5 Destinasi Wisata Populer di Korea! Perjalanan Menelusuri Sejarah dan Alam dari Seoul hingga Pedesaan

5 Destinasi Wisata Populer di Korea! Perjalanan Menelusuri Sejarah dan Alam dari Seoul hingga Pedesaan Wisata & Hiburan
Wisata & Hiburan

Pendahuluan

Di balik kota-kota besar Korea yang dipenuhi tren terbaru, terdapat banyak tempat yang menyimpan sejarah berusia ratusan tahun dan alam yang kaya. Dari wisatawan pertama kali hingga pengunjung berulang, kegembiraan pariwisata Korea adalah selalu ada penemuan baru setiap kali Anda berkunjung.

Dalam artikel ini, kami akan memperkenalkan 5 tempat pilihan, mulai dari destinasi wisata klasik yang wajib dikunjungi hingga daya tarik mendalam di kota-kota daerah yang memungkinkan Anda merasakan suasana lokal secara langsung. Kami tidak hanya sekadar mengambil foto, tetapi juga menyajikan informasi nyata yang lebih mendalam, termasuk latar belakang sejarah lokal, waktu kunjungan terbaik, dan daya tarik tersembunyi di sekitarnya.

Desa Hanok Bukchon

No Image Available

📍 Alamat: Gyedong-gil, Jongno District, Seoul, Korea Selatan

Terletak di pusat kota Seoul, Desa Hanok Bukchon adalah area yang dipenuhi rumah tradisional ‘Hanok’ yang telah ada sejak awal Dinasti Joseon (sekitar abad ke-14 hingga ke-15). Terjepit di antara Istana Gyeongbokgung dan Changdeokgung, area ini dulunya merupakan kawasan tempat tinggal bangsawan dan ‘yangban’ (kelas aristokrat). Meskipun banyak bangunan yang tersisa saat ini telah direnovasi setelah abad ke-20, saat Anda melangkahkan kaki ke gang-gang sempit, Anda akan merasakan ilusi seolah-olah kembali ke masa lalu dalam drama sejarah, dengan deretan jalan berbatu dan atap genteng yang rapi.

Daya tarik terbesar dari tempat ini adalah kontras antara deretan atap genteng rumah tradisional yang memperlihatkan gedung-gedung pencakar langit modern Seoul dan Namsan Seoul Tower yang tampak di baliknya. Pemandangan ini, di mana sejarah dan modernitas hidup berdampingan secara mulus, dapat disebut sebagai pemandangan spektakuler yang unik untuk Bukchon. Di sekitarnya terdapat banyak toko penyewaan Hanbok (pakaian tradisional Korea), sehingga berjalan-jalan mengenakan pakaian tradisional akan menciptakan kenangan indah dan foto-foto yang menarik perhatian di media sosial.

Sebagai tempat wisata yang sangat populer, area ini cenderung ramai pada siang hari. Namun, jika fokus Anda adalah fotografi, waktu terbaik adalah pagi hari saat relatif sedikit wisatawan, atau saat senja yang nostalgia dengan cahaya matahari terbenam. Perlu diingat bahwa ini masih merupakan area tempat tinggal penduduk setempat. Selain berjalan-jalan dengan tenang, mungkin ada pembatasan masuk setelah jam 5 sore, jadi pastikan untuk memperhatikan waktu kunjungan dan etika. Karena banyak terdapat tangga dan jalan menanjak, mengenakan sepatu kets yang nyaman adalah suatu keharusan.

Desa Hanok Bukchon (Jalan Utama)

No Image Available

📍 Alamat: 31-45 Gahoe-dong, Jongno District, Seoul, Korea Selatan

Di dalam Desa Hanok Bukchon, area sekitar jalan utama ini tidak boleh dilewatkan. Dengan deretan Hanok yang terpelihara dengan baik di kedua sisi jalan menanjak yang landai, ini adalah tempat penting yang menyajikan pemandangan paling ‘Bukchon’. Baru-baru ini, tempat ini menjadi sangat populer sebagai lokasi syuting drama Jepang yang sangat sukses, ‘Eye Love You’, di mana karakter utama Teo dan Yuri berkencan, dan banyak penggemar berbondong-bondong datang untuk ziarah lokasi.

