5 Destinasi Wisata Terbaik di Amman! Panduan Lengkap Spot Populer & Tersembunyi yang Wajib Dikunjungi Wisatawan

5 Destinasi Wisata Terbaik di Amman! Panduan Lengkap Spot Populer & Tersembunyi yang Wajib Dikunjungi Wisatawan Wisata & Hiburan
Wisata & Hiburan

Amman, ibu kota Yordania di Timur Tengah. Kota yang membentang di perbukitan yang bergelombang ini adalah metropolis yang menawan, tempat reruntuhan Romawi kuno yang megah dan budaya Islam modern berpadu dengan mulus.

Saat Anda mencari ‘tempat wisata Amman’, banyak sekali spot yang muncul. Tapi, di mana tempat-tempat yang dapat membuat wisatawan dengan waktu singkat merasakan atmosfer Amman secara efisien dan mendalam?

Kali ini, kami akan memperkenalkan 5 destinasi pilihan, mulai dari bangunan bersejarah klasik yang wajib dikunjungi hingga spot tersembunyi yang dapat membuat Anda merasakan kehidupan dan semangat lokal, dengan menyertakan informasi realistis yang benar-benar ingin diketahui wisatawan (seperti akses, daya tarik, dan suasana lokal).

Amman Citadel

No Image Available

📍 Alamat: K. Ali Ben Al-Hussein St. 146, Amman, Yordania

Salah satu spot pemandangan terbaik yang wajib dikunjungi jika Anda datang ke Amman adalah ‘Amman Citadel’, yang menjulang di atas bukit pusat kota (Jabal al-Qal’a). Ini adalah salah satu daerah hunian tertua di dunia yang telah dihuni secara terus-menerus sejak Zaman Neolitikum, dengan jejak peradaban yang berbeda dari Kekaisaran Romawi, Kekaisaran Bizantium, dan Kekhalifahan Umayyah saling tumpang tindih.

Dari puncaknya, terbentang panorama menakjubkan yang memungkinkan Anda melihat deretan rumah putih dan krem yang padat di lereng khas Amman, serta ‘Teater Romawi’ yang berada tepat di bawahnya. Terutama, pemandangan bendera Yordania raksasa yang berkibar di area tersebut menimbulkan nostalgia unik dan santai, seolah-olah waktu berjalan berbeda di sana. Dianjurkan untuk mengunjunginya pada siang hari, dan juga sangat direkomendasikan untuk menikmati pemandangan kota Amman yang diwarnai oleh matahari terbenam.

Sebagai catatan, meskipun terlihat sangat dekat dengan pusat kota dan Teater Romawi di peta, jalan menuju puncak bukit tempat pintu masuk berada cukup menanjak. Meskipun tidak mustahil untuk berjalan kaki, kami sangat menyarankan wisatawan untuk menggunakan aplikasi pemesanan taksi seperti Uber atau Careem. Dari pusat kota, Anda bisa mencapainya dengan cepat dengan biaya sekitar 1.5 Dinar Yordania (JD), menghemat banyak tenaga dan waktu. Jika Anda telah membeli ‘Jordan Pass’ sebelumnya, biaya masuk juga sudah termasuk, sehingga Anda bisa masuk dengan lancar.

Kuil Hercules

No Image Available

📍 Alamat: Museum St 132, Amman, Yordania

Saat menjelajahi Amman Citadel, Anda akan melihat beberapa pilar raksasa yang menjulang ke langit. Inilah reruntuhan ‘Kuil Hercules’, yang dibangun pada abad ke-2 selama masa pemerintahan Kaisar Romawi Marcus Aurelius Antoninus.

Dulunya, ini adalah pusat keagamaan paling penting di Philadelphia (nama kuno Amman), dan dibangun di atas fondasi luas yang besarnya separuh lapangan sepak bola. Meskipun yang tersisa saat ini hanyalah sebagian dari pilar-pilar raksasa yang telah direstorasi, daya tarik tersembunyi terbesar di sini adalah ‘fragmen tiga jari (tangan) marmer raksasa dan siku’ yang diletakkan begitu saja di samping reruntuhan.

Menurut para arkeolog, ini diyakini sebagai bagian dari patung Hercules super raksasa yang tingginya sekitar 13 meter (setara dengan bangunan 4 lantai) yang pernah berdiri di sini. Diperkirakan patung tersebut runtuh akibat serangkaian gempa bumi besar, dan bagian lainnya dibawa pergi sebagai bahan bangunan lokal. Namun, sisa jari yang tersisa saja sudah cukup untuk merasakan skala dan keahlian arsitektur Romawi yang luar biasa pada masa itu. Ini adalah spot yang mudah terlewatkan karena perhatian teralihkan oleh pemandangan indah benteng, jadi cobalah mencarinya seperti berburu harta karun: ‘jari Hercules’.

Teater Romawi

No Image Available

📍 Alamat: Taha Al Hashemi, Amman, Yordania

Di kaki bukit Amman Citadel, di pusat kota, tiba-tiba muncul ‘Teater Romawi’ yang megah, mampu menampung sekitar 6.000 orang. Amfiteater ini, yang dibangun dengan memahat gunung batu pada masa Kaisar Antoninus Pius di abad ke-2, dirancang dengan perhitungan akustik dan pencahayaan yang cermat, dan dibangun menghadap utara agar sinar matahari tidak langsung mengenai mata penonton.

