Panduan Terbaik Wisata Saitama: 5 Destinasi Wajib di Kawagoe dan Chichibu! Perjalanan Mendalam Menjelajahi Sejarah dan Keindahan Alam

Panduan Terbaik Wisata Saitama: 5 Destinasi Wajib di Kawagoe dan Chichibu! Perjalanan Mendalam Menjelajahi Sejarah dan Keindahan Alam Wisata & Hiburan
Wisata & Hiburan

Jalanan Kurazukuri di Pusat Perbelanjaan Koedo Kawagoe Ichibangai

No Image Available

📍 Alamat: Saiwaicho, Kawagoe, Saitama 350-0063, Jepang

Jalan utama Kawagoe yang dapat diakses dari pusat kota hanya dalam waktu kurang dari satu jam. Deretan bangunan ‘kurazukuri’ yang khas dengan dinding plester hitam tebal dan genteng berbentuk oni (iblis) yang megah akan membuat Anda merasa seperti kembali ke zaman Edo begitu melangkahkan kaki. Pemandangan unik ini terbentuk setelah kebakaran besar Kawagoe pada tahun Meiji ke-26 (1893), yang mendorong penggunaan gaya arsitektur tahan api. Saat ini, area ini juga ditetapkan sebagai Kawasan Pelestarian Kelompok Bangunan Tradisional Penting Nasional.

Sebagai ‘jebakan’ yang sering dialami wisatawan, perlu diperhatikan bahwa jalan ini ‘bukan jalur pejalan kaki’. Mobil dan bus kota berlalu-lalang seperti biasa, jadi berhati-hatilah agar tidak terlalu asyik memotret. Selain itu, pada siang hari, area ini sangat ramai dengan wisatawan yang menikmati jajanan kuliner. Jika Anda ingin menikmati keindahan arsitektur kurazukuri dengan tenang dan mengambil foto tanpa keramaian orang, waktu terbaik adalah sekitar pukul 09.00-10.00 pagi, sebelum toko-toko mulai buka. Jika Anda melihat ke atas atap, Anda mungkin menemukan bangunan yang dihiasi dengan ‘Shoki-sama’, dewa penangkal kejahatan pelindung rumah, jadi para pecinta sejarah sangat disarankan untuk mencarinya.

Toki no Kane (Lonceng Waktu)

No Image Available

📍 Alamat: 15-7 Saiwaicho, Kawagoe, Saitama 350-0063, Jepang

Lonceng Waktu ‘Toki no Kane’, simbol Koedo Kawagoe, menjulang tinggi sedikit masuk ke gang dari jalanan kurazukuri. Konon, lonceng ini didirikan sekitar 400 tahun yang lalu pada periode Kanei oleh penguasa klan Kawagoe saat itu, Sakai Tadakatsu. Setelah berulang kali terbakar, menara lonceng kayu bertingkat tiga setinggi sekitar 16 meter yang ada saat ini adalah generasi keempat, dibangun kembali setahun setelah kebakaran besar Kawagoe di era Meiji. Lonceng ini juga terpilih sebagai salah satu dari ‘100 Lanskap Suara Jepang yang Ingin Dipertahankan’ oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Setiap hari, lonceng dibunyikan secara mekanis empat kali pada waktu yang telah ditentukan: pukul 06.00, 12.00, 15.00, dan 18.00. Meskipun siang hari sangat ramai, suara lonceng yang terdengar di udara pagi yang jernih pukul 06.00, atau dentingan lonceng yang berat yang bergema di tengah suasana retro dan fantastis saat senja (pukul 18.00), memiliki daya tarik yang mampu melupakan hiruk pikuk wisatawan. Tips memotretnya adalah mengambil gambar dari jarak yang sedikit jauh, bukan tepat di bawah menara lonceng, sehingga dapat mencakup pemandangan kota. Selain itu, di bawah menara lonceng, tersembunyi ‘Yakushi Jinja’ (Kuil Yakushi) yang konon memberikan manfaat penyembuhan penyakit mata, menjadikannya tempat ‘deep spot’ yang tak boleh terlewatkan.

Kashiya Yokocho (Gang Toko Permen)

No Image Available

📍 Alamat: 2 Chome-11-3 Motomachi, Kawagoe, Saitama 350-0062, Jepang

Berjarak beberapa menit berjalan kaki dari Toki no Kane, ‘Kashiya Yokocho’ adalah area nostalgia dengan toko-toko permen tradisional (dagashiya) dan toko kue Jepang (wagashi) yang berjejer di jalan setapak berbatu. Akarnya berawal dari awal periode Meiji, dan setelah Gempa Besar Kanto, area ini mengambil peran produksi menggantikan Tokyo yang terdampak, sehingga pada awal periode Showa, lebih dari 70 pedagang memadati area ini dengan keramaian yang luar biasa. Saat ini, jumlahnya sekitar 20 toko, namun tempat ini merupakan ruang yang dipenuhi aroma manis dan harum mint, kecap, dan kayu manis, sehingga terpilih sebagai salah satu dari ‘100 Lanskap Aroma Pilihan’ oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Tersedia banyak item lokal yang hanya bisa ditemukan di sini, seperti makanan penutup menggunakan ubi jalar khas Kawagoe, ‘Permen Fu Terpanjang di Jepang’, dan ‘Kumikiri Ame (Kintaro Ame)’ tradisional yang memamerkan keahlian pengrajin. Belakangan ini, toko merchandise karakter juga telah dibuka, menarik segmen pelanggan baru. Sebagai catatan, toko-toko tradisional seringkali memiliki jam operasional yang singkat, dan banyak yang tutup sebelum sore hari. Jika Anda ingin membeli dagashi yang diincar atau menikmati kuliner jalanan, disarankan untuk berkunjung sebelum sekitar pukul 15.00.

