Tenryu-ji
📍 Alamat: Jepang, 〒616-8385 68 Susukinobabacho Tenryuji Saga, Ukyo Ward, Kyoto
Jika Anda mengunjungi area Arashiyama, ‘Tenryu-ji’ adalah tempat yang wajib dikunjungi. Kuil ini merupakan kuil utama dari aliran Rinzai Zen dan terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia. Dibangun oleh Ashikaga Takauji untuk mengenang Kaisar Go-Daigo, kuil terkenal ini menempati peringkat pertama di antara lima kuil besar Kyoto, menjadikannya kuil yang sangat bergengsi.
Daya tarik utamanya adalah ‘Taman Sogenchi’ (Sogenchi Teien), yang ditetapkan sebagai Situs Sejarah Khusus dan Pemandangan Indah Khusus pertama di Jepang. Taman berjalan-jalan di sekitar kolam ini, yang dirancang oleh Muso Soseki, dengan cerdik memanfaatkan Gunung Arashiyama dan Gunung Kame sebagai latar belakang, memamerkan keindahan alam megah yang tidak berubah selama hampir 700 tahun. Duduk di teras dan memandangi taman dengan santai akan memberikan Anda kedamaian mendalam, seolah terlepas dari hiruk pikuk kehidupan sehari-hari.
Selain itu, ‘Unryu-zu’ (Lukisan Naga Awan) yang dilukis di langit-langit Hatto (Aula Dharma) juga wajib dilihat. Naga ini, yang dilukis oleh seniman Kayama Matazo pada tahun 1997, memiliki ‘lima jari’ yang merupakan simbol kaisar di Tiongkok kuno, dan memancarkan keberadaan yang luar biasa sebagai ‘Naga Delapan Arah’ yang seolah menatap Anda dari mana pun di dalam aula (※Dapat dikunjungi terutama pada akhir pekan, hari libur nasional, dan selama periode pembukaan khusus musim semi dan gugur).
Karena merupakan destinasi wisata populer, tempat ini sangat ramai di siang hari. Namun, sekitar pukul 9 pagi setelah gerbang dibuka, jumlah wisatawan grup masih sedikit, memungkinkan Anda menikmati suasana tenang dan bermartabat yang khas kuil Zen. Jika Anda keluar dari Gerbang Utara dari taman, Anda akan langsung terhubung ke ‘Hutan Bambu Arashiyama’, menjadikannya titik awal terbaik untuk menjelajahi Arashiyama.
Kastil Nijo (Mantan Vila Kekaisaran)
📍 Alamat: Jepang, 〒604-8301 541 Nijojocho, Nakagyo Ward, Kyoto
Kastil ini dibangun oleh Tokugawa Ieyasu dan menjadi lokasi ‘Taisei Hokan’ (Restorasi Kekuasaan Kekaisaran) oleh shogun ke-15, Yoshinobu, menyaksikan awal dan akhir periode Edo. Kastil ini tidak dibangun untuk peperangan, melainkan sebagai tempat menginap dan upacara bagi shogun saat berkunjung ke ibu kota, sehingga dihiasi dengan dekorasi mewah di setiap sudut, layaknya sebuah wisma tamu.
Di ‘Ninumaru Goten’ yang merupakan Harta Nasional, Anda dapat melihat ‘Koridor Nightingale’ yang mengeluarkan suara seperti kicauan burung setiap kali diinjak, serta lukisan dinding yang dilukis oleh sekolah Kano dari dekat. Berdiri di aula besar tempat Taisei Hokan, yang Anda lihat di buku sejarah, benar-benar memberikan kesan seolah Anda merasakan atmosfer saat sejarah berubah.
Saat ini, ‘Honmaru Goten’ sedang menarik perhatian besar. Bagian utama bekas kediaman Pangeran Katsura dipindahkan dari Istana Kekaisaran Kyoto pada zaman Meiji, menjadikannya peninggalan ‘Istana Bangsawan’ yang sangat berharga yang masih ada di Jepang. Setelah 18 tahun pengerjaan restorasi dan konservasi, akhirnya dibuka kembali untuk umum pada musim gugur 2024. Ruangan yang elegan dan berkelas, yang terkait dengan bangsawan istana dan kontras dengan gaya samurai di Ninomaru Goten, wajib dilihat. Harap dicatat bahwa untuk mengunjungi Honmaru Goten, diperlukan reservasi terlebih dahulu (tiket web), jadi jangan lupa untuk mengurusnya sebelum berkunjung.
