Pulau Hatoma dan Pulau Barasu yang terlihat jelas. Meskipun pendakian mungkin lebih sulit dari yang diperkirakan, rasa soba Yaeyama yang dibuat oleh pemandu sambil menikmati pemandangan indah akan terasa istimewa. Setelah turun gunung, melompatlah ke kolam alami di bawah air terjun dan nikmati bermain air sambil mendinginkan tubuh yang panas.
Pantai Ida
📍 Alamat: Iriomote, Taketomi-cho, Yaeyama-gun, Prefektur Okinawa 907-1542, Jepang
Untuk berbicara tentang laut Iriomote-jima, kita tidak bisa melewatkan Pantai Ida, pantai tersembunyi yang bahkan dipuji oleh penduduk setempat sebagai ‘yang terindah di Iriomote-jima’. Jalan di Iriomote-jima tidak mengelilingi seluruh pulau, melainkan terputus di Pelabuhan Shirahama di ujung barat. Karena tidak ada akses darat ke Desa Funauki, tempat Pantai Ida berada, satu-satunya cara untuk mencapainya adalah dengan naik kapal reguler yang berangkat 5 kali sehari dari Pelabuhan Shirahama.
Setibanya di Pelabuhan Funauki, Anda harus berjalan kaki sekitar 10-15 menit menyusuri jalan gunung yang tidak beraspal untuk mencapai pantai. Meskipun kemiringannya landai, permukaan berbatu yang basah dan akar pohon bisa licin, dan ada kemungkinan ular Habu Sakishima bersembunyi di tempat teduh bahkan di siang hari (meskipun mereka nokturnal). Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menggunakan sepatu kets daripada sandal yang mengekspos banyak bagian kaki.
Di ujung jalan gunung, terbentanglah pantai pasir putih yang masih alami dan laut zamrud dengan kejernihan luar biasa. Batas antara air dangkal dan dalam (drop-off) sangat indah, dan jika Anda berenang sedikit ke lepas pantai, Anda bisa bertemu terumbu karang yang berwarna-warni, kawanan ikan tropis, dan kemungkinan besar penyu laut yang sedang memakan rumput laut. Karena sedikitnya turis, Anda bisa menikmati pemandangan indah ini hampir sendirian di luar musim. Ini benar-benar tempat istimewa di mana Anda dapat merasakan sepenuhnya suasana ‘surga tersembunyi Jepang yang hanya diketahui sedikit orang’.
Taman Jalan Omisa
📍 Alamat: Takana, Taketomi-cho, Yaeyama-gun, Prefektur Okinawa 907-1431, Jepang
Bagi wisatawan yang bepergian keliling pulau dengan mobil sewaan atau bus, Taman Jalan Omisa adalah tempat tersembunyi yang patut dikunjungi. Ini adalah taman yang dibangun di dekat muara Sungai Omisa, tempat Anda dapat merasakan suasana hutan dan hutan bakau Iriomote-jima dengan mudah tanpa harus mengikuti tur jangka panjang.
Pintu masuk dari tempat parkir agak sulit ditemukan, tetapi jalur ‘belakang kiri’ dari jalan mengarah ke dek observasi yang menghadap laut, dan jalur ‘belakang kanan’ mengarah ke jembatan kayu (jalur pejalan kaki) hutan bakau yang menyerupai hutan. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat ‘air surut’. Saat air surut, Anda bisa turun ke dataran lumpur dari jalur menuju dek observasi, dan mengamati bentuk akar bakau yang kompleks yang biasanya terendam air, serta makhluk kecil khas dataran lumpur seperti kepiting biola dan mudskipper, dari dekat.
Meskipun ukurannya tidak terlalu besar, tempat ini cocok untuk menikmati waktu pulau yang tenang sambil mendengarkan suara gemericik sungai. Sungai Omisa memiliki air dangkal seperti kolam alami, sehingga di musim panas Anda juga bisa melihat anak-anak setempat bermain air, merasakan semangat lokal.
Air Terjun Mariyudu
📍 Alamat: Nanfumi, Taketomi-cho, Yaeyama-gun, Prefektur Okinawa 907-1541, Jepang
Air Terjun Mariyudu terletak di bagian tengah hingga hulu Sungai Urauchi, sungai terpanjang di Prefektur Okinawa. Ini adalah air terjun terkenal yang terpilih dalam ‘100 Air Terjun Terbaik Jepang’. Dalam bahasa setempat, ‘Mari’ berarti bulat, dan ‘Yudu’ berarti genangan, yang sesuai dengan namanya, air terjun ini memiliki keindahan bentuk yang unik di mana air yang jatuh mengalir ke kolam air terjun yang besar dan bulat.
Untuk menuju air terjun ini, Anda harus naik perahu wisata (jelajah hutan) dari bagian hilir Sungai Urauchi, membutuhkan waktu sekitar 40 menit untuk mencapai dermaga kapal di hulu, yang disebut ‘Iwagunkan’ (Gunkan-iwa, batu kapal perang). Dari sana, Anda akan berjalan kaki sekitar 30-40 menit menyusuri jalur pejalan kaki yang ditumbuhi tumbuhan subtropis. Meskipun beberapa bagian jalur terawat dengan baik dan mudah dilalui, kelembaban tinggi dan pijakan yang licin di banyak tempat memerlukan kehati-hatian.
