Pendahuluan
Nikko memiliki beragam wajah, mulai dari situs Warisan Dunia ‘Kuil dan Kuil Nikko’ hingga Okunikko yang masih alami. Sebagai salah satu destinasi wisata utama Jepang, banyak pelancong mengunjunginya sepanjang tahun. Namun, dengan memahami latar belakang sejarah setiap tempat dan ‘suasana nyata yang hanya bisa dirasakan di sini’, pengalaman perjalanan Anda akan meningkat secara dramatis.
Kali ini, kami telah memilih dengan cermat tempat-tempat yang wajib dikunjungi di Nikko, mulai dari air terjun megah yang dinamis hingga tempat suci mendalam yang tersembunyi. Kami tidak hanya memberikan penjelasan seperti buku teks, tetapi juga informasi nyata dari lapangan, seperti waktu kunjungan terbaik, tips menghindari keramaian, dan jebakan umum yang sering dialami pelancong.
Senjogahara
📍 Alamat: 321-1661 Chugushi, Nikko, Prefektur Tochigi, Jepang
Meskipun memiliki nama yang menyeramkan, ‘medan perang’ ini bukan tempat di mana samurai pernah bertempur. Nama ini berasal dari panggung mitologi megah di mana dewa Gunung Nantai (seekor ular besar) dan dewa Gunung Akagi (seekor kelabang raksasa) pernah bertikai sengit memperebutkan Danau Chuzenji. Danau bendungan yang terbentuk sekitar 20.000 tahun lalu akibat letusan Gunung Nantai, selama bertahun-tahun, menjadi tempat akumulasi sisa-sisa tanaman air dan lainnya, mengubahnya menjadi rawa dataran tinggi yang luas seperti sekarang.
Dengan ketinggian sekitar 1.400 meter di atas permukaan laut dan luas 400 hektar, setara dengan sekitar empat kali Tokyo Disney Resort, rawa ini adalah harta karun alam yang terdaftar dalam Konvensi Ramsar. Jalur kayu telah dibangun mengelilingi rawa, dan karena tidak banyak tanjakan atau turunan, pendaki pemula atau keluarga dapat menikmati hiking dengan santai.
Waktu kunjungan terbaik adalah ‘pagi hari’. Berjalan di tengah kabut pagi yang tenang, dengan ujung jalur kayu yang samar-samar, hanya suara udara bersih dan kicauan burung yang terdengar, Anda akan diselimuti suasana fantastis seolah tersesat di dunia mitos. Di awal musim panas, bulu kapas dari kapas rumput dan pohon-pohon ‘Zumi’ yang memutih, serta di musim gugur, ‘kusabamomi’ (daun gugur rumput) yang bersinar keemasan di seluruh area, menampilkan pemandangan menakjubkan yang berbeda di setiap musim. Tempat ini juga terkenal sebagai habitat burung liar, sehingga sangat direkomendasikan bagi mereka yang ingin merasakan napas alam dengan tenang.
憾満ヶ淵
📍 Alamat: 321-1415 Takumicho, Nikko, Prefektur Tochigi, Jepang
Berjarak sedikit dari pusat wisata seperti Nikko Toshogu, ‘Kanmangafuchi’ adalah tempat kekuatan spiritual yang sunyi dan dikenal oleh sedikit orang. Di antara batuan aneh yang terbentuk dari lava Gunung Nantai, aliran jernih Sungai Daiyagawa yang berwarna hijau zamrud mengalir deras, menciptakan keindahan lembah yang memukau.
Daya tarik utama tempat ini adalah sekitar 70 patung ‘Narabi Jizo’ yang berjejer rapi di sepanjang sungai. Patung-patung Jizo yang mengenakan topi merah dan bib merah ini dikatakan diukir dan dipersembahkan oleh murid-murid Jigen Daishi Tenkai. Dari legenda misterius bahwa jumlah patung tidak sesuai saat dihitung saat pergi dan pulang, tempat ini juga dikenal sebagai ‘Bake Jizo’ (Jizo Berubah Wujud). Dinding batu yang berlumut dan ekspresi wajah Jizo yang tenang menciptakan suasana misterius seolah tersesat di dunia lain.
