Mencari Oleh-oleh di Asakusa! 5 Kuliner Lokal Lezat yang Penuh Sejarah dan Patut Dicoba Meski Antrean Panjang

Mencari Oleh-oleh di Asakusa! 5 Kuliner Lokal Lezat yang Penuh Sejarah dan Patut Dicoba Meski Antrean Panjang Wisata & Hiburan
Wisata & Hiburan

Rasakan Energi Asakusa! Mencari Oleh-oleh di Persimpangan Sejarah dan Kelezatan

Asakusa, sebuah sorotan dalam tur Tokyo dan selalu ramai dikunjungi wisatawan setiap hari. Di sepanjang jalanan yang ramai dari Kaminarimon hingga Kuil Senso-ji, berjejer berbagai macam kuliner dan oleh-oleh, mulai dari toko-toko tua yang telah ada sejak zaman Edo hingga hidangan modern yang memikat hati kaum muda.

Namun, karena terlalu banyak toko terkenal, tak sedikit wisatawan yang melewatkan ‘di mana dan apa yang harus dibeli’ atau ‘sejarah tersembunyi apa yang ada di baliknya’. Kali ini, kami akan memilih dengan cermat toko-toko terkenal yang wajib dikunjungi sebagai oleh-oleh Asakusa, dan menyajikannya tidak hanya sekadar penjelasan buku teks, tetapi juga ‘kisah di balik berdirinya toko’, ‘daya tarik mendalam’, serta ‘strategi cerdas untuk menghindari antrean’ secara mendalam.

Nakamise Shopping Street

No Image Available

📍 Alamat: 1-36-3 Asakusa, Taito-ku, Tokyo 111-0032, Jepang

Nakamise Shopping Street, yang membentang sekitar 250 meter dari Kaminarimon hingga Hozomon Kuil Senso-ji, adalah salah satu jalan perbelanjaan tertua di Jepang. Akarnya berasal dari zaman Edo, periode Genroku dan Kyoho (1688-1735). Konon, ketika jumlah pengunjung ke Kuil Senso-ji meningkat pesat, hak istimewa untuk mendirikan toko di jalan menuju kuil diberikan kepada penduduk sekitar yang saat itu diwajibkan membersihkan area kuil. Saat ini, deretan toko oleh-oleh tradisional seperti ‘ningyo-yaki’ dan ‘kaminari-okoshi’, serta toko barang-barang Jepang, berjejer rapi, menjadikannya destinasi wisata terbaik di mana Anda bisa merasakan suasana ‘shitamachi’ (kota tua) hanya dengan berjalan kaki.

Meskipun pada siang hari jalan ini sangat ramai dengan turis domestik maupun internasional, tahukah Anda ada daya tarik mendalam yang hanya bisa dilihat saat ‘pagi buta dan malam hari’? Setelah semua toko tutup, sekitar 380 meter tirai toko menjadi kanvas megah, menampilkan ‘Asakusa Emaki’ yang menggambarkan Festival Sanja dan pemandangan musiman. Ini dibuat pada tahun 1989 (Heisei 1) di bawah pengawasan para profesor dari Tokyo University of the Arts, dan terlihat sangat fantastis, membuat Anda terpukau saat melihatnya bersamaan dengan Kuil Senso-ji yang diterangi cahaya malam.

Tentu saja, ‘mencari oleh-oleh di tengah suasana ramai di siang hari’ adalah hal yang biasa, namun bagi mereka yang ingin mengambil foto dengan tenang tanpa keramaian atau merasakan suasana lokal, sangat disarankan untuk sengaja berkunjung pada malam hari atau pagi buta saat toko-toko tutup. (Catatan: Saat ini, etika yang berlaku adalah menikmati makanan yang dibeli di sekitar toko tempat pembelian agar tidak mengganggu toko lain).

Asakusa Kagetsudo Honten

No Image Available

📍 Alamat: 2-7-13 Asakusa, Taito-ku, Tokyo 111-0032, Jepang

Ketika Anda menyusuri gang kecil, sedikit menjauh dari hiruk pikuk Nakamise Dori, aroma harum dan manis akan menyapa hidung Anda. ‘Asakusa Kagetsudo Honten’, yang didirikan pada tahun Showa 20 (1945), adalah toko yang sangat populer, terkenal dengan ‘Jumbo Melon Pan’ andalannya yang terjual lebih dari 3.000 buah per hari. Kerumunan orang sebelum toko buka bukanlah hal aneh, namun keuntungan bagi wisatawan adalah rotasi pembelian untuk dibawa pulang sangat cepat, sehingga seringkali Anda bisa membeli hanya dengan mengantre beberapa menit.