Demi perlindungan alam dan keselamatan, jalur pejalan kaki di dekat kolam air terjun mungkin dilarang masuk pada waktu tertentu, dan hanya bisa dilihat dari kejauhan dari dek observasi. Namun, suara gemuruh yang bergema dari kejauhan dan pemandangan air yang melimpah jatuh dalam dua tingkat sangatlah menakjubkan. Dan jika Anda sudah sampai sejauh ini, jangan sekali-kali kembali. Berjalanlah lagi sekitar 15 menit ke hulu, Anda akan tiba di Air Terjun Kampire yang luas, yang berarti ‘tempat duduk para dewa’. Mengunjungi Air Terjun Mariyudu dan Kampire secara bersamaan adalah rute klasik wisata Iriomote-jima.
Air Terjun Sangara
📍 Alamat: Uehara, Taketomi-cho, Yaeyama-gun, Prefektur Okinawa 907-1541, Jepang
Iriomote-jima memiliki banyak air terjun, tetapi Air Terjun Sangara memiliki pesona yang berbeda. Meskipun ketinggiannya tidak terlalu besar, lebarnya sekitar 30m dan terbuka lebar. Fitur terbesarnya adalah Anda dapat berjalan ‘di belakang air terjun’ dan memasuki ruang seperti markas rahasia (air terjun tersembunyi).
Dalam tur, Anda akan menyusuri Sungai Nishida dari Teluk Funauki dengan kano mangrove, lalu berjalan kaki sekitar 30 menit di hutan untuk tiba. Karena tidak banyak trekking dengan kemiringan curam, ini adalah nilai plus yang memungkinkan keluarga dengan anak kecil atau mereka yang tidak terlalu percaya diri dengan stamina fisik untuk menikmati eksplorasi hutan tanpa kesulitan.
Saat mengunjungi Air Terjun Sangara, cara terbaik untuk menikmatinya adalah dengan mengenakan pakaian renang di bawah pakaian Anda dan bermain sampai basah kuyup. Anda bisa merasakan guyuran air terjun seperti shower alami, atau bersantai sambil makan siang di area berbatu besar di atas air terjun, ditemani suara sungai. Tergantung pasang surut air, terkadang Anda juga bisa turun dari kano dan berjalan menyusuri dataran lumpur yang luas, menikmati sepenuhnya alam Iriomote-jima yang autentik dan ‘berlumpur’, dengan kepiting dan ikan muda.
[KOLOM] Tips untuk Menikmati Wisata Hutan Iriomote-jima 120%
Alam liar Iriomote-jima jauh lebih dinamis dari yang Anda bayangkan, dan jika Anda mengunjunginya dengan mentalitas kota, Anda akan menghadapi kesulitan yang tidak terduga. Kami telah merangkum poin-poin penting dan tips nyata yang harus diketahui wisatawan.
1. Lupakan Ide ‘Pergi Sendiri’
Di Iriomote-jima, alam liar masih alami, sehingga sinyal ponsel tidak tersedia di pegunungan. Selain itu, untuk konservasi lingkungan menyusul pendaftaran sebagai Situs Warisan Alam Dunia, area populer seperti Air Terjun Pinaisara dan Air Terjun Sangara telah ditetapkan sebagai ‘Sumber Daya Pariwisata Alam Spesifik’, di mana kunjungan individu dilarang dan pendampingan pemandu bersertifikat adalah wajib. Agar tidak kebingungan di lokasi, pastikan untuk memesan tur pemandu sebelum berangkat. Berjalan kaki sambil mendengarkan penjelasan dari pemandu lokal yang berpengalaman akan membuat Anda menemukan flora dan fauna endemik, menghasilkan pengalaman yang berkali-kali lebih menyenangkan.
2. Pakaian dan Peralatan Terbaik
Iriomote-jima memiliki iklim panas dan lembap sepanjang tahun. Selama trekking, Anda akan berkeringat banyak, jadi hindari T-shirt berbahan katun dan pilihlah pakaian dari ‘bahan cepat kering’ seperti poliester. Selain itu, untuk melindungi kulit dari gigitan serangga, sengatan matahari, dan tumbuhan beracun, gaya ‘rash guard lengan panjang + legging olahraga + celana pendek’ adalah aturan baku bahkan di musim panas. Untuk alas kaki, menyewa sepatu bot felt dari perusahaan tur, yang cocok untuk area berbatu licin dan mendaki sungai, adalah yang paling aman.
3. Masalah Toilet dan Pertimbangan Lingkungan
Tentu saja, tidak ada toilet siram jauh di dalam hutan. Sangat penting untuk selalu menggunakan toilet sebelum tur dimulai atau di dermaga. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, untuk mengurangi beban lingkungan, di beberapa area ‘toilet portabel’ diwajibkan (dan dikenakan biaya) untuk dibawa dan digunakan saat mengikuti tur. Hormati alam liar dan nikmati waktu pulau terbaik Anda dengan mematuhi peraturan setempat, seperti membawa pulang semua sampah.