Berbeda dengan keramaian area Warisan Dunia, tempat ini memiliki sedikit turis dan merupakan lingkungan yang sempurna untuk menghilangkan kepenatan sehari-hari. Untuk fotografi, musim dedaunan hijau baru ketika lumut hijau terlihat menonjol, atau hari hujan ringan yang menambah suasana melankolis, sangat direkomendasikan. Akses termudah bagi pelancong adalah menggunakan tempat parkir ‘Kanman Jido Koen’ yang gratis. Dari sini, Anda juga bisa menggunakan bus listrik berkecepatan rendah berwarna merah (Green Slow Mobility) untuk menjelajahi Nikkosanrinji (Dua Kuil dan Satu Candi) dengan lancar.
華厳滝
📍 Alamat: 2479-2 Chugushi, Nikko, Prefektur Tochigi, Jepang, 321-1661
Salah satu dari tiga air terjun terbesar di Jepang, ‘Air Terjun Kegon’ adalah ikon wisata Nikko. Air Danau Chuzenji mengalir deras dari tebing vertikal setinggi sekitar 97 meter, menciptakan skala yang luar biasa dan kekuatan ‘dinamis’. Sebenarnya, volume air dikendalikan oleh bendungan di pintu keluar Danau Chuzenji, sehingga kekuatan air terjun bervariasi tergantung hari dan musim, fakta yang tidak banyak diketahui oleh pelancong.
Ada dua titik utama untuk menikmati air terjun. Yang pertama adalah area observasi gratis di mana Anda dapat dengan mudah melihat seluruh pemandangan, dan yang kedua adalah ‘Elevator Air Terjun Kegon (dewasa 600 yen)’ yang membawa Anda menuruni batuan setinggi sekitar 100 meter dalam satu menit ke dek observasi. Jika Anda ingin merasakan kekuatan alam secara langsung, jangan ragu untuk menggunakan elevator. Pengalaman melihat dasar air terjun dari dekat, merasakan gemuruh suara dan cipratan air di seluruh tubuh, sangat sepadan dengan biayanya.
Meskipun musim dedaunan hijau dan musim gugur juga indah, jika Anda mencari pemandangan yang lebih mendalam, musim ‘air terjun es’ di musim dingin adalah waktu yang tepat. Pemandangan cipratan air yang membeku, es biru transparan yang bersinar seperti lampu gantung raksasa, layak dilihat meskipun harus menahan dingin yang ekstrem. Namun, dek observasi setelah turun elevator diselimuti udara dingin menusuk khas dasar lembah, jadi pastikan Anda mengenakan pakaian hangat lengkap (penutup telinga dan sarung tangan wajib). Untuk menghangatkan tubuh yang dingin, menikmati ‘suiton’ panas di toko-toko sekitar adalah cara yang populer.
神橋
📍 Alamat: Kamibatsuchō, Nikko, Prefektur Tochigi, Jepang, 321-1401
Jembatan kayu merah ‘Shinkyo’ yang indah melintasi Sungai Daiyagawa di pintu masuk Nikko San’nai. Ini adalah struktur Kuil Futarasan dan dianggap sebagai salah satu dari tiga jembatan aneh terbesar di Jepang, bersama dengan Jembatan Kintai di Prefektur Yamaguchi dan Jembatan Saruhashi di Prefektur Yamanashi.
Pada akhir zaman Nara, ketika Biksu Shodo Shonin, pendiri Gunung Nikko, terhalang oleh derasnya Sungai Daiyagawa, Raja Jinja Daio muncul dan melepaskan dua ular. Dari punggung ular-ular itu tumbuh rumput ‘yamasuge’ yang kemudian menjadi jembatan. Jembatan ini memiliki legenda misterius dan juga dikenal sebagai ‘Yamassuge no Jabashi’ (Jembatan Ular Rumput Yamasuge), melambangkan pintu masuk ke tempat suci Nikko.
Sebagai catatan penting bagi pelancong, Anda dapat membayar biaya penyeberangan (dewasa 300 yen) untuk berjalan di jembatan, tetapi Anda tidak dapat melewatinya ke sisi lain; Anda harus berbalik di tengah jalan. Kuncinya adalah menyadari bahwa ini ‘bukan jembatan untuk kehidupan sehari-hari’ melainkan ‘pameran dan pelestarian warisan budaya suci’. Bahkan hanya dari luar, kontras antara aliran jernih Sungai Daiyagawa, alam yang kaya, dan jembatan merah sangat indah, menjadikannya lokasi terbaik untuk berfoto.
