Pendahuluan: Perjalanan Menyentuh Pesona Mendalam Prefektur Mie
Prefektur Mie menyajikan beragam daya tarik yang memikat wisatawan, mulai dari Kuil Ise Jingu yang dikenal sebagai ‘kampung halaman spiritual’ bangsa Jepang, pemandangan memukau pantai rias yang dramatis, hingga kuliner lokal bersejarah yang diwariskan turun-temurun.
Namun, hanya mengunjungi tempat-tempat populer secara pasif saja akan sangat disayangkan! Ada banyak tips yang bisa meningkatkan kualitas perjalanan Anda, seperti rute ziarah kuno yang benar, atau cara menjelajahi tempat-tempat indah yang berubah wajahnya sesuai waktu. Dengan mengetahui tips ini, pengalaman Anda akan jauh lebih kaya.
Kali ini, kami memilih ‘5 Destinasi Wisata Wajib Kunjung’ yang memungkinkan wisatawan dengan waktu terbatas untuk menikmati pesona Prefektur Mie secara efisien dan mendalam. Kami akan memperkenalkan tempat-tempat ini beserta suasana lokal dan cara terbaik untuk mengunjunginya.
Kuil Futami Okitama Jinja
📍 Alamat: 575 E, Futamichō, Ise, Prefektur Mie 519-0602, Jepang
Jika Anda berziarah ke Kuil Ise Jingu, memulai dari sini adalah cara yang ‘benar’ menurut tradisi kuno. Sejak zaman dahulu, ada kebiasaan yang disebut ‘Hama-sangu’ (ziarah pantai) untuk menyucikan jiwa dan raga dengan air laut Futamiura sebelum berziarah ke Ise. Hingga kini, ada pepatah ‘Ziarah ke Ise dimulai dari Futami’.
Saat Anda berjalan di sepanjang pantai, merasakan angin laut yang kencang, Anda akan melihat ‘Meoto Iwa’ (Batu Pasangan), simbol terkenal untuk perjodohan dan keharmonisan rumah tangga. Meoto Iwa ini bukan sekadar batu aneh, melainkan tempat suci yang berfungsi sebagai ‘torii alami’ untuk memuja Dewa Matahari dan ‘Okita-no-Shinseki’ (Batu Roh Suci) yang terletak sekitar 700m di dasar laut. Dari bulan Mei hingga Juli, Anda juga bisa menyaksikan pemandangan matahari terbit yang indah di antara Meoto Iwa.
Selain itu, saat berjalan di area kuil, Anda akan menyadari banyak patung katak di mana-mana. Ini adalah ‘Futami-kaeru’ (Katak Futami), yang diyakini sebagai utusan Sarutahiko-Okami, dewa utama kuil. Ini adalah jimat keberuntungan yang mengandung harapan para peziarah, seperti ‘pulang dengan selamat’ atau ‘barang yang dipinjam kembali’. Sambil merasakan aura kuil pantai yang sakral namun juga sedikit liar, siapkanlah jiwa dan raga Anda untuk perjalanan selanjutnya.
Kōtai Jingū (Ise Jingu Naiku)
📍 Alamat: 1 Ujikanchō, Ise, Prefektur Mie 516-0023, Jepang
Naiku (Kōtai Jingū) dari Kuil Ise Jingu, yang merupakan pilar spiritual bangsa Jepang dan memiliki sejarah sekitar 2000 tahun. Ini adalah ruang yang benar-benar unik dan istimewa, tempat Amaterasu Omikami, dewa leluhur keluarga kekaisaran, disembah. Saat Anda melintasi ‘Jembatan Uji’ yang menghubungkan dunia sehari-hari dengan area suci, Anda pasti akan merasakan udara yang menjadi jernih dan segar.
Meskipun ada tempat cuci tangan (temizuya), sangat disarankan untuk mengikuti kebiasaan kuno dengan membersihkan tangan di tempat cuci tangan Sungai Isuzu (Isuzugawa). Aliran sungai yang jernih dan udara yang sejuk akan membuat Anda melupakan kesibukan sehari-hari dalam sekejap. Area kuil yang luas ditutupi oleh pepohonan rimbun, dan di mana pun Anda berjalan, punggung Anda akan tegak secara alami, dan hati Anda akan dipenuhi kedamaian. Sebagai informasi, di Kuil Ise Jingu tidak ada omikuji (ramalan keberuntungan) karena ada keyakinan bahwa ‘hanya dengan sampai di sini saja sudah membawa keberuntungan besar’.
Ziarah di siang hari yang ramai oleh wisatawan memang hidup, tetapi rekomendasi utama bagi para wisatawan adalah ‘ziarah pagi-pagi sekali’. Naiku dibuka sejak pukul 5 pagi, dan waktu di mana hanya suara langkah kaki di atas kerikil yang terdengar di tengah kesunyian yang minim orang, sangatlah fantastis dan suci. Ini adalah pengalaman menyegarkan terbaik yang sepadan dengan bangun pagi.
Okage Yokocho
📍 Alamat: 52 Ujinakanokirichō, Ise, Prefektur Mie 516-8558, Jepang
Salah satu kesenangan setelah berziarah ke Naiku adalah menjelajahi kuliner di jalanan kuil. ‘Okage Yokocho’ yang terhampar di tengah Oharai-machi adalah area wisata populer yang mereproduksi dengan setia pemandangan kota Ise dari periode Edo hingga Meiji. Sebenarnya, tempat ini bukan taman hiburan yang memungut biaya masuk, melainkan ruang terbuka di mana siapa saja bisa mampir dan merasakan makanan serta budaya Ise.
