5 Destinasi Wisata Tersembunyi di Hachijojima: Sejarah dan Pemandangan Indah Berpadu! Panduan Nyata untuk Pelancong Wajib Kunjungi

5 Destinasi Wisata Tersembunyi di Hachijojima: Sejarah dan Pemandangan Indah Berpadu! Panduan Nyata untuk Pelancong Wajib Kunjungi Wisata & Hiburan
Wisata & Hiburan

5 Destinasi Wisata Tersembunyi di Hachijojima: Sejarah dan Pemandangan Indah Berpadu! Panduan Nyata untuk Pelancong Wajib Kunjungi

Hanya sekitar 55 menit penerbangan dari Tokyo. Resor tropis ‘Hachijojima’, yang diberkahi oleh arus Kuroshio, adalah pulau menawan yang tidak hanya memiliki pemandangan alam yang dinamis, tetapi juga budaya pengasingan kuno dan sejarah unik yang mengakar kuat.

Sayang sekali jika hanya menikmati keindahan laut saja! Kali ini, kami telah memilih dengan cermat ‘destinasi wisata tersembunyi’ yang akan sangat membekas di hati para pengunjung, mulai dari pelancong jangka pendek hingga mereka yang ingin merasakan atmosfer pulau secara mendalam. Kami akan menyajikannya dengan semangat nyata, termasuk romansa sejarah yang tersembunyi di balik pemandangan menakjubkan dan hidangan lokal lezat yang wajib dicoba di sana.

Nago no Tenbodai (Dek Observasi Nago)

No Image Available

📍 Alamat: Jepang, 〒100-1622 Tokyo, Hachijo-machi, Sueyoshi 2767−1

‘Nago no Tenbodai’, terletak di area Sueyoshi, bagian tenggara Hachijojima, adalah salah satu spot pemandangan terindah di pulau ini, dibangun di atas tebing setinggi sekitar 180m. Di bawah mata Anda terhampar pelabuhan perikanan dengan Onsen Donwasawa dan Pantai Shioma, memungkinkan Anda menikmati panorama tebing laut yang kasar khas pulau vulkanik dan gelombang Pasifik yang bergejolak. Pada hari yang cerah, Anda bahkan bisa melihat siluet Aogashima di cakrawala jauh.

Tempat ini telah lama dianggap sebagai salah satu dari Delapan Pemandangan Hachijo sebagai ‘Nago Akizuki’ dan terkenal sebagai tempat pengamatan bulan purnama, namun daya tarik tempat ini tidak hanya keindahan alamnya. Berjalan di sekitar area parkir, Anda akan menemukan monumen peringatan ‘Pasukan Serangan Khusus Shinyo ke-16’ yang tersembunyi.

‘Shinyo’ adalah kapal motor serangan khusus yang terbuat dari kayu lapis, dikembangkan di akhir Perang Dunia II. Kaligrafi monumen peringatan ini ditulis oleh almarhum politikus Shintaro Abe. Faktanya, Abe sendiri pernah ditugaskan di pasukan serangan khusus Angkatan Laut dan mengalami sejarah tragis di mana perang berakhir sebelum ia sempat bertempur. Ini adalah tempat yang sangat mendalam, di mana Anda tidak hanya dapat menikmati pemandangan, tetapi juga merenungkan sejarah berat yang ditanggung pulau selama masa perang dan keyakinan orang-orang yang bertahan hidup di masa pergolakan.

Hachijo Hattori Yashiki (Kediaman Keluarga Hattori Hachijo)

No Image Available

📍 Alamat: Jepang, 〒100-1621 Tokyo, Hachijo-machi, Hachijojima, Kashitate 2010

Ini adalah situs kediaman keluarga Hattori, yang pada zaman Edo bertugas sebagai penjaga kapal pengangkut kain sutra berkualitas tinggi ‘Ki-Hachijo’ yang dipersembahkan kepada Keshogunan. Saat ini, tempat ini telah dikembangkan sebagai fasilitas wisata, dengan pohon Sotesu besar berusia 700 tahun yang megah dan dinding batu kerikil yang membangkitkan suasana eksotis dan bobot sejarah.