湯滝
📍 Alamat: Yumoto, Nikko, Prefektur Tochigi, Jepang, 321-1662
Salah satu dari ‘Tiga Air Terjun Okunikko’ bersama Air Terjun Kegon dan Ryuzu, adalah ‘Air Terjun Yudaki’. Air terjun ini mengalir dari ujung selatan Danau Yunoko, dengan ketinggian sekitar 70 meter dan panjang sekitar 110 meter, dicirikan oleh alirannya yang melebar seperti seluncuran menuruni tebing lava Mitsudake. Jika Air Terjun Kegon memiliki kekuatan ‘tinggi’, Yudaki memiliki kekuatan ‘volume’ air yang mengalir menutupi permukaan batu seperti kain putih.
Daya tarik terbesarnya adalah kedekatan yang luar biasa dengan air terjun. Dek observasi dipasang tepat di depan dasar air terjun, memungkinkan Anda merasakan langsung aliran air yang besar, gemuruh suara, dan cipratan air yang memukau. Tidak heran banyak pengunjung berulang mengatakan bahwa mereka ‘lebih menyukai kekuatan Yudaki daripada Air Terjun Kegon’. Jika Anda menaiki tangga ke hulu air terjun, Anda juga dapat menikmati pemandangan Danau Yunoko yang indah dan tenang, dengan aroma belerang yang samar-samar mengingatkan Anda bahwa Anda berada di Okunikko, daerah pemandian air panas.
Jika Anda menggunakan tempat parkir berbayar (500 yen untuk mobil biasa), Anda dapat mengakses dek observasi dalam waktu singkat. Dan setelah menikmati air terjun, yang wajib Anda kunjungi adalah ‘Yutaki Rest House (Kedai Teh)’ yang terletak tepat di sebelah dek observasi. Menikmati ‘ayu no shioyaki’ (ikan ayu panggang garam) yang harum di atas arang, dango khas, atau udon jamur sambil memandangi air terjun yang megah, pasti akan menjadi momen yang sangat membahagiakan bagi pelancong.
【Kolom】Tips Nyata untuk Menikmati Wisata Nikko 120%
1. Tips Menghindari Keramaian dan Rute Kunjungan
Tempat wisata di Nikko terbagi menjadi dua area utama: ‘area pusat kota/Warisan Dunia (seperti Jembatan Shinkyo, Kanmangafuchi)’ dan ‘area Okunikko (seperti Air Terjun Kegon, Senjogahara, Air Terjun Yudaki)’. ‘Iroha-zaka’ yang menghubungkan keduanya adalah jalan yang sulit, rawan kemacetan tidak hanya selama musim gugur daun merah tetapi juga pada siang hari akhir pekan. Jika Anda ingin menjelajahi area Okunikko, yang terbaik adalah merencanakan jadwal untuk mendaki Iroha-zaka di pagi hari (sebelum jam 8 pagi). Senjogahara di pagi hari dengan udara bersih, serta Air Terjun Kegon dan Yudaki saat tidak ramai, menawarkan keindahan dan ketenangan yang jauh berbeda dibandingkan siang hari.
2. Waspadai Cuaca Gunung dan Perangkap Pakaian
Ada perbedaan ketinggian yang signifikan antara pusat kota Nikko dan Okunikko, dan tidak jarang suhu berbeda lebih dari 5 derajat Celsius. Terutama di dek observasi Air Terjun Kegon (dasar lembah setelah turun elevator) dan sekitar Air Terjun Yudaki, karena cipratan air terjun dan udara dingin topografis, terasa sejuk bahkan di musim panas. Saat pergi melihat air terjun es di musim dingin, bersiaplah dengan perlengkapan yang lebih tebal dari musim dingin di kota besar (penutup telinga dan sarung tangan wajib). Bahkan jika Anda tidak berencana untuk mendaki secara serius, adalah aturan emas bagi pelancong untuk menyiapkan pakaian luar yang mudah mengatur suhu tubuh dan sepatu kets yang tidak licin bahkan di jalur kayu yang basah.
