Okayama Korakuen
📍 Alamat: 1-5 Korakuen, Kita Ward, Okayama, 703-8257, Jepang
‘Okayama Korakuen’, yang diakui sebagai salah satu dari Tiga Taman Terkenal Jepang, adalah taman bergaya jalan-jalan yang luas, mulai dibangun oleh penguasa Domain Okayama, Ikeda Tsunamasa, pada tahun 1687. Pemandangan indahnya yang tidak berubah sejak Periode Edo masih terpelihara hingga kini dan telah ditetapkan sebagai Situs Keindahan Pemandangan Khusus Nasional. Di dalam taman, terdapat padang rumput, kolam, dan bukit buatan yang disebut Yuishinzan yang tertata indah. Pemandangan dinamis dengan Istana Okayama yang menjulang di latar belakang benar-benar sangat menakjubkan. Selain bunga-bunga musiman, Anda juga dapat mengagumi bangau mahkota merah, yang menunjukkan ekspresi berbeda setiap kali Anda berkunjung.
Tips praktis agar wisatawan dapat menikmati secara efisien adalah membeli tiket terusan (dewasa 800 yen) di loket tiket bersama dengan Istana Okayama yang berdekatan. Hanya dengan sedikit tambahan dari biaya masuk Korakuen saja (dewasa 500 yen), Anda bisa menikmati keduanya, yang jauh lebih hemat. Selain itu, anak-anak SMP ke bawah dapat masuk secara gratis, menjadikannya pilihan ramah anggaran untuk keluarga dengan anak-anak.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada pagi hari kerja saat udara cerah. Jika Anda datang sekitar pukul 9 pagi, suasana akan lebih sepi, memungkinkan Anda menikmati kemewahan waktu yang tenang di taman yang luas. Taman ini memiliki sedikit undakan dan terawat dengan baik, sehingga ramah bagi kursi roda dan kereta dorong bayi. Jika Anda merasa lelah berjalan-jalan, cobalah ‘es krim lembut rasa persik’ yang dijual di toko sebelah kanan tepat setelah masuk. Rasa manis buah khas Okayama akan menyegarkan tubuh Anda yang lelah.
Distrik Bersejarah Kurashiki
📍 Alamat: 1-4 Chuo, Kurashiki, 710-0046, Jepang
‘Distrik Bersejarah Kurashiki’ adalah salah satu destinasi wisata utama di Prefektur Okayama, yang memiliki sejarah sebagai wilayah langsung di bawah kekuasaan shogun (Tenryo) selama Periode Edo. Sepanjang Sungai Kurashiki, yang dulunya digunakan sebagai kanal transportasi barang, terdapat gudang dan rumah-rumah kota dengan dinding putih berdesain belah ketupat yang indah yang disebut ‘namako kabe’, menciptakan pemandangan yang penuh pesona bersama dengan deretan pohon willow yang bergoyang ditiup angin. Selain itu, dengan adanya ‘Museum Seni Ohara’, museum seni Barat pertama di Jepang, dan ‘Kurashiki Ivy Square’ yang merupakan pabrik tekstil tua yang direnovasi, kota ini menyajikan perpaduan gaya Jepang dan Barat yang harmonis dan retro-modern, yang indah untuk difoto dari setiap sudut.
Untuk menikmati kota ini secara mendalam, perencanaan makan adalah hal yang wajib. Ini karena selain menikmati pemandangan, ada banyak kafe rumah kuno yang stylish untuk berburu makanan manis dan menikmati kuliner khas daerah. Terutama di sekitar ‘Kurashiki Denim Street’, Anda dapat menemukan makanan unik berwarna biru yang terinspirasi dari denim (seperti bakpao dan es krim lembut), yang sangat populer di kalangan wisatawan.
Perangkap yang harus diwaspadai wisatawan adalah ‘tempat parkir’. Tempat parkir yang dekat dengan pusat Distrik Bersejarah seringkali memiliki tarif yang lebih tinggi atau cepat penuh, jadi pilihan cerdas adalah mencari tempat parkir di area yang sedikit lebih jauh sebelumnya. Selain itu, jangan kecewa jika hari sedikit gerimis. Pemandangan lampu jalan retro yang memantul di jalan berbatu yang basah menciptakan suasana dewasa yang lebih nostalgia dan syahdu dibandingkan hari cerah.