Saat tiba di sini, ada banyak kuliner lokal wajib coba yang tak boleh dilewatkan. Pertama, kroket renyah dan manis dari toko daging tua ‘Butasute’. Lalu, ‘Akahuku Mochi’ buatan tangan yang baru jadi, yang bisa dinikmati di ‘Akahuku Honten’ di seberang Okage Yokocho. Jika dinikmati di beranda bersama bancha (teh Jepang) yang direbus dengan air tanah dari Sungai Isuzu, rasa manisnya yang nikmat akan menyebar ke seluruh tubuh yang lelah berjalan. Ada juga Ise Udon dan sate daging Matsusaka, jadi siapkan perut kosong untuk menyerbu semua hidangan ini.
Jalan utama di siang hari dipenuhi orang, jadi bagi yang ingin menikmati jalan-jalan dengan tenang, disarankan untuk berkunjung sekitar pukul 10 pagi setelah ziarah pagi, atau sengaja ‘mengungsi’ ke kafe di tepi Sungai Isuzu untuk menikmati waktu santai.
Observatorium Yokoyama
📍 Alamat: 875-20 Ugata, Agochō, Shima, Prefektur Mie 517-0501, Jepang
Jika Anda memperpanjang perjalanan sebentar dengan mobil dari area Kuil Ise Jingu menuju area Shima, ‘Observatorium Yokoyama’ adalah tempat yang tidak boleh dilewatkan. Dari lereng gunung setinggi 203 meter, Anda dapat memandangi panorama Teluk Ago (Agowan) yang luas, dengan garis pantai rias yang rumit dan sekitar 60 pulau besar dan kecil yang mengambang. Ini adalah tempat pemandangan indah yang diakui dunia, meraih satu bintang di ‘Michelin Green Guide Japan’.
Di observatorium, terdapat dek kayu indah bernama ‘Yokoyama Tenku Cafe Terrace’, di mana Anda bisa menikmati pemandangan menakjubkan dari posisi istimewa setinggi 140m di atas permukaan laut. Kafe ‘Mirador Shima’ yang berada di sana menjual donat aosu dan es krim yang terbuat dari bahan-bahan lokal, sangat cocok untuk menemani pemandangan. Poin plusnya adalah adanya jalur landai yang memudahkan akses bagi kereta bayi dan kursi roda.
Meskipun ‘laut biru di hari cerah’ tentu saja yang terbaik, mengunjungi saat setelah hujan atau berkabut akan menunjukkan pemandangan pulau-pulau yang samar-samar seperti lukisan tinta, menciptakan suasana fantasi. Ini adalah tempat di mana Anda bisa merasakan keagungan alam yang ingin Anda pandangi terus-menerus dalam keheningan, berbeda dari tempat wisata buatan. Karena parkir bisa sangat ramai pada sore hari di akhir pekan, disarankan untuk berkunjung pada pagi hari di hari kerja, atau menggeser waktu kunjungan Anda sedikit.
Kastil Onigajo
📍 Alamat: 1835-7 Kimotochō, Kumano, Prefektur Mie 519-4323, Jepang
‘Kastil Onigajo’ (Onigajō), yang terletak di Kota Kumano, bagian selatan Prefektur Mie, adalah salah satu tempat pemandangan indah terkemuka di Jepang yang juga terdaftar sebagai bagian dari Warisan Dunia ‘Situs Suci dan Rute Ziarah di Pegunungan Kii’. Dinding batu besar dari tuf yang terbentuk oleh erosi ombak ganas dari Kumano-nada dan pengangkatan tanah akibat gempa bumi besar, sungguh memiliki kekuatan yang layak disebut sebagai karya seni alam.
Daya tarik utamanya adalah jalur pejalan kaki sepanjang sekitar 1.2km yang mengikuti garis pantai. Mendengarkan suara ombak yang menerpa kaki saat menyusuri ‘Senjōjiki’, terowongan batu raksasa, dan berbagai formasi batuan aneh yang menyerupai paruh elang, memberikan sensasi dan kegembiraan yang luar biasa untuk tempat wisata gratis. Banyak wisatawan yang kembali di tengah jalan, tetapi jika Anda memiliki jiwa petualang, jelajahi seluruh rute dan rasakan skala alam sepenuhnya.
Saat berjalan, ada beberapa bagian dengan pijakan yang tidak rata, jadi pastikan untuk membawa sepatu kets yang nyaman dipakai. Selain itu, di musim panas, tempat teduh sedikit dan panasnya sangat terik, sehingga tindakan pencegahan terhadap sengatan panas seperti payung matahari dan air minum sangat penting. Jika Anda mengakses dengan mobil, menjadikannya ‘Onigajo Center (Tempat Parkir 1)’ yang dilengkapi toko suvenir dan restoran sebagai basis, akan memudahkan Anda untuk makan atau beristirahat sebelum dan sesudah jalan-jalan.
Kesimpulan: Waktu Berharga yang Hanya Bisa Dinikmati di Prefektur Mie
Destinasi wisata di Prefektur Mie tidak hanya sekadar dinikmati dengan mata, tetapi juga erat kaitannya dengan latar belakang sejarah, kekuatan alam, dan budaya kuliner unik di daerah tersebut. Menyegarkan jiwa dan raga dengan menyentuh udara suci, terpukau oleh pemandangan indah, dan memuaskan perut dengan kuliner lezat. Dengan berpusat pada 5 tempat yang kami perkenalkan kali ini, mari jelajahi pesona mendalam Prefektur Mie dengan kecepatan Anda sendiri.