Meskipun jalan utama selalu ramai dengan wisatawan, suasana berubah drastis begitu Anda masuk ke gang-gang belakang. Seperti Onomichi di Jepang, terdapat tangga yang rumit dan gang-gang sempit yang berliku seperti labirin, dan karena tidak banyak orang, Anda dapat menemukan spot foto yang tenang dan indah milik Anda sendiri.

Di sekitarnya, tersebar kafe modern yang memanfaatkan ruang rumah tradisional, galeri yang canggih, dan studio kecil tempat Anda dapat mencoba kerajinan tangan. Jika Anda lelah berjalan, disarankan untuk duduk di teras Hanok, menyeruput teh tradisional, dan menikmati waktu yang santai.

Cheonggyecheon

No Image Available

📍 Alamat: Jongno-gu, Seoul, Korea Selatan

Mengalir dari timur ke barat di jantung kota Seoul, Cheonggyecheon adalah tempat rekreasi warga dengan panjang sekitar 11 km. Dulunya, selama periode pertumbuhan ekonomi yang pesat, kualitas airnya memburuk dan jalan layang dibangun di atasnya, menjadikannya saluran tertutup. Namun, melalui proyek restorasi besar-besaran sejak tahun 2003, sungai ini telah hidup kembali sebagai ruang air yang indah, penuh dengan hijau dan air. Ini menarik perhatian dari seluruh dunia sebagai contoh sukses regenerasi perkotaan.

Sepanjang sungai, terdapat jalur pejalan kaki yang terawat rapi di kedua tepian, dengan akses yang sangat baik dari area-area utama seperti Myeongdong dan Gwanghwamun. Pada siang hari, Anda dapat melihat anak-anak bermain melompati batu pijakan dan pekerja kantoran berjalan-jalan dengan kopi di tangan, merasakan suasana lokal yang menyatu dengan kehidupan sehari-hari warga Seoul.

Yang lebih menarik adalah wajahnya di malam hari. Saat matahari terbenam, sungai ini diterangi dengan indah, menciptakan suasana yang sangat romantis. Terutama selama ‘Festival Lentera Seoul’ yang diadakan setiap musim dingin, lentera raksasa berwarna-warni dan seni media dipamerkan di sepanjang sungai, memungkinkan Anda menikmati seni cahaya yang fantastis. Ini adalah tempat penyembuhan yang sempurna untuk singgah sejenak dan mendengarkan suara gemericik air ketika Anda merasa lelah dengan hiruk pikuk kota atau berbelanja.

Hwaseong Haenggung

No Image Available

📍 Alamat: 825 Jeongjo-ro, Paldal-gu, Suwon, Gyeonggi-do, Korea Selatan

Hwaseong Haenggung, yang terletak di kota Suwon, Provinsi Gyeonggi, sekitar satu jam perjalanan dengan kereta ekspres atau kereta bawah tanah dari Seoul, adalah destinasi wisata yang wajib dikunjungi bagi pecinta sejarah. Istana ini dibangun sebagai istana sementara (Haenggung) bagi Raja Jeongjo, raja ke-22 Dinasti Joseon, untuk menginap saat mengunjungi makam ayahnya yang meninggal secara tragis. Dengan ukuran terbesar di antara istana sementara di Korea, keagungan istana ini mencerminkan otoritas raja pada masa itu dan rasa cinta yang mendalam kepada orang tuanya.

Dibandingkan dengan Istana Gyeongbokgung di Seoul, Hwaseong Haenggung tidak terlalu ramai oleh wisatawan, dan Anda dapat berjalan-jalan santai di area yang luas sesuai keinginan Anda. Tempat ini sering digunakan sebagai lokasi syuting drama sejarah Korea, dan berfoto mengenakan pakaian tradisional akan terlihat sangat menarik. Selain itu, bersama dengan tembok benteng Warisan Dunia ‘Benteng Hwaseong Suwon’ di sekitarnya, tersedia juga berbagai aktivitas seperti mencoba ‘gungung’ (panahan tradisional Korea) dan balon udara ‘Flying Suwon’ yang memungkinkan Anda menikmati pemandangan tembok benteng dari atas.

