5 Destinasi Wisata Terbaik di Shimane! Panduan Mendalam untuk Penjelajah Mitos dan Sejarah

5 Destinasi Wisata Terbaik di Shimane! Panduan Mendalam untuk Penjelajah Mitos dan Sejarah Wisata & Hiburan
Wisata & Hiburan

Kastil Matsue

No Image Available

📍 Alamat: 1-5 Tonomachi, Matsue, Shimane 690-0887, Jepang

Kastil Matsue adalah salah satu dari hanya 12 ‘menara kastil asli’ yang tersisa di seluruh Jepang, dan telah ditetapkan sebagai Harta Nasional. Dibangun oleh panglima perang Horio Yoshiharu, yang melayani Toyotomi Hideyoshi dan Tokugawa Ieyasu, ciri terbesar kastil ini adalah strukturnya yang ‘kokoh dan praktis’, sangat menekankan pada kegunaan dalam pertempuran daripada ornamen yang mewah. Dengan sumur dan gudang garam di dalam kastil, serta fasilitas pertahanan seperti ‘ishiotoshi’ (lubang untuk menjatuhkan batu), Anda dapat merasakan napas nyata para panglima perang yang bertahan hidup di periode Sengoku.

Satu hal yang harus Anda persiapkan saat berkunjung adalah ‘tangga yang sangat curam’ menuju menara utama. Tangga ini sengaja dibangun dengan kemiringan yang curam demi tujuan pertahanan, dan banyak pengunjung mengatakan bahwa tangga ini ‘dua kali lebih sulit dari yang dibayangkan’. Namun, setelah mendaki sampai ke puncak menara sambil terengah-engah, Anda akan disambut dengan pemandangan menakjubkan 360 derajat Kota Matsue dan Danau Shinji yang indah. Pemandangan dari menara yang berangin ini akan segera menghilangkan kelelahan Anda setelah mendaki.

Selain itu, pesona Kastil Matsue tidak hanya terbatas pada menara utama. Bagi pecinta sejarah, kami sangat merekomendasikan untuk menjelajahi area ‘Shiominawate’ di belakang kastil. Di sana, sisa-sisa tembok batu dan tangga batu kuno masih terlihat jelas, dan saat Anda berjalan di sepanjang jalan setapak yang tenang di tepi parit, Anda juga dapat mendengar kicauan burung liar yang bersarang di pepohonan. Jika Anda punya waktu, menggabungkannya dengan ‘Tur Horikawa’ (perahu pesiar) adalah cara populer untuk menikmati kastil dari sudut yang berbeda.

Museum Seni Adachi

No Image Available

📍 Alamat: 320 Furukawacho, Yasugi, Shimane 692-0064, Jepang

Museum seni taman ini benar-benar kebanggaan dunia, telah dinobatkan sebagai ‘yang terbaik di Jepang’ selama lebih dari 20 tahun berturut-turut oleh majalah spesialis taman Jepang di Amerika Serikat. Sejalan dengan perkataan pendiri Adachi Zenko, ‘taman juga adalah sebuah lukisan’, berbagai jenis taman seperti Taman Karesansui (taman lanskap kering) dan Taman Hakusha Seisho (pasir putih dan pinus hijau) menggabungkan pemandangan pegunungan jauh sebagai latar belakang, menciptakan komposisi sempurna di setiap sudut.

Saat berjalan di dalam museum, Anda akan menemukan berbagai trik di mana kusen jendela berfungsi sebagai bingkai, membuat pemandangan taman muncul seperti ‘lukisan Jepang yang hidup’. Estetika yang gigih, di mana para tukang kebun ahli merawat setiap detail hingga milimeter setiap hari, hanya dapat benar-benar dipahami dan dihargai dengan mengunjunginya secara langsung.

Koleksi museum juga kelas satu, termasuk lukisan Jepang karya Yokoyama Taikan dan karya keramik oleh Kitaoji Rosanjin, semuanya sangat menarik. Meskipun museum sering ramai dengan bus wisata segera setelah dibuka, area dalamnya sangat luas dan memiliki fasilitas ramah disabilitas, sehingga Anda dapat menikmati pameran dengan kecepatan Anda sendiri. Di sela-sela waktu menikmati, adalah kemewahan tertinggi untuk menikmati matcha dan wagashi (manisan Jepang) dengan peralatan yang indah di rumah teh yang menghadap taman. Karena taman menunjukkan wajah yang sangat berbeda di setiap musim, ini adalah tempat yang membuat Anda ingin ‘datang lagi di musim yang berbeda’.