Yang wajib dialami oleh setiap pelancong di sini adalah ‘Tari Kashitate’ dan ‘Hachijo Daiko’, warisan budaya rakyat takbenda yang ditetapkan oleh Pemerintah Metropolitan Tokyo, yang dipentaskan hampir setiap hari mulai pukul 10 pagi, baik hari kerja maupun akhir pekan. Para penampil bukanlah anggota kelompok teater profesional, melainkan penduduk pulau setempat yang memiliki pekerjaan masing-masing. Mereka berkumpul untuk pertunjukan dan kembali ke pekerjaan mereka setelahnya, sebuah seni tradisional yang benar-benar ‘menyatu dengan kehidupan nyata penduduk pulau’. Di akhir acara, penonton juga dapat naik ke panggung dan menari bersama dalam program partisipatif, memenuhi tempat dengan semangat yang unik.

Dan setelah menikmati pertunjukan seni, yang tak boleh terlewatkan adalah ‘Jus Markisa Segar’. Kepekatan yang luar biasa dan keasaman segar yang tak tertandingi, jauh berbeda dari jus buah encer yang dijual di supermarket, sungguh menggoda. Selain itu, gaya yang direkomendasikan oleh pelancong berpengalaman dan penduduk setempat adalah mencampurkan jus ini dengan ‘shochu pulau’ yang dapat dicicipi dengan biaya tambahan yang kecil. Nikmati pengalaman lokal terbaik sambil melihat-lihat suvenir kecil Ki-Hachijo yang terjangkau.

Yaene Iseki (Situs Arkeologi Yaene)

No Image Available

📍 Alamat: Jepang, 〒100-1401 Tokyo, Hachijo-machi, Ohgago 542−16

Situs arkeologi Yaene, yang terletak di sekitar Pelabuhan Perikanan Yaene saat ini, adalah situs bersejarah. Survei penggalian mengungkapkan jejak-jejak orang-orang yang menggunakan gerabah untuk merebus bonito dan lainnya, serta memproduksi ikan kering atau katsuobushi (ikan keras) dari periode Kofun hingga periode Nara-Heian. Di sinilah terdapat aktivitas penduduk pulau yang mempersembahkan ‘hasil laut’ kepada ibukota sejak zaman kuno.

Saat ini telah menjadi fasilitas pelabuhan yang megah, dan sekilas tidak ada bangunan yang terasa seperti ‘situs arkeologi’, namun manfaat terbesar mengunjungi tempat ini adalah ‘ketenangan dan kejernihan lautnya’. Meskipun Pelabuhan Sokodo, pintu gerbang utama pulau, bergejolak karena angin timur, Yaene di sisi belakang pulau seringkali tenang ombaknya, menjadikannya titik pelarian yang sangat dihargai untuk snorkeling dan bermain air.

Jika Anda mengintip ke laut ‘Hachijo Blue’ yang jernih, Anda dapat mengamati ikan berwarna-warni dan krustasea berenang bahkan dari tepi tebing. Selain itu, pada malam hari, tempat ini juga dikenal sebagai mekka untuk menyelam malam. Di sekitarnya juga terdapat kucing-kucing liar yang berkumpul dengan santai, menciptakan ruang penyembuhan di mana romansa sejarah kuno dan waktu pulau yang damai saat ini berpadu.

Nagatomo Road

No Image Available

📍 Alamat: Jepang, 〒100-1511 Tokyo, Hachijo-machi, Mine

Di sepanjang Prefectural Road 215 yang mengelilingi Hachijojima, dekat Lead Park Resort Hachijojima dan Yu-Yu Farm, terdapat sebuah jalan menanjak yang curam sepanjang sekitar 250m yang tersembunyi. Ini adalah ‘Nagatomo Road’ yang legendaris, tempat pemain sepak bola profesional terkemuka Jepang, Yuto Nagatomo, melakukan latihan mandiri yang keras selama musim libur sejak sekitar tahun 2008 ketika ia bergabung dengan FC Tokyo.