Kibitsu Jinja
📍 Alamat: 931 Kibitsu, Kita Ward, Okayama, 701-1341, Jepang
‘Kibitsu Jinja’, yang terletak di pinggiran Okayama, adalah kuil besar bersejarah yang memuja Ohokibitsuhikono-mikoto, tokoh yang menjadi model dongeng ‘Momotaro’ yang dikenal semua orang. Daya tarik utamanya adalah Honden (aula utama) dan Haiden (aula persembahan) yang megah dan ditetapkan sebagai Harta Nasional, serta koridor besar yang indah sepanjang sekitar 360 meter yang membentang lurus mengikuti topografi alami. Koridor ini, yang juga digunakan untuk syuting film drama sejarah, diselimuti keheningan, dengan kontras pilar merah vermilion dan hijaunya pepohonan yang terus berlanjut tanpa henti. Berjalan di sini saja sudah membuat hati terasa suci.
Untuk pengalaman yang lebih mendalam, pastikan untuk mencoba ‘Narukama Shinji’ (ritual suara periuk). Ini adalah ritual kuno yang unik, di mana kepala Oni (Ura) yang ditaklukkan oleh Ohokibitsuhikono-mikoto terkubur di bawah periuk, dan nasib baik atau buruk diramalkan dari kerasnya atau lamanya suara periuk yang berbunyi. Suasana misterius di Okamaden yang hitam pekat karena jelaga, serta suara gumaman rendah yang bergema, akan memberikan sensasi romansa sejarah yang kuat yang hanya bisa dirasakan di sini.
Waktu terbaik untuk beribadah adalah pagi hari yang menyegarkan. Area kuil dibuka mulai pukul 5 pagi, jadi jika Anda berkunjung pagi-pagi, wisatawan akan jarang, dan Anda dapat menikmati keindahan koridor dalam udara yang jernih. Aksesnya juga sangat baik; dengan kereta lokal JR Kibi Line dari Stasiun Okayama sekitar 15 menit, dan kemudian berjalan kaki sekitar 10 menit dari Stasiun Kibitsu terdekat. Tersedia juga tempat parkir besar gratis (270 mobil), menjadikannya spot kekuatan yang sangat direkomendasikan bagi wisatawan yang menggunakan mobil sewaan.
Kinojo Gerbang Barat
📍 Alamat: Kuroo, Soja, 719-1105, Jepang
‘Kinojo’ adalah reruntuhan istana gunung kuno yang dibangun di puncak Gunung Kinojo (sekitar 400 meter di atas permukaan laut). Diyakini sebagai salah satu fasilitas pertahanan yang dibangun di berbagai tempat di Jepang bagian barat oleh Pemerintahan Yamato pada paruh kedua abad ke-7, sebagai persiapan menghadapi invasi Dinasti Tang dan Silla setelah kekalahan dalam Pertempuran Hakusukinoe. Meskipun terpilih sebagai salah satu dari 100 Kastil Terkenal Jepang, ia juga disebut sebagai ‘istana gunung misterius’ karena tidak ada catatan sejarah yang tersisa. Selain itu, ada juga legenda yang mengatakan bahwa ini adalah istana Oni (Ura) yang muncul dalam legenda Kibitsu Jinja yang disebutkan sebelumnya, menjadikannya tempat yang menarik tidak hanya bagi penggemar sejarah tetapi juga bagi pecinta misteri.
Saat ini, Gerbang Barat, tanggul tanah yang megah, dan tembok batu tinggi telah direkonstruksi berdasarkan penggalian, memungkinkan Anda untuk merasakan langsung skalanya yang besar. Berjalan di jalur pendakian yang telah ditata, dan merenungkan bagaimana orang-orang kuno membangun istana ini, adalah pengalaman yang luar biasa. Terutama pemandangan dari sekitar Gerbang Barat dan dek observasi sangat menakjubkan, dengan panorama luas yang jika cuaca cerah, Anda dapat melihat Dataran Soja, Laut Pedalaman Seto, dan bahkan pegunungan Shikoku yang jauh.
Sebagai saran praktis bagi wisatawan, jalan menuju puncak gunung cukup sempit. Meskipun ada banyak tempat untuk berpapasan, harap berkendara perlahan dan sangat hati-hati terhadap kendaraan yang berlawanan arah. Selain itu, mampir ke ‘Pusat Pengunjung’ yang bersebelahan dengan tempat parkir adalah rute wajib. Jika Anda mempelajari sejarah Kinojo dan latar belakang pekerjaan rekonstruksi di sini (gratis) sebelum menuju Gerbang Barat, kekaguman Anda akan berlipat ganda (perhatikan bahwa Pusat Pengunjung mungkin tutup pada hari Senin). Karena ini adalah tempat yang kaya akan alam, sangat disarankan untuk mengenakan sepatu yang nyaman untuk berjalan, seperti sepatu kets.