Melon pan di sini bukan hanya besar ukurannya. Ada metode pembuatan unik yang diciptakan oleh pemilik toko, seorang ahli fermentasi yang belajar di universitas, setelah 15 tahun berkreasi. Dengan ‘fermentasi suhu rendah jangka panjang selama 3 jam’ — tiga kali lipat waktu pembuatan roti biasa — adonan mengembang hingga batas maksimal, menghasilkan tekstur renyah di bagian luar (bahkan sangat renyah!) dan sangat lembut serta ringan di bagian dalam hingga mudah penyok hanya dengan dipegang. Ini adalah melon pan otentik yang mengandalkan aroma harum dan manis alami, tanpa menggunakan perisa melon buatan.

Meskipun bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh, karena tekstur adonannya yang lembut dan mudah penyok, rekomendasi terbaik adalah ‘langsung menyantapnya di tempat setelah membeli’. Sensasi lembut yang meleleh di mulut saat gigitan pertama adalah pengalaman yang hanya bisa dinikmati di Asakusa. Jika Anda membawanya pulang, hangatkan sebentar di pemanggang roti untuk mengembalikan kerenyahannya.

Funawa Honten (Funawa)

No Image Available

📍 Alamat: 1-22-10 Asakusa, Taito-ku, Tokyo 111-0032, Jepang

Banyak orang mungkin langsung teringat ‘Imo-Yokan’ dari toko ini ketika mendengar ‘oleh-oleh Asakusa’. Ini adalah ‘Funawa’, toko kue tradisional Jepang yang didirikan pada tahun Meiji 35 (1902). Pada masa itu, ‘neri-yokan’ yang terbuat dari kacang azuki sangat mahal dan menjadi kudapan impian yang tak terjangkau oleh rakyat biasa. Oleh karena itu, pendiri yang menjalankan toko ubi di Asakusa bekerja sama dengan pembuat kue Jepang, dan mengemukakan ide ‘bisakah membuat kue lezat dari bahan-bahan yang terjangkau oleh rakyat biasa’. Inilah awal mula Imo-Yokan yang terbuat dari ubi jalar.

Imo-Yokan Funawa sama sekali tidak menggunakan pewarna, pengawet, atau perisa buatan. Karena dibuat hanya dengan ubi jalar yang dikupas kulitnya satu per satu secara manual, ditambahkan gula dan sedikit garam, Anda bisa langsung merasakan rasa alami dan sederhana dari ubi jalar aslinya. Karena tidak menggunakan pengawet, masa simpannya sangat singkat, hanya 2-3 hari, dan itulah bukti keasliannya. Selain dimakan langsung, Anda juga bisa menggorengnya di wajan dengan mentega di rumah, atau memanggangnya hingga renyah di oven toaster untuk sentuhan gaya Barat, ini adalah cara menikmati oleh-oleh ala ‘orang dalam’.

Selain itu, Funawa sebenarnya juga merupakan ‘pelopor mitsumame yang disajikan di kedai kopi’. Di area kafe retro bergaya Roman Taisho di lantai dua toko utama, Anda bisa menikmati hidangan penutup lezat seperti mitsumame, anmitsu, dan es krim lembut imo-yokan. Sebagai tempat istirahat terbaik setelah lelah berjalan-jalan di Asakusa, ini adalah pilihan yang tak tertandingi.

Asakusa Umezono

No Image Available

📍 Alamat: 1-31-12 Asakusa, Taito-ku, Tokyo 111-0032, Jepang

Di sebuah gang kecil, sedikit jauh dari hiruk pikuk Nakamise Dori, ‘Asakusa Umezono’, sebuah toko makanan manis yang didirikan pada tahun Ansei 1 (1854), berdiri dengan tenang namun memancarkan keanggunan yang kuat. Akarnya berasal dari kedai teh yang dibuka di salah satu sudut ‘Baion-in’, sebuah kuil cabang dari Kuil Senso-ji, dan toko terkenal ini telah dicintai sejak zaman Edo, bahkan kemeriahannya digambarkan dalam novel ‘Odoriko’ karya sastrawan Kafu Nagai.

Hidangan wajib yang harus Anda santap di sini adalah ‘Ganso Awazenzai’, menu andalan sejak toko ini berdiri. Saat membuka tutup mangkuk lakuer, Anda akan melihat ‘koshian’ (pasta kacang merah halus) yang berkilau dan mochi berwarna kuning cerah. Sebenarnya, awazenzai ini sekarang menggunakan ‘mochi kibi’ (millet mochi) berkat inovasi dari generasi sebelumnya, karena sulitnya mendapatkan ‘awa’ (millet) setelah perang. Kombinasi tekstur kenyal dan renyah yang unik dari mochi kibi yang dikukus dan ‘hanzuki’ (ditumbuk setengah halus), serta koshian halus yang dimasak dengan sempurna, adalah rasa Edo yang telah diperhitungkan dengan cermat. Acar biji shiso yang disertakan sebagai ‘hashiyasume’ (pembersih langit-langit mulut) menjadi aksen elegan yang menyegarkan rasa manis.