Kuil Susa (Susa Omiya)

No Image Available

📍 Alamat: 730 Susa, Sadacho, Izumo, Shimane 693-0503, Jepang

Kuil Susa, yang namanya juga terukir dalam ‘Izumo Fudoki’, adalah salah satu kuil tertua dan tempat kekuatan spiritual terkuat di Izumo. Di antara banyak kuil di seluruh Jepang yang memuja Susanoo-no-Mikoto, tempat ini adalah situs suci istimewa yang diyakini sebagai ‘tempat di mana Susanoo-no-Mikoto terakhir kali menenangkan arwahnya’. Begitu Anda melangkah ke dalam kompleks kuil yang diselimuti hutan lebat, Anda akan merasakan suasana sakral yang kental dan bersih.

Selain kemegahan Kuil Utama (Properti Budaya yang Ditunjuk Prefektur Shimane) dengan gaya arsitektur Taisha-zukuri yang khas, daya tarik utamanya adalah ‘Pohon Sugi Besar’ yang menjulang di belakang Kuil Utama, diperkirakan berusia sekitar 1300 tahun. Ketika Anda mendongak, pohon raksasa ini cukup besar untuk menutupi langit, dan banyak pengunjung yang terus-menerus mengulurkan tangan untuk merasakan napas mitos yang terkandung dalam pohon tersebut.

Selain itu, di sekitar area kuil terdapat legenda yang dikenal sebagai ‘Tujuh Keajaiban Susa’. Yang paling terkenal adalah ‘Shio-no-i’ (Sumur Garam), tempat di mana Susanoo diyakini mengambil air laut untuk membersihkan tanah. Sumur misterius ini dikatakan terhubung di bawah tanah dengan Laut Jepang di dekat Kuil Izumo Taisha (Pantai Inasa), dan airnya terasa sedikit asin. Akses menggunakan transportasi umum seringkali memiliki waktu tunggu bus yang lama, jadi bagi wisatawan yang ingin tenggelam dalam dunia mitos tanpa terburu-buru, sangat disarankan untuk menggunakan mobil sewaan.

Oni no Shitaburui

No Image Available

📍 Alamat: Une, Mitsunari, Okuizumo, Nita-gun, Shimane 699-1511, Jepang

‘Oni no Shitaburui’, tersembunyi jauh di pegunungan Okuizumo, adalah ngarai besar berbentuk V sepanjang sekitar 2km yang terbentuk selama bertahun-tahun oleh Sungai Omaki, anak sungai dari Sungai Hii, yang mengikis batuan granit biotit. Ditetapkan sebagai Keindahan Pemandangan Nasional dan Monumen Alam, pemandangan dinamis dari bebatuan aneh dan batu-batu raksasa yang bertumpuk dengan jelas menunjukkan kekuatan alam yang luar biasa.

Nama yang tidak biasa ini berasal dari legenda romantis yang tercatat dalam ‘Izumo Fudoki’. Dulu, seekor ‘wani’ (buaya, yang berarti hiu) yang datang dari Laut Jepang menyusuri sungai jatuh cinta pada dewi cantik Tamahime-no-Mikoto yang tinggal di daerah ini, dan mengunjunginya setiap malam. Dikatakan bahwa kata ‘wani ga shitaburu’ (wani yang merindukan/mendambakan) berubah menjadi ‘Oni no Shitaburui’.