Gua Stalaktit Bitchu
📍 Alamat: 8854-1 Kamisuita, Maniwa, 716-1411, Jepang
‘Gua Stalaktit Bitchu (Bitchu Kanachiana)’, yang terletak di kota Maniwa di bagian utara Prefektur Okayama, adalah gua stalaktit tertua di Jepang yang namanya tercatat dalam literatur, yaitu dalam ‘Nihon Sandai Jitsuroku’ yang disusun pada Periode Heian (tahun 901). Di dalam gua, terdapat ruang misterius yang terbentuk selama periode waktu yang tak terbayangkan sekitar 300 juta tahun. Anda dapat mengamati keindahan pahatan alam yang dinamis secara dekat, seperti ‘Fuji dalam Gua’, stalagmit terbesar di Jepang dengan tinggi sekitar 3 meter dan diameter sekitar 5 meter, serta ‘Pagoda Lima Lantai’ yang bertumpuk hingga 22 lapisan.
Daya tarik terbesar dari tempat ini adalah suhu di dalam gua yang dijaga sekitar 9 derajat Celcius sepanjang tahun. Sebagai ‘tempat berlindung dari panas terbaik’ untuk melarikan diri dari teriknya musim panas, pendingin alami yang menyelimuti tubuh Anda begitu Anda melangkah masuk bahkan terasa mengharukan. Anda juga dapat melihat kelelawar di dalam gua, menambahkan sedikit sensasi petualangan ala Indiana Jones. Karena masih mempertahankan bentuk alaminya tanpa banyak campur tangan manusia, tempat ini juga sangat baik sebagai ‘spot Instagramable’ untuk mengambil foto-foto misterius.
Namun, ada sedikit jebakan yang seringkali dialami wisatawan. Pintu masuk gua berada di dasar lembah, sehingga Anda akan menuruni jalan yang curam saat pergi, tetapi saat kembali setelah selesai menjelajah, tentu saja akan ada ‘pendakian tanpa henti’. Keringat akan kembali membasahi tubuh Anda yang sudah sejuk dan nyaman di dalam gua, jadi persiapkan mental untuk menikmati itu sebagai salah satu pengalaman rekreasi. Karena di dalam gua dingin, sangat disarankan untuk membawa jaket dan mengenakan sepatu yang tidak licin.
Tips Praktis untuk Membuat Wisata Okayama Anda Lebih Menyenangkan
Kelima tempat yang kami perkenalkan kali ini memiliki daya tarik yang sama sekali berbeda, namun sebenarnya terhubung erat oleh benang sejarah. Misalnya, setelah menyentuh ‘Legenda Momotaro (Pangeran Kibitsuhiko)’ di Kibitsu Jinja, dan kemudian melanjutkan perjalanan ke kota Soja untuk mengunjungi ‘Istana Oni (Ura), Kinojo’, Anda akan menyelesaikan perjalanan sejarah yang mendalam, seolah-olah mengalami kembali sebuah kisah epik.
Mengenai transportasi, akses ke ‘Okayama Korakuen’ dan ‘Kibitsu Jinja’ di dalam Kota Okayama, serta ‘Distrik Bersejarah Kurashiki’ di Kota Kurashiki, relatif lancar dengan transportasi umum (kereta api/bus). Namun, jika Anda berencana mengunjungi ‘Kinojo’ yang terletak di puncak gunung, atau ‘Gua Stalaktit Bitchu’ di bagian utara prefektur, menggunakan mobil sewaan jauh lebih nyaman. Meskipun jalanan di Prefektur Okayama umumnya lebar dan mudah dilalui, di sekitar tempat wisata pegunungan cenderung sempit, jadi memilih mobil kompak dapat mengurangi stres saat berpapasan.
Selain itu, kuliner lokal juga merupakan salah satu kesenangan besar dalam perjalanan. Selain jajanan di Distrik Bersejarah Kurashiki dan es krim lembut rasa persik di Korakuen, pastikan untuk memasukkan ‘Demikatsu-don’, hidangan khas Okayama, atau ‘Bara-zushi’ yang menggunakan makanan laut segar dari Laut Pedalaman Seto, ke dalam rencana makan siang Anda. Nikmati liburan istimewa Anda sendiri di Prefektur Okayama, yang kaya akan alam, romansa sejarah kuno, dan makanan lezat!