Sistem di dalam toko adalah retro Showa, di mana Anda membeli tiket makan (bukan kartu plastik, tapi gaya lama) di kasir dekat pintu masuk terlebih dahulu, lalu duduk di meja. Seringkali relatif sepi saat makan siang, menjadikannya tempat tersembunyi yang bagus untuk bersantai dan menikmati waktu berkualitas selama menjelajahi Asakusa.

Okashitsukasa Kameju

No Image Available

📍 Alamat: 2-18-11 Kaminarimon, Taito-ku, Tokyo 111-0034, Jepang

Berlokasi di seberang Kaminarimon, ‘Okashitsukasa Kameju’ yang didirikan pada akhir zaman Taisho selalu membentuk antrean panjang bahkan sebelum toko buka. Toko ini dikenal di seluruh Jepang sebagai salah satu ‘Tiga Dorayaki Terbaik Tokyo’, dan merupakan toko yang sangat berkualitas, sehingga bisa dikatakan tidak mungkin ada orang yang tidak senang jika membeli ini sebagai oleh-oleh.

Ciri khas utama dorayaki Kameju terletak pada ‘kulitnya’ yang membalikkan konsep dorayaki selama ini. Adonan yang konon mengadopsi teknik kue Barat pada masa berdirinya ini, sangat lembut dan ringan, penuh dengan udara, seperti kue sifon atau panekuk. Variasi warna panggang yang unik, yang dihasilkan dari pembakaran tangan oleh para pengrajin, memberikan aroma harum dan kehangatan buatan tangan. Di dalamnya terdapat ‘kuro-an’ (pasta kacang merah hitam) klasik yang terbuat dari kacang azuki dari Tokachi, Hokkaido, dan ‘shiro-an’ (pasta kacang putih) manis yang elegan dari kacang Teppou-mame. Meskipun porsinya besar, karena adonannya ringan, Anda bisa menyantapnya habis dalam sekejap.

Dan, kudapan tersembunyi lainnya yang selalu dibeli oleh pelanggan setia bersama dorayaki adalah ‘Matsukaze’. Ini adalah kue roll ala Jepang yang dibungkus dengan ‘tsubushi-an’ (pasta kacang merah kasar) yang elegan, dengan adonan kukus yang luar biasa ringan dan aroma gula merah yang kaya. Bagi Anda yang mengantre untuk dorayaki, cobalah masukkan juga Matsukaze ini ke keranjang Anda. Antrean memang wajib, tetapi karena panduan dan operasional staf yang lancar, waktu tunggu tidak selama yang terlihat. Namun, ‘shiro-an’ yang populer kadang-kadang habis terjual di sore hari, jadi jika Anda ingin memastikan untuk membelinya, disarankan untuk berkunjung lebih awal.

Strategi dan Tips Rahasia untuk Menikmati Asakusa 120%

Tempat-tempat wisata dan toko-toko populer di Asakusa sangat ramai pada siang hari, baik hari kerja maupun akhir pekan. Namun, hanya dengan sedikit menggeser waktu kunjungan, wisatawan dapat menikmati suasana lokal dengan sangat nyaman, bahkan mengejutkan.

Strategi paling cerdas dalam mencari oleh-oleh adalah memisahkan antara ‘menjelajahi toko-toko populer di pagi hari’ dan ‘menikmati pemandangan di sore hingga malam hari’. Misalnya, untuk ‘Kameju’ yang pasti antre, ambillah dorayaki incaran Anda dengan mengantre di pagi hari. Nikmati ‘Imo-Yokan Funawa’ dan ‘Jumbo Melon Pan Kagetsudo’ yang memiliki masa simpan pendek di sela-sela jalan-jalan siang hari. Kemudian, saat matahari terbenam dan toko-toko mulai tutup, kembali ke Nakamise Shopping Street yang sepi dari keramaian, nikmati seni tirai ‘Asakusa Emaki’, dan berziarah ke Kuil Senso-ji Hondo yang tenang. Inilah cara menikmati Asakusa secara cerdas, baik sisi depan maupun belakangnya, bagi wisatawan yang sudah tahu segalanya.

Meskipun sebagian besar toko sudah menerima pembayaran dengan kartu kredit dan uang elektronik, ada beberapa toko, seperti Kagetsudo, yang hanya menerima pembayaran tunai. Saat mengunjungi toko-toko lokal yang sudah lama berdiri, sangat disarankan untuk menyiapkan uang tunai dalam jumlah kecil (pecahan 1.000 yen dan koin) yang lebih banyak, agar proses pembayaran berjalan lancar dan sangat praktis.

Photo by tnkn29 on Unsplash
タイトルとURLをコピーしました