Meskipun ini adalah jalur hiking yang melintasi hutan lebat, di sepanjang lembah tersedia jalan setapak yang ramah disabilitas, sehingga dapat dilalui dengan kursi roda atau kereta bayi. Daya tariknya meliputi berjalan-jalan di udara di ‘Jembatan Gantung ‘Cinta’ Shitaburui’ setinggi 45m dan panjang 160m, serta ‘Rakuru-iwa’ (Batu Air Mata) yang terlihat seperti air mata iblis mengalir, dan ‘Shito-iwa’ (Batu Uji Pedang) yang terbelah dua. Ini adalah tempat pemandangan indah di mana hijaunya dedaunan sangat menyejukkan mata di musim semi, dan dedaunan musim gugur yang membara dengan indah di musim gugur. Namun, karena letaknya di tengah alam liar, ada laporan penampakan beruang, jadi cara aman untuk menikmatinya adalah dengan membawa lonceng atau berjalan sambil berbicara dalam kelompok.

Jalan Tonomachi

No Image Available

📍 Alamat: Gōda, Tsuwano, Kanoashi-gun, Shimane 699-5605, Jepang

‘Jalan Tonomachi’, yang terletak di pusat Tsuwano, yang disebut sebagai ‘Kyoto kecil di San’in’. Jalan ini, di mana tata kota dari periode Edo masih terpelihara, memiliki deretan dinding ‘namako-kabe’ (dinding plester seperti teripang) dan dinding putih bekas kediaman samurai, serta jalan batu yang menawan, menciptakan pemandangan indah yang menarik di setiap sudut yang Anda bidik dengan kamera.

Simbol terbesar Jalan Tonomachi adalah ikan koi Nishikigoi berwarna-warni yang berenang anggun di parit (saluran air) di sepanjang jalan. Pemandangan ikan koi raksasa yang gemuk berenang berkelompok di air jernih adalah daya tarik utama yang wajib dilihat saat berkunjung ke Tsuwano. Pada awal musim panas, bunga iris putih dan ungu mekar indah, dan di musim gugur, deretan pohon ginkgo berubah menjadi warna keemasan yang menakjubkan, menciptakan pemandangan warna-warni musiman yang terpantul pada dinding putih.

Bangunan bersejarah seperti Gereja Katolik dan sisa-sisa Sekolah Han Yoro-kan juga tersebar di area ini, menjadikannya tempat yang sempurna untuk berjalan-jalan santai sambil merasakan beratnya sejarah. Dibandingkan dengan kota-kota wisata besar seperti Kyoto, tempat ini tidak terlalu terkomersialisasi, dan pesonanya terletak pada suasana yang tenang dan damai. Saat makan siang, restoran bisa ramai jika bertepatan dengan rombongan tur, jadi disarankan untuk sedikit menggeser waktu atau meneliti restoran terlebih dahulu agar perjalanan lebih nyaman.

[KOLOM] Tips Berwisata Mendalam di Prefektur Shimane

Destinasi wisata di Prefektur Shimane tersebar di area yang sangat luas, mulai dari wilayah Izumo-Matsue hingga Okuizumo, bahkan sampai ke Tsuwano di bagian barat prefektur. Oleh karena itu, bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana Shimane secara efisien dan mendalam, ‘penggunaan mobil sewaan’ bisa dibilang merupakan syarat mutlak.

Misalnya, dalam perjalanan dari sekitar Kuil Izumo Taisha menuju ‘Kuil Susa’, pemandangan desa dan pegunungan hijau yang berubah dari jendela mobil itu sendiri menjadi prolog menuju dunia mitos. Selain itu, area Okuizumo, tempat ‘Oni no Shitaburui’ berada, memiliki akses transportasi umum yang terbatas, sehingga kenikmatan terbesarnya adalah berkendara sambil menikmati pemandangan pegunungan yang masih menyimpan sejarah pembuatan besi Tatara dari jendela mobil.

Tidak hanya sekadar ‘melihat-lihat’ setiap destinasi, jika Anda sedikit mempersiapkan diri sebelumnya dengan mempelajari legenda lokal (seperti Izumo Fudoki), batu-batu raksasa dan pepohonan tua yang ada di depan mata Anda akan memiliki makna yang sama sekali berbeda. Jangan terlalu memadatkan jadwal, menciptakan ‘waktu luang’ untuk beristirahat sejenak di kafe atau rumah teh adalah rahasia terbesar untuk merasakan Shimane, tanah misterius ini, secara langsung.

Photo by Sue Winston on Unsplash
タイトルとURLをコピーしました