Tainan, dikenal sebagai kota kuno Taiwan, adalah kota yang penuh dengan bangunan bersejarah, jalanan nostalgia, dan alam yang masih asri. Kota ini tak pernah gagal memikat hati para pelancong, baik yang baru pertama kali ke Taiwan maupun yang sudah sering berkunjung.
Namun, objek wisata di Tainan tersebar luas dari pusat kota hingga pinggiran. Oleh karena itu, memahami ‘ke mana dan pada jam berapa harus pergi’ sebelumnya adalah kunci untuk perjalanan yang memuaskan.
Dalam artikel ini, kami akan memilih spot-spot wajib kunjungi di Tainan yang tidak boleh Anda lewatkan. Tidak hanya penjelasan sejarah ala buku teks, kami juga akan membahas secara mendalam informasi yang benar-benar ingin diketahui para traveler, seperti ‘waktu kunjungan terbaik’, ‘hal-hal yang perlu diperhatikan terkait akses’, dan ‘cara menikmati pengalaman mendalam di lokasi’.
Jalan Shennong
📍 Alamat: 700 Taiwan Tainan City, West Central District, 神農街
Jika berbicara tentang jalanan nostalgia yang paling fotogenik di Tainan, itu tak lain adalah ‘Jalan Shennong’ (シェンノンジエ). Dulunya dikenal sebagai ‘Beishi Street’ selama Dinasti Qing, area ini mencapai puncak kejayaannya sebagai pusat komersial dengan lima kanal utama (Wutiaogang). Hingga kini, rumah-rumah tua bergaya machiya yang berusia lebih dari 100 tahun masih padat berjejer, menjadikannya salah satu jalanan tua yang paling terawat di Tainan.
Jika Anda memperhatikan bangunannya, Anda akan menyadari adanya pintu atau balkon aneh di lantai dua yang bisa langsung mengarah ke luar. Ini adalah sisa-sisa sejarah di mana kanal dulunya membentang hingga ke belakang rumah, memungkinkan barang diangkut langsung dari kapal. Jejak sejarah semacam itu kini direnovasi dengan cerdik oleh kafe modern, toko suvenir, dan bar, menciptakan ruang yang unik dan tak tertandingi.
Hal penting bagi para traveler adalah ‘waktu kunjungan’. Mencerminkan suasana santai Tainan, banyak toko baru buka perlahan dari sore hingga malam hari. Jadi, jika Anda berkunjung di pagi hari, suasananya mungkin sepi dan terasa kurang menarik. Waktu terbaik adalah saat senja hingga malam, saat ‘magic hour’. Pemandangan lampion kuning hangat yang menyala serempak, menerangi bata merah dan jendela berbingkai kayu dengan lembut, sungguh memukau dan fantastis.
Setelah makan malam, mampirlah sejenak dan nikmati angin malam sambil menyeruput minuman di bar lantai dua rumah tua. Menikmati ‘ketenangan yang pas’ seperti itu adalah cara yang tepat untuk menjelajahi Jalan Shennong bagi orang dewasa.
Menara Chihkan
📍 Alamat: No. 212, Section 2, Minzu Rd, West Central District, Tainan City, Taiwan 700
‘Menara Chihkan’ (Sekikanrou), salah satu situs bersejarah simbol Tainan, berawal dari ‘Benteng Provintia’ yang dibangun oleh Perusahaan Hindia Timur Belanda pada tahun 1653. Setelah itu, pada masa pemerintahan Zheng Chenggong, ia berfungsi sebagai pusat politik, dan pada masa Dinasti Qing, Kuil Dewa Laut dan Paviliun Wenchang dibangun di sana. Bangunan berlapis ini telah menyaksikan berbagai perubahan sejarah Taiwan yang kompleks.
Saat ini, Menara Chihkan sedang menjalani proyek restorasi skala besar yang bertujuan untuk memperkuat dan melindungi bangunannya. Oleh karena itu, kuil Dewa Laut yang merupakan menara utama dikelilingi oleh perancah, sehingga penampakan megahnya yang dulu tidak dapat dilihat sepenuhnya. Traveler mungkin akan sedikit kecewa jika datang tanpa mengetahui informasi ini.
Namun, ada hal-hal menarik yang bisa dinikmati justru saat renovasi berlangsung. Pondasi bata merah peninggalan masa penjajahan Belanda masih utuh di area situs, memungkinkan Anda merasakan napas sejarah 400 tahun yang lalu dari dekat. Selain itu, fungsi interiornya sebagai museum sejarah telah diperkuat dengan penggunaan proyeksi video mapping, sehingga Anda dapat mempelajari sejarah Tainan secara visual.
Kami merekomendasikan ‘kunjungan malam hari’. Area situs yang diterangi lampu berubah menjadi suasana fantastis yang jauh berbeda dari siang hari, dan pada akhir pekan, sering diadakan acara seperti konser musik. Menyaksikan ‘Menara Chihkan saat ini’ di mana bobot sejarah dan teknologi restorasi modern bertemu juga merupakan pengalaman yang menarik.
Terowongan Hijau Sicao
📍 Alamat: No. 360號, Dazhong Rd, Annan District, Tainan City, Taiwan 709
Jika Anda menjelajah ke daerah pesisir barat laut dari pusat kota Tainan, Anda akan menemukan ‘Terowongan Hijau Sicao’ (Sūcǎolǜsèsùidào), sebuah surga alam yang dijuluki ‘Amazon Taiwan’. Area ini dulunya merupakan bagian dari Taijiang Neihai (laguna besar) yang makmur dengan industri garam dan perdagangan pada masa Dinasti Qing, dan kini telah ditetapkan sebagai taman nasional untuk melindungi keanekaragaman ekologinya.
