Dari Tempat Ikonik hingga Spot Super ‘Deep’! 5 Destinasi Wisata di Prefektur Osaka untuk Pelancong

Dari Tempat Ikonik hingga Spot Super ‘Deep’! 5 Destinasi Wisata di Prefektur Osaka untuk Pelancong Wisata & Hiburan
Wisata & Hiburan

Prefektur Osaka memiliki segudang destinasi wisata menarik yang dikunjungi banyak pelancong dari dalam dan luar negeri. Namun, hanya mengunjungi tempat-tempat terkenal saja tidak akan cukup untuk sepenuhnya merasakan energi dan kedalaman Osaka yang sebenarnya.

Dalam artikel ini, kami akan menggali lebih dalam dan memperkenalkan tempat-tempat, mulai dari landmark ikonik yang wajib dikunjungi hingga spot ‘B-kyu’ (kelas B) yang ‘deep’ dan hanya diketahui oleh penduduk lokal, lengkap dengan latar belakang sejarah dan cara ‘bergaul’ yang otentik di sana. Nikmati pesona Osaka yang lebih mendalam, melampaui informasi permukaan dalam buku panduan wisata.

Dotonbori

No Image Available

📍 Alamat: 1 Chome-9 Dotonbori, Chuo-ku, Kota Osaka, Prefektur Osaka 542-0071, Jepang

Dotonbori, sebuah destinasi wisata kelas dunia yang melambangkan budaya ‘kuidaore’ (makan sampai bangkrut) di Osaka. Berawal dari kanal yang digali oleh Yasui Doton dengan biaya pribadinya pada zaman Edo, area ini dulunya merupakan pusat budaya dengan berjejeran teater. Saat ini, papan reklame tiga dimensi raksasa dan lampu neon berjejeran padat, menciptakan pengalaman imersif yang luar biasa seolah seluruh kota adalah sebuah taman hiburan. Penuh dengan informasi visual yang membuat Anda menoleh ke sana kemari dari kanan atas hingga kiri atas, pemandangan meriah yang diciptakan oleh toko-toko di seluruh area ini pasti akan meningkatkan semangat Anda hanya dengan berjalan-jalan.

Waktu terbaik untuk mengunjungi Dotonbori adalah ‘magic hour’ dari senja hingga malam. Permukaan sungai yang diterangi lampu jalan Namba di malam hari dan pantulan neon, termasuk Glico Sign, di atas air menciptakan pemandangan yang sangat fantastis dan memukau. Anda dapat merasakan langsung energi ‘kota yang tak pernah tidur’. Ada promenade ‘Tombori River Walk’ yang dibangun di kedua tepi sungai, dan sangat disarankan juga untuk naik perahu wisata ‘Tombori River Cruise’ selama sekitar 20 menit untuk menikmati keramaian kota dari atas sungai. Namun, pada siang hari di akhir pekan atau hari libur, kerumunan orang bisa sangat padat hingga ‘sulit untuk berjalan’, jadi jika Anda ingin berjalan-jalan dengan tenang, sebaiknya datang pada pagi hari atau nikmati saja keramaian malam sebagai bagian dari hiburan.

Dalam hal kuliner, ‘konamon’ (hidangan berbasis tepung) jelas tidak boleh dilewatkan. Menikmati takoyaki hangat sambil antre di ‘Takoya Dotonbori Kukuru’ atau ‘Honke Ohtako’, atau menikmati okonomiyaki klasik di ‘Yakusoba Baby’, itulah esensi dari menjelajahi kuliner di Dotonbori. Meskipun zaman berubah, jiwa Osaka, yaitu ‘memanggang tepung dan menyantapnya dengan dashi (kaldu)’, terus diwariskan, menjadikannya tempat suci yang wajib dikunjungi dengan perut lapar.

Kastil Osaka

No Image Available

📍 Alamat: 1-1 Osakajo, Chuo-ku, Kota Osaka, Prefektur Osaka 540-0002, Jepang

Kastil Osaka, simbol kota Osaka. Meskipun kuat dengan citra dibangun oleh Toyotomi Hideyoshi, tembok batu megah dan parit dalam yang kita lihat sekarang adalah hasil ‘Tenka Bushin’ (proyek konstruksi nasional) yang diperintahkan oleh Keshogunan Tokugawa kepada daimyo-daimyo di wilayah barat setelah Pengepungan Musim Panas Osaka. Banyak wisatawan cenderung langsung menuju menara utama, tetapi daya tarik ‘deep’ yang sebenarnya dari Kastil Osaka terletak pada ‘tembok batu itu sendiri’, yang dapat dikatakan sebagai puncak teknik sipil dan arsitektur pada masanya.