【Tips Mendalam】 Saat berkunjung di musim dingin, Anda akan merasakan ‘dingin menusuk’ yang kuat dari lantai kayu istana. Cukup dengan membawa kaus kaki tebal atau pelapis sepatu, kenyamanan perjalanan sejarah Anda akan berubah drastis, jadi jangan sampai lupa!
Kinkaku-ji
📍 Alamat: Jepang, 〒603-8361 1 Kinkakujicho, Kita Ward, Kyoto
Bukanlah berlebihan jika mengatakan ‘Kyoto adalah Kinkaku-ji’. Ini adalah salah satu tempat paling ikonik di Kyoto yang menarik wisatawan dari seluruh dunia. Nama resminya adalah ‘Rokuon-ji’, dan berawal dari villa Kitayama yang dibangun oleh Ashikaga Yoshimitsu, shogun ketiga Keshogunan Muromachi.
‘Shari-den (Kinkaku)’ berwarna emas yang berdiri di tepi Danau Kyoko-chi, tidak peduli berapa kali Anda melihatnya di foto atau video, keagungannya saat melihatnya secara langsung sungguh luar biasa. Pada hari yang cerah, ‘Kinkaku Terbalik’ akan terpantul jelas di permukaan air, dan kontras antara hijau pepohonan di sekitarnya dengan emas menciptakan keindahan layaknya surga.
Sebenarnya, daya tarik mendalam dari Kinkaku ini bukan hanya kemewahannya, tetapi juga fakta bahwa setiap lantai dibangun dengan gaya arsitektur yang berbeda. Lantai pertama bergaya ‘Shinden-zukuri (konstruksi kayu polos)’ seperti rumah bangsawan, lantai kedua bergaya ‘Bukezukuri’ seperti rumah samurai, dan lantai ketiga teratas bergaya ‘Zen-shu Butsuden-zukuri (gaya Tang)’ seperti kuil Buddha Tiongkok. Dikatakan bahwa ini bertujuan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Yoshimitsu adalah penguasa yang berada di atas bangsawan istana, samurai, dan dunia Buddhis.
Jalur di dalam kompleks kuil tertata rapi, sehingga meskipun banyak pengunjung, Anda dapat berjalan dengan lancar tanpa perlu berhenti. Ada juga area yang luas untuk mengambil foto dari seberang kolam, memungkinkan Anda mengambil gambar yang sempurna tanpa kepala orang lain. Jika Anda mengalokasikan waktu sekitar 30-40 menit, Anda dapat berkeliling dengan santai, termasuk menikmati pemandangan dari rumah teh ‘Yuka-tei’ yang terletak di dataran tinggi.
Sannenzaka
📍 Alamat: Jepang, 〒605-0862 2-211 Kiyomizu, Higashiyama Ward, Kyoto
Ini adalah jalan setapak berbatu yang merupakan bagian dari jalan menuju Kuil Kiyomizu, dipenuhi dengan suasana khas Kyoto dengan deretan rumah-rumah tradisional ‘machiya’. Kawasan ini ditetapkan sebagai Distrik Konservasi Kelompok Bangunan Tradisional Penting, dan di sepanjang jalan terdapat toko-toko manisan yang menyajikan matcha sweets, serta toko-toko yang menjual oleh-oleh khas Kyoto seperti kerajinan Kiyomizu-yaki dan dupa. Rute dari Kuil Kiyomizu, melewati Sannenzaka, Ninen-zaka, lalu ke Kuil Kodai-ji dan Kuil Yasaka, adalah ‘jalur super klasik’ untuk tur Kyoto, dengan keindahan yang layak difoto di setiap sudutnya.
Di siang hari, jalan ini ramai dengan wisatawan domestik dan internasional, penuh dengan aktivitas. Namun, bagi wisatawan berpengalaman atau yang sering berkunjung, kami sangat merekomendasikan kunjungan di ‘pagi hari’ dan ‘malam hari’.