Lebih lanjut, tepat di sebelah Hwaseong Haenggung, terhampar area populer yang disebut ‘Haengnidan-gil’ (Jalan Kafe Haenggung-dong). Area ini dipenuhi kafe dan toko barang-barang unik yang direnovasi dari rumah-rumah tua, dan cara menikmati ‘perpaduan baru dan lama’ dengan beristirahat di kafe yang canggih setelah menjelajahi sejarah telah menjadi tren populer di kalangan anak muda dan wisatawan. Istana Haenggung yang diterangi lampu di malam hari juga megah dan indah, menjadikan area ini tempat yang dapat dinikmati sepanjang hari.

Jalan Berjajar Pohon (Namuk-gil)

No Image Available

📍 Alamat: 19-4 Yongji-ro 239beon-gil, Yongji-dong Seongsan-gu, Changwon-si, Gyeongsangnam-do, Korea Selatan

Jalan Berjajar Pohon (Namuk-gil) di kota Changwon, Provinsi Gyeongsangnam-do, di bagian tenggara Korea, adalah jalan indah yang dikenal oleh mereka yang akrab dengan daerah tersebut. Meskipun ‘Garosu-gil’ (Jalan Berjajar Pohon) di Sinsa-dong, Seoul, terkenal, Jalan Berjajar Pohon di Changwon adalah tempat di mana Anda dapat merasakan dinamisme alam, dengan deretan pohon metasequoia yang menjulang tinggi selama beberapa ratus meter.

Kota Changwon, yang dikatakan meniru tata kota Australia, ditandai dengan jalan-jalan yang lebar dan rata. Oleh karena itu, sangat cocok untuk berjalan-jalan santai, serta bersepeda dengan sepeda sewaan sambil merasakan angin sepoi-sepoi. Meskipun menunjukkan ekspresi yang berbeda setiap musim, musim gugur dengan dedaunan merahnya sangat direkomendasikan. Terowongan metasequoia yang diwarnai kuning dan oranye sangat indah hingga membuat Anda terengah-engah, menjadikannya spot foto yang sempurna.

Di kedua sisi jalan dan di gang-gang sekitarnya, terdapat kafe-kafe roti modern yang tidak kalah dengan Seoul, tempat pemanggangan kopi khusus, dan restoran-restoran bergaya. Meskipun ada sedikit masalah dengan banyak kendaraan, tidak ada kesibukan seperti di Seoul, dan waktu lokal yang santai mengalir khas kota provinsi. Karena lokasinya yang mudah dijangkau dari Busan, ini adalah tempat yang sempurna bagi mereka yang ingin menikmati perjalanan daerah yang lebih mendalam.

Tips Menikmati Wisata Korea 120%

Berikut adalah beberapa tips untuk membuat perjalanan dan penjelajahan kota Anda nyaman saat mengunjungi destinasi wisata di Korea.

Pertama, Korea adalah ‘masyarakat super kartu’. Tempat-tempat yang hanya menerima uang tunai terbatas pada kedai makanan atau beberapa pasar tertentu, jadi membawa kartu kredit atau kartu prabayar isi ulang ‘WOWPASS’ akan sangat memudahkan. Jika Anda memiliki kartu yang terintegrasi dengan fungsi ‘Tmoney’ untuk transportasi umum, Anda dapat menggunakan kereta bawah tanah dan bus dengan pembayaran sentuh.

Selain itu, budaya kafe di Korea termasuk yang terbaik di dunia. Ke mana pun Anda pergi, Anda hampir pasti akan menemukan kafe menarik hanya dengan berjalan kaki sebentar. Jika Anda lelah berjalan-jalan, jangan memaksakan diri dan sering-seringlah beristirahat di kafe, itulah cara orang lokal menikmati waktu. Pesan Americano dingin (Ice Americano) dan amati bagaimana penduduk setempat menghabiskan waktu, itu juga menarik.

Terakhir, mengenai pakaian. Destinasi wisata sejarah Korea yang kami perkenalkan kali ini, seperti Desa Hanok Bukchon dan Benteng Hwaseong Suwon, seringkali memiliki jalan berbatu, tanjakan curam, dan tangga yang banyak. Lebih dari sekadar desain, kami sangat merekomendasikan untuk memakai sepatu kets yang mudah berjalan dan memiliki bantalan yang baik.

Photo by Yu Kato on Unsplash
タイトルとURLをコピーしました