Yang wajib Anda singgahi dan lihat adalah batu raksasa terbesar di dalam kastil, ‘Tako-ishi’, yang terletak di Masugata (area berbentuk persegi) di Gerbang Sakuramon, pintu masuk utama Honmaru. Luas permukaannya sekitar 36 tatami dan beratnya diperkirakan mencapai 108 ton. Batu granit ini, yang dibawa dengan kapal dari Laut Pedalaman Seto yang jauh dan merupakan tanggung jawab Ikeda Tadao, penguasa domain Bizen-Okayama, dinamai demikian karena memiliki pola seperti gurita di bagian kiri bawahnya. Anda pasti akan terpesona oleh romansa sejarah tentang bagaimana setiap batu raksasa ini diangkut dan disusun. Selain itu, kontras antara tembok batu dan yagura (menara) yang terpantul di parit air sangat indah, bagaikan sebuah lukisan dari sudut manapun Anda memotretnya.

Menara utama yang sekarang, yang merupakan hasil restorasi, tidak hanya merupakan bangunan bersejarah, tetapi juga museum dengan koleksi yang lengkap di dalamnya. Dilengkapi dengan lift dan lereng, akses menuju menara sangat lancar. Ada banyak pameran yang layak untuk dilihat dengan saksama, seperti layar lipat dan pedang dari periode Sengoku hingga awal Edo, serta tampilan video yang menjelaskan naik turunnya Klan Toyotomi. Loket tiket seringkali ramai, jadi membeli tiket secara online di muka akan memperlancar masuk Anda.

Taman Kastil Osaka

No Image Available

📍 Alamat: Osakajo, Chuo-ku, Kota Osaka, Prefektur Osaka 540-0002, Jepang

Taman Kastil Osaka, yang terhampar mengelilingi Kastil Osaka, adalah oasis hijau yang luar biasa di tengah kota, seolah-olah tidak berada di jantung kota metropolitan. Taman ini, yang berubah penampilannya setiap musim, sangat dicintai tidak hanya oleh wisatawan tetapi juga oleh penduduk lokal sebagai tempat untuk lari pagi atau piknik. Tidak hanya berjalan kaki sebagai akses menuju menara utama, tetapi juga disarankan untuk menghabiskan waktu dengan santai menjadikan taman itu sendiri sebagai tujuan.

Terutama pada musim semi saat bunga sakura, pemandangannya sungguh luar biasa. Banyak pohon sakura bermekaran di sekitar Taman Nishinomaru dan sepanjang parit, menciptakan pemandangan khas Osaka dengan kombinasi tembok batu, bunga sakura, dan gedung-gedung modern yang terlihat di kejauhan. Saat bunga mekar penuh, banyak kios makanan dan truk makanan juga hadir, sehingga Anda bisa menikmati ‘ohanami’ (pesta bunga sakura) dengan suasana festival. Karena areanya sangat luas, jika Anda berjalan sedikit menjauhi area ramai, Anda dapat menemukan tempat yang relatif tenang untuk bersantai. Saat berjalan-jalan, sangat disarankan untuk memakai sepatu yang nyaman.

Dalam beberapa tahun terakhir, fasilitas juga telah sangat ditingkatkan, dengan adanya area BBQ dan kesempatan untuk menikmati waktu di kafe di ‘MIRAIZA Osaka-jo’, sebuah fasilitas komersial yang merenovasi bangunan bersejarah. Namun, setelah sore hari, penggunaan beberapa area mungkin dibatasi untuk sesi foto pernikahan atau acara, jadi sebaiknya nikmati pemandangan sambil mengikuti petunjuk staf setempat dan menjaga etika.

Umeda Sky Building

No Image Available

📍 Alamat: 1 Chome-1-88 Oyodonaka, Kita-ku, Kota Osaka, Prefektur Osaka 531-6023, Jepang

Umeda Sky Building, yang menjulang tinggi di Shin-Umeda City, barat laut Stasiun Osaka, adalah ‘gedung pencakar langit terhubung’ pertama di dunia yang selesai dibangun pada tahun 1993. Dirancang berdasarkan konsep ‘kota di udara’ oleh arsitek Hiroshi Hara, gedung ini juga terpilih sebagai salah satu dari ’20 Bangunan Terbaik di Dunia’ oleh media Inggris. Jika dilihat dari bawah, Anda akan terpesona oleh desain futuristiknya, di mana ‘Observatorium Taman Langit’ di atap menghubungkan dua menara seperti cakram.

Daya tarik terbesar fasilitas ini adalah ‘pengalaman yang disajikan’ dari tanah hingga observatorium. Lift berlapis kaca yang menuju lantai atas, dan eskalator transparan yang melintasi menara secara diagonal, memberikan sensasi kegembiraan seolah-olah Anda tersesat di dunia film fiksi ilmiah. Koridor atap setinggi 173m di atas tanah adalah ruang terbuka tanpa penghalang seperti kaca, memungkinkan Anda menikmati pemandangan kota Osaka 360 derajat sambil merasakan angin secara langsung. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat ‘magic hour’ dari senja hingga berubah menjadi pemandangan malam. Langit yang berwarna merah muda dan gradasi lampu neon kota yang mulai menyala secara bertahap adalah pemandangan yang benar-benar spektakuler. Karena angin di atap bisa kencang, disarankan untuk membawa jaket atau pakaian penghangat, terlepas dari musim.