Nagatomo menggunakan bukit yang memompa jantung ini untuk melakukan lari cepat 10 kali berturut-turut, melatih stamina luar biasa dan kekuatan tubuh bagian bawah yang tangguh untuk bersaing di kancah dunia. Di sepanjang jalan, terdapat monumen dengan tanda tangannya dan kutipan terkenalnya, ‘Di mana ada kemauan, di situ ada jalan’ (意思あるところに道あり) yang terukir.

Meskipun tempat ini sepi dengan sedikit lalu lintas kendaraan, namun ketika Anda benar-benar turun dari mobil dan berlari, kemiringannya begitu curam sehingga orang biasa akan merasakan paha mereka menjerit dan napas tersengal-sengal hanya dengan satu putaran pergi-pulang. Namun, pemandangan Samudra Pasifik yang menakjubkan yang terlihat saat Anda berbalik dari puncak bukit sungguh memukau. Ini adalah tempat yang memberikan energi kuat, seolah-olah berbagai atlet telah melampaui batas mereka sambil melihat pemandangan ini.

Ubai Homei Jinja (Kuil Ubai Homei)

No Image Available

📍 Alamat: Jepang, 〒100-1401 Tokyo, Hachijo-machi, Ohgago, Hachijojima Hachijo-machi Ohgago 660−1

Ubai Homei Jinja adalah kuil kuno yang terhormat, kuil penjaga utama Hachijojima, yang namanya tercatat dalam ‘Engishiki Jinmyocho’ tahun 927 dan memiliki sejarah lebih dari 1000 tahun. Kuil ini memuja Putri Ubai (Ubaihime), istri dari Kotoshironushi no Mikoto (Mishima Okami) yang muncul dalam mitos penyerahan negeri Izumo, dan putranya, Kohomaru.

Di ruang sunyi yang sedikit masuk ke pedalaman dari jalan prefektur, terdapat ‘dinding batu kerikil’ yang indah khas Hachijojima dan kelompok pohon sotesu raksasa yang melambangkan nuansa tropis, menciptakan atmosfer sakral yang unik, sangat berbeda dari kuil-kuil di daratan utama. Kontras antara kuil utama yang menggunakan batuan basal merah juga sangat indah.

Dan bagi pelancong pecinta sejarah, yang wajib dilihat adalah dua ‘lentera Kristen’ yang tersembunyi di halaman dalam di samping kuil utama. Ini bukan hasil dari kepercayaan Kristen, melainkan dibuat oleh tukang batu bernama Senjiro, seorang buangan yang diasingkan ke Hachijojima pada akhir zaman Edo. Dari bentuk artistik yang modern dan membulat, dapat dirasakan ketangguhan dan melankolis seorang pengrajin tak bernama yang hidup di pulau ini dengan memanfaatkan keahliannya meskipun diasingkan sebagai penjahat. Ini adalah kuil yang sangat mendalam khas Hachijojima, di mana mitos dan budaya buangan menyatu dengan indah.

Kesimpulan: Berpetualang Menyentuh Sejarah dan Semangat Hachijojima

Destinasi wisata Hachijojima tidak hanya bisa diceritakan dengan ‘pemandangan indah’ semata. Memori perang yang tertinggal di Dek Observasi Nago, budaya penduduk pulau yang bersemangat di Kediaman Hattori Hachijo, aktivitas kuno yang diceritakan oleh Situs Arkeologi Yaene, keringat atlet yang terukir di Nagatomo Road, dan estetika para buangan yang hidup di Kuil Ubai Homei. Dengan mengetahui semua ini, perjalanan pulau Anda akan menjadi lebih multidimensional dan tak terlupakan.

Karena spot-spot di pulau ini tersebar, menyewa mobil sangat disarankan untuk menjelajah secara efisien. Selain itu, Hachijojima sering berangin kencang dan cuacanya mudah berubah, jadi tips untuk sukses dalam perjalanan adalah merencanakan secara fleksibel, misalnya menikmati program dalam ruangan seperti Kediaman Hattori pada hari hujan mendadak, atau menuju Pelabuhan Perikanan Yaene yang ombaknya tenang saat laut bergejolak. Silakan tenggelamkan diri Anda dalam pesona mendalam Hachijojima sambil menikmati jus markisa lezat atau shochu pulau.

タイトルとURLをコピーしました