Dengan membayar tiket masuk (2 JD, atau bisa menggunakan Jordan Pass), Anda dapat mendaki sendiri hingga ke barisan teratas kursi penonton. Pemandangan dari barisan teratas, yang disebut ‘kursi para dewa’, sangat luar biasa, memungkinkan Anda menikmati gambaran penuh teater berbentuk mangkuk dan hiruk pikuk Amman secara bersamaan. Namun, kemiringan tangga sangat curam sehingga wajib mengenakan sepatu yang nyaman. Selain itu, efek akustik modern masih berfungsi dengan baik; jika Anda berdiri di tengah panggung dan bertepuk tangan atau berbicara, Anda akan mengalami pengalaman mengejutkan di mana suara bergema di seluruh teater.

Daya tarik teater ini tidak hanya terbatas pada peninggalan sejarah semata, tetapi juga pada kenyataan bahwa ‘ia menyatu dengan kehidupan warga modern’. Di alun-alun depan teater, anak-anak lokal berlarian, para pemuda mengobrol santai, dan Anda bisa merasakan pemandangan sehari-hari Amman yang damai dan tenang. Selain itu, terdapat ‘Teater Odeon’ dan ‘Museum Folklor Yordania’ yang berdekatan, yang dapat diakses dengan tiket gabungan, sehingga disarankan untuk mengunjunginya sekaligus.

King Abdullah I Mosque

No Image Available

📍 Alamat: Yordania Amman XW67+F4H

Dalam siluet langit Amman, sebuah kubah biru kobalt yang cerah menarik perhatian. Itulah ‘King Abdullah I Mosque’ (Masjid Raja Abdullah I). Dibangun pada tahun 1989, masjid ini adalah mahakarya arsitektur Islam modern dan mampu menampung hingga 10.000 jamaah.

Di antara banyak masjid di Amman, masjid ini adalah spot yang sangat berharga dan penting karena ‘memungkinkan wisatawan non-Muslim (kafir) untuk melihat bagian dalamnya’. Jika Anda menghindari waktu salat, Anda dapat melangkah masuk ke ruang salat yang tenang dan luas. Di dalamnya tidak ada satu pun pilar, dan Anda akan terpesona oleh suasana khusyuk yang diciptakan oleh karpet indah bernuansa biru, kaligrafi Al-Qur’an yang menawan, dan lampu gantung.

Untuk masuk, wanita diharuskan menutupi rambut dan kulit mereka, tetapi Anda bisa meminjam abaya hitam (pakaian tradisional dengan hijab) secara gratis di toko suvenir di samping pintu masuk kompleks. Staf toko suvenir juga fasih berbahasa Inggris, tidak ada penjualan paksa, dan bahkan menawarkan kopi Arab yang lezat, sehingga sangat terkenal di kalangan wisatawan karena pengalaman yang ramah dan penuh keramahan. Di sebelahnya juga berdiri gereja Kristen, menawarkan pemandangan yang melambangkan toleransi beragama di Yordania.

Jordan Museum

No Image Available

📍 Alamat: Ali bin Abi Taleb Street، Amman, Yordania

Bagi wisatawan yang ingin menggali lebih dalam sejarah Yordania, kami sangat merekomendasikan ‘Jordan Museum’ (Museum Yordania) yang terletak tidak jauh dari pusat kota. Dibuka pada tahun 2014, fasilitas modern dan canggih ini menawarkan salah satu koleksi pameran terbaik di kawasan Timur Tengah.

Ada dua daya tarik utama di sini. Yang pertama adalah ‘Patung-patung ‘Ain Ghazal’, yang ditemukan pada tahun 1981 di reruntuhan pinggiran Amman. Ini adalah patung manusia seukuran asli tertua di dunia yang terbuat dari gipsum, dibuat sekitar 9.000 tahun yang lalu pada Zaman Neolitikum. Bentuknya yang misterius dan menyeramkan dengan kepala ganda secara gamblang menyampaikan dunia spiritual orang-orang pada masa itu kepada kita di zaman modern.

Yang kedua adalah bagian dari ‘Gulungan Laut Mati’ yang merupakan penemuan besar dunia, terutama ‘Gulungan Tembaga’ yang unik karena diukir di lempengan tembaga. Gulungan misterius yang dikatakan berisi lokasi harta karun ini wajib dilihat. Meskipun bukan fasilitas yang dicakup oleh Jordan Pass sehingga memerlukan biaya masuk terpisah (5 JD), ini adalah pameran yang luar biasa yang dapat membuat anak-anak hingga orang dewasa belajar secara intuitif, dan Anda dapat menghabiskan waktu yang sangat berharga untuk memahami latar belakang sejarah Amman.

Ringkasan: Tips Menikmati Wisata Amman dengan Lebih Nyaman

Destinasi wisata di Amman memiliki karakteristik tersebar di medan yang sangat bergelombang. Meskipun di peta terlihat dalam jarak jalan kaki, pada kenyataannya Anda sering kali harus menaiki tangga curam atau jalan menanjak yang terjal. Untuk memanfaatkan waktu menginap yang terbatas secara efektif, jangan memaksakan diri untuk berjalan kaki saat berpindah di dalam kota, manfaatkanlah aplikasi pemesanan taksi yang murah dan terpercaya.

Selain itu, bagi wisatawan yang berencana mengunjungi beberapa situs seperti Amman Citadel dan Teater Romawi, serta museum, disarankan untuk membeli ‘Jordan Pass’ secara online sebelum bepergian. Selain membebaskan biaya visa, banyak biaya masuk tempat wisata juga sudah termasuk, sehingga Anda dapat menghemat kerepotan mengantre di loket tiket setiap kali (※Beberapa fasilitas seperti Jordan Museum tidak termasuk).

Amman, tempat sejarah Timur Tengah bertumpuk berlapis-lapis. Rasakan angin sejuk yang berhembus di reruntuhan, dan jelajahi jejak langkah orang-orang kuno dengan kaki Anda sendiri.

Photo by Daniel Qura on Unsplash
タイトルとURLをコピーしました