Selain itu, di dasar gedung, terhampar area menarik yang tidak boleh dilewatkan dengan tema ‘koeksistensi dengan alam’. Di sisi selatan terdapat ‘Naka Shizen no Mori’ (Hutan Alam Tengah) dengan air terjun besar dan aliran sungai, dan di sisi utara terdapat ‘Hanano ~Shin Satoyama~’ yang dikembangkan oleh Sekisui House, memungkinkan Anda menyentuh pemandangan asli Jepang dan ekosistem yang kaya meskipun berada di tengah hutan beton perkotaan. Pada musim dingin, Pasar Natal ala Jerman juga diadakan di plaza lantai 1, menarik banyak orang yang menikmati iluminasi sambil memegang glühwein dan pretzel.

Kastil Kosaka

No Image Available

📍 Alamat: 1 Chome-12-29 Shimosaka, Higashiosaka, Prefektur Osaka 577-0803, Jepang

Sebuah ‘spot deep’ paling ekstrem yang tidak akan pernah Anda temukan di buku panduan, yang mewujudkan ‘semangat DIY’ yang kuat dan humor khas Osaka, adalah ‘Kastil Kosaka’ di Kota Higashi-Osaka. Kastil ini, yang tiba-tiba muncul di area perumahan setelah melewati jalan perbelanjaan dari Stasiun Kawachi-Kosaka di Jalur Kintetsu Nara, bukanlah dibangun oleh seorang daimyo. Hebatnya, ini adalah ‘kastil yang dibangun sendiri’ oleh pemilik ‘Isono Rihatsu’ (Pangkas Rambut Isono), Bapak Kenichi Isono, yang beroperasi di lantai 1, dibangun secara otodidak di atap menggunakan bahan-bahan bekas dan material seharga 100 yen.

Gairah untuk terus menambah bangunan selama sekitar 40 tahun hingga akhirnya menyelesaikan menara utama lima lantai sungguh di luar nalar. Total biaya konstruksinya konon hanya 50.000 yen, namun ‘punchline’ bahwa sebagian besar dari itu dihabiskan untuk ‘mangkuk berlapis emas senilai 100.000 yen’ yang dipajang di dalam kastil, sungguh sangat khas Osaka. Dahulu, di dalamnya terdapat aula besar seribu tatami yang memanfaatkan lukisan ilusi, dan ‘ruang teh emas’ yang dibuat dengan menempelkan 300 lembar origami berwarna emas, menjadikannya destinasi wisata legendaris yang bisa dikunjungi jika Anda akrab dengan sang pemilik.

Namun, pada tahun 2018, tragedi menimpa ketika sebagian besar menara utama yang menjadi simbolnya hancur diterbangkan oleh Topan Jebi (Topan No. 21) yang melanda wilayah Kinki. Setelah itu, kastil ini berhasil (?) bangkit kembali dalam bentuk ‘mural Kastil Kosaka’ yang digambar di dinding gedung tetangga sebagai bagian dari proyek acara televisi. Saat ini, hanya tersisa ‘benteng yang tidak lengkap’ tanpa menara utama dan bekas pangkas rambut, tetapi sejarah unik dan karakter sang pemilik yang dicintai masih terus diceritakan, menjadikannya ‘spot langka’ yang patut dikunjungi untuk merasakan ‘humanitas dan tawa’ khas Osaka.

Kesimpulan: Cara Menikmati Wisata Osaka 120%

Destinasi wisata di Osaka memiliki rentang yang sangat luas, mulai dari tempat-tempat dengan skala sejarah yang luar biasa hingga ‘spot deep’ yang tak lazim yang lahir dari gairah individu. Untuk meningkatkan kepuasan dalam jadwal perjalanan yang terbatas, penting untuk bijak dalam mengatur waktu kunjungan berdasarkan ‘apa yang ingin dinikmati sebagai fokus utama’.

Dotonbori dan Umeda Sky Building sangat direkomendasikan untuk dikunjungi setelah senja, ketika lampu neon dan pemandangan malam bersinar paling indah, namun di waktu tersebut juga akan mencapai puncak keramaian. Di sisi lain, untuk fasilitas outdoor yang luas seperti Kastil Osaka dan Taman Kastil Osaka, tips agar tidak cepat lelah adalah menyelesaikannya pada pagi hari saat udara relatif sejuk dan orang masih sedikit. Selain itu, untuk wisata Osaka yang cenderung memiliki jarak tempuh yang panjang, pastikan untuk memilih sepatu kets yang nyaman dipakai.

Mengisi perut dengan takoyaki dan okonomiyaki klasik, menyentuh tembok batu raksasa hasil ‘Tenka Bushin’, dan terakhir merenungkan semangat DIY penduduk Osaka di Kastil Kosaka yang unik di Higashi-Osaka. Jika Anda menjelajahi kota dengan berbagai perspektif seperti itu, perjalanan Anda ke Osaka pasti akan menjadi lebih dalam dan tak terlupakan.

タイトルとURLをコピーしました