Di pagi hari saat toko-toko belum buka, hampir tidak ada orang, dan Anda bisa menikmati jalan setapak berbatu sendirian dalam suasana yang tenang. Selain itu, di malam hari, lampu jalan dan cahaya dari setiap toko akan menerangi jalan berbatu dengan warna oranye, dan pemandangan Pagoda Yasaka yang menjulang tinggi di kejauhan dengan penerangan sangatlah fantastis. Ini adalah waktu istimewa di mana Anda dapat menikmati jalan-jalan seolah-olah Anda adalah karakter utama dalam sebuah drama, di tengah keheningan yang seolah membawa Anda kembali ke masa lalu.
Arashiyama
📍 Alamat: Jepang, 〒616-0007 Arashiyamagenrokuyama-cho, Ukyo Ward, Kyoto
‘Arashiyama’, yang membentang di sisi barat Kota Kyoto, adalah area di mana alam dan sejarah berpadu dengan indah, telah lama dicintai sebagai tempat peristirahatan para bangsawan. Berpusat pada ‘Jembatan Togetsukyo’ yang anggun di atas Sungai Katsura, pemandangan indah berganti setiap musim. Sakura di musim semi, momiji hijau segar di musim panas, dedaunan musim gugur yang membara, dan pemandangan salju di musim dingin – kapan pun Anda berkunjung, Anda akan menemukan pemandangan yang memukau hati.
Meskipun menyenangkan mengunjungi tempat-tempat populer seperti Tenryu-ji dan Hutan Bambu Arashiyama, kami ingin Anda sedikit meluangkan waktu untuk mengunjungi dek observasi ‘Taman Kameyama’. Dari puncak tangga, Anda dapat menikmati pemandangan lembah Hozukyo yang megah, dan pemandangan musim gugur yang indah dari pegunungan sungguh menakjubkan. Ini adalah tempat tersembunyi di mana Anda bisa merasakan kedamaian mendalam, jauh dari keramaian jalan utama yang ramai.
Karena daya tarik di area Arashiyama tersebar luas, kami merekomendasikan untuk menghabiskan waktu sehari penuh di sana daripada berkeliling terburu-buru. Meskipun toko-toko tutup lebih awal setelah sore hari, berjalan-jalan di sekitar Jembatan Togetsukyo pada malam hari saat orang-orang sudah sepi, sambil mendengarkan gemericik sungai, adalah cara mewah untuk menikmati tempat ini, terutama bagi mereka yang menginap atau memiliki waktu luang.
Tips Praktis untuk Menikmati Wisata Kyoto 120%
Perencanaan ‘Jeda Waktu’ untuk Menghindari Keramaian
Kyoto, sebagai kota wisata global, sangat ramai di siang hari di setiap destinasinya. Kunci untuk menjelajah dengan nyaman adalah ‘bangun pagi’. Di sekitar Kuil Kiyomizu (termasuk Sannenzaka) dan Arashiyama (Hutan Bambu Arashiyama), jumlah orang masih sedikit pada pukul 7-8 pagi, sehingga Anda bisa mengambil foto tanpa stres. Memulai aktivitas sesuai dengan jam buka kuil (biasanya pukul 8:30-9:00 pagi) adalah aturan emas bagi wisatawan profesional.
Pengaturan Awal untuk Kelancaran Tanpa Antrean
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak fasilitas utama di Kyoto telah mengadopsi sistem tiket web. Ada juga tempat seperti Honmaru Goten di Kastil Nijo yang memiliki ‘sistem reservasi penuh’, jadi setelah rute perjalanan Anda ditentukan, belilah tiket dari situs web resmi menggunakan smartphone Anda. Ini akan sangat mengurangi waktu antrean untuk membeli tiket di tempat.
Sepatu Nyaman dan ‘Kemudahan Melepas/Memakai’
Wisata di Kyoto akan melibatkan banyak berjalan kaki. Karena banyak jalan berbatu dan tanjakan, sepatu yang nyaman seperti sneakers adalah suatu keharusan. Selain itu, salah satu ciri khasnya adalah seringnya Anda harus ‘melepas sepatu’ saat memasuki kuil atau istana. Memilih sepatu yang mudah dilepas pasang dan menyiapkan ‘kaus kaki tebal’ untuk mencegah dingin menusuk dari lantai kayu di musim dingin akan sangat mempengaruhi tingkat kelelahan perjalanan Anda.