Taman Hitsujiyama

No Image Available

📍 Alamat: 6360 Omiya, Chichibu, Saitama 368-0023, Jepang

Berlokasi di dataran tinggi dengan pemandangan kota Chichibu yang membentang luas, ‘Taman Hitsujiyama’ adalah destinasi wajib saat berwisata ke Chichibu di musim semi. Daya tarik utamanya adalah ‘Bukit Shibazakura’ yang biasanya mekar sempurna dari pertengahan April hingga awal Mei. Dengan Gunung Buko, simbol Chichibu, sebagai latar belakang, lebih dari 400.000 rumpun Shibazakura dari 10 varietas mekar di area seluas sekitar 17.600 meter persegi, menciptakan pemandangan spektakuler layaknya permadani patchwork raksasa berwarna pink, putih, dan ungu.

Selama musim mekar, terutama saat Golden Week, banyak sekali wisatawan yang berkunjung, menyebabkan kemacetan parah di jalan-jalan sekitar dan tempat parkir. Trik rahasia dari penduduk setempat atau pengunjung berulang untuk menghindari keramaian ini adalah berkunjung di pagi hari. Anda tidak hanya bisa masuk secara gratis sebelum jam berbayar pukul 08.00 pagi, tetapi juga bisa menikmati pemandangan indah dengan tenang tanpa banyak orang. Jika beruntung, Anda bahkan bisa menyaksikan pemandangan Gunung Buko yang terlihat seperti lautan awan di balik kabut pagi. Dari tempat parkir terdekat hingga Bukit Shibazakura, jalannya berupa lereng bergelombang, jadi pastikan untuk mengenakan sepatu yang nyaman untuk berjalan.

Iwatatami Nagatoro

No Image Available

📍 Alamat: Nagatoro, Nagatoro, Chichibu, Saitama 369-1300, Jepang

‘Iwatatami Nagatoro’ adalah salah satu situs pemandangan alam terkemuka di Prefektur Saitama, serta ditetapkan sebagai Situs Pemandangan Indah dan Monumen Alam Nasional. Formasi batuan ini, membentang sekitar 50 meter lebar dan 600 meter panjang di sepanjang Sungai Arakawa, terbentuk dari ‘sekis kristalin’ yang terbentuk jauh di bawah tanah (kedalaman 20-30 km) yang kemudian terangkat oleh pergeseran kerak bumi dan terkikis oleh aliran Sungai Arakawa yang deras. Karena memungkinkan pengamatan langsung kondisi interior bumi di permukaan, tempat ini juga dikenal sebagai ‘Jendela Bumi’ di kalangan para geolog.

Berdiri di atas ‘Iwatatami’ dan menikmati pemandangan tebing ‘Chichibu Sekiheki’ (Tebing Merah Chichibu) di seberang sungai atau perahu yang menyusuri sungai adalah pengalaman unik Nagatoro. Sebagian besar wisatawan puas dengan berfoto di dekat pintu masuk sisi stasiun, tetapi jika Anda berjalan sedikit lebih jauh di atas bebatuan menuju Stasiun Kami-Nagatoro, Anda bisa menemukan ruang pribadi yang sepi dan menyatu dengan alam. Namun, area bebatuan bisa sangat tidak stabil karena miring dan licin karena lumut. Untuk menikmati dengan aman, sepatu kets anti-selip atau sepatu trekking adalah barang wajib.

[Kolom] Kiat untuk Menikmati Wisata Saitama Lebih Maksimal

Kawagoe dan Chichibu-Nagatoro adalah dua area wisata utama di Prefektur Saitama, namun keduanya terpisah secara geografis dan memiliki daya tarik yang sama sekali berbeda. Kawagoe mudah diakses dari pusat kota, dan Anda bisa menikmati penjelajahan sejarah serta wisata kuliner bahkan hanya dalam setengah hari, tetapi keramaian di akhir pekan tidak dapat dihindari. Jika Anda ingin menikmati keindahan asli jalanan kurazukuri tanpa keramaian, mulailah beraktivitas sejak pagi hari.

Di sisi lain, area Chichibu-Nagatoro memiliki skala alam yang besar, dan memerlukan fisik untuk berpindah antar spot dan menjelajahi area tersebut. Terutama saat musim Shibazakura di Taman Hitsujiyama atau jika Anda berencana melakukan aktivitas di Nagatoro pada musim panas, bepergian dengan mobil meningkatkan risiko kemacetan. Menggunakan kereta ekspres Seibu Railway ‘Laview’ dengan cerdas, dan melanjutkan perjalanan dari stasiun terdekat dengan taksi atau berjalan kaki untuk merasakan energi alam dengan santai, adalah jalan pintas menuju perjalanan yang memuaskan.

Photo by PJH on Unsplash
タイトルとURLをコピーしました