Daya tarik utamanya adalah mini-cruise sekitar 30 menit. Pohon-pohon bakau di kedua sisi saluran air membentuk lengkungan yang menutupi bagian atas, dan hijaunya air memantul seperti cermin, menciptakan ‘terowongan hijau’ yang sesungguhnya. Perahu menggunakan gaya lokal dengan kursi plastik sekitar 5 baris, bergerak perlahan sambil mendengarkan penjelasan dari pemandu (dalam bahasa Mandarin). Di tengah perjalanan, cabang-cabang pohon akan melintas sangat dekat di atas kepala, memberikan pengalaman mendebarkan saat Anda harus membungkuk. Anda juga dapat mengamati burung-burung liar seperti kuntul, kepiting biola yang bergerak di lumpur, dan ikan gobi dari jarak dekat.
Poin penting yang harus diperhatikan oleh traveler adalah ‘akses’ dan ‘perlindungan dari sinar matahari’. Meskipun ada bus kota dari pusat kota, frekuensinya jarang dan memakan waktu. Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin menghemat waktu, sangat disarankan untuk menggunakan taksi pulang-pergi. Selain itu, karena Anda akan berada di perahu tanpa atap yang menghalangi sinar matahari, pinjamlah topi jerami gratis yang disediakan di dermaga, atau bawalah topi dan kacamata hitam Anda sendiri.
Ladang Garam Jubah Ubin Jingzaijiao
📍 Alamat: 727 Taiwan Tainan City, Beimen District, 西南郊復育鹽田
Terletak di ujung paling utara Tainan, di Distrik Beimen, ‘Ladang Garam Jubah Ubin Jingzaijiao’ (Jǐngzǐjiǎo wǎpányántián) adalah ladang garam bertenaga matahari tertua yang masih ada di Taiwan. Industri pembuatan garam dengan pengeringan matahari yang telah berlangsung sekitar 338 tahun sejak dipindahkan ke lokasi ini pada tahun 1818, sempat berhenti pada tahun 2002, namun kemudian berhasil dipulihkan untuk tujuan pariwisata dan pelestarian budaya. Pemandangan kristal garam yang berkilau putih di atas pecahan ubin yang tertata seperti mozaik memiliki keindahan unik yang tak dapat ditemukan di tempat lain.
Alasan utama mengapa tempat ini memikat hati para traveler adalah ‘pemandangan matahari terbenam yang menakjubkan’ yang dapat disaksikan di sini. Beberapa orang bahkan menyebutnya ‘Danau Garam Uyuni Taiwan’. Saat senja tanpa angin, langit yang diwarnai oranye dan merah muda selama ‘magic hour’ memantul seperti cermin di permukaan air ladang garam. Untuk mengabadikan pemandangan indah ini, para pecinta fotografi dan traveler biasanya tiba satu jam sebelum matahari terbenam untuk mendapatkan posisi terbaik dan merekam perubahan warna langit yang berubah setiap detik dengan teknik time-lapse.
Namun, perlu diingat bahwa tingkat kesulitan untuk berkunjung agak tinggi. Dari Stasiun Tainan, Anda harus naik kereta TRA ke ‘Stasiun Xinying’ atau bus ke ‘Jiali’, lalu melanjutkan dengan bus atau taksi. Area sekitarnya akan menjadi sangat gelap dan sepi saat malam tiba, jadi jika Anda berencana pergi sendiri, pastikan untuk menegosiasikan ‘layanan antar-jemput pulang (atau menunggu)’ dengan pengemudi taksi di perjalanan pergi, atau gunakan tur charter sehari penuh dari pusat kota Tainan. Ini adalah cara yang paling aman dan terjamin.
【Kolom】Tips Jelajahi Tainan untuk Pengalaman Maksimal (120%)
Dibandingkan dengan Taipei, Tainan tidak memiliki kereta bawah tanah (MRT), sehingga alat transportasi utama adalah bus, taksi, atau penyewaan sepeda (YouBike). Di sekitar ‘Jalan Shennong’ atau ‘Menara Chihkan’ di pusat kota, menjelajah dengan berjalan kaki menikmati pemandangan gang-gang kecil atau menggunakan YouBike sangatlah nyaman. Namun, untuk spot-spot indah di pinggiran seperti ‘Terowongan Hijau Sicao’ atau ‘Ladang Garam Jubah Ubin Jingzaijiao’, perjalanan dengan transportasi umum dapat memakan banyak waktu.
Bagi traveler dengan waktu terbatas, waktu adalah hal yang paling berharga. Untuk hari-hari menjelajahi area pinggiran kota, sangat disarankan untuk menyewa taksi setengah hari atau menggunakan aplikasi penyedia transportasi (Uber, dll.) dari hotel agar bergerak lebih efisien. Selain itu, karena sinar matahari dan panas yang kuat di selatan dapat menguras tenaga, susunlah jadwal ‘shift malam’ di mana Anda bersantai di museum ber-AC atau kafe pada siang hari, lalu pergi ke pasar malam atau jalanan tua yang diterangi lampu pada sore hingga malam hari. Dengan begitu, Anda akan dapat menikmati pesona Tainan yang lebih nyaman dan mendalam.
