Warisan Dunia di Palawan! Panduan Lengkap Sungai Bawah Tanah Puerto Princesa

Warisan Dunia di Palawan! Panduan Lengkap Sungai Bawah Tanah Puerto Princesa Wisata & Hiburan
Wisata & Hiburan

Puerto Princesa Subterranean River National Park

No Image Available

📍 Alamat: Kota Puerto Princesa, Palawan, Filipina

Pulau Palawan, yang disebut-sebut sebagai ‘daerah terpencil terakhir Filipina’. Di tengah pulau ini, sekitar 80 km barat laut dari pusat kota Puerto Princesa, terletak ‘Taman Nasional Sungai Bawah Tanah Puerto Princesa (Puerto Princesa Subterranean River National Park)’, yang terdaftar sebagai Situs Warisan Alam Dunia UNESCO pada tahun 1999. Pada tahun 2011, taman ini juga terpilih sebagai salah satu dari ‘7 Keajaiban Alam Baru Dunia (New7Wonders of Nature)’, menjadikannya daya tarik wisata global terkemuka Filipina yang dikunjungi banyak wisatawan setiap hari.

Daya tarik terbesar taman nasional ini adalah ‘sungai bawah tanah yang dapat dilayari’ yang termasuk salah satu yang terpanjang di dunia, dengan panjang sekitar 8,2 km. Sungai berwarna hijau zamrud mengalir menuju laut di dalam gua stalaktit raksasa yang terbentuk dari curah hujan besar yang jatuh ke tanah kapur, mengikis bebatuan selama rentang waktu yang luar biasa. Penduduk asli pulau ini dulunya percaya bahwa gua gelap ini adalah ‘tempat tinggal roh’ dan tidak pernah memasukinya. Sungai bawah tanah ini, yang tetap tak tersentuh hingga penjelajah Eropa pertama kali menemukannya pada akhir abad ke-19, adalah tempat di mana Anda benar-benar dapat merasakan misteri Bumi.

Pengunjung akan menaiki perahu dayung ‘banca’ dan merasakan tur sekitar 40-45 menit, menyusuri sekitar 1,5 km dari pintu masuk gua yang terbuka ke laut. Untuk tujuan konservasi lingkungan, pencahayaan di dalam gua sangat minim, dan sensasi menjelajahi bawah tanah yang gelap hanya dengan mengandalkan cahaya senter dari pemandu perahu sungguh luar biasa. Di dalam ruang gua raksasa berbentuk kubah setinggi hingga 60m dan lebar 120m, akan muncul berbagai formasi batuan unik dan stalaktit yang menyerupai Yesus Kristus, dinosaurus, dan bentuk sayuran. Ini adalah tempat yang wajib dikunjungi sekali seumur hidup untuk mengamati keindahan pahatan alam dan ekosistem unik yang tidak berubah sejak zaman purba.

Menuju Bawah Tanah Bersemayamnya Roh! Pengalaman Nyata Tur Gua yang Mengasah Panca Indra

Tur perahu sungai bawah tanah tidak hanya menawarkan pengalaman visual yang menakjubkan, tetapi juga secara kuat merangsang ‘panca indra’ seperti penciuman dan pendengaran. Saat mendekati pintu masuk gua, Anda akan mencium bau hewan dan aroma amonia yang khas dari kotoran (guano) puluhan ribu kelelawar yang hidup di dalam gua. Awalnya mungkin mengejutkan, tetapi inilah bukti ‘alam sejati’ yang tidak dibuat secara artifisial.

Selama tur, Anda akan mendengarkan panduan audio yang tersedia dalam bahasa Jepang yang dibagikan di pintu masuk, memungkinkan Anda memahami lebih dalam sejarah dan pembentukan geologi Filipina. Namun, untuk pengalaman yang lebih mendalam, disarankan untuk sesekali melepas earphone Anda. Suara kepakan sayap dan lengkingan kelelawar yang bergema di kegelapan, tetesan air bawah tanah yang jatuh ‘potari, potari’ dari langit-langit, dan hanya suara perahu yang membelah air, semuanya menciptakan suasana misterius seolah-olah roh bersemayam di sana.

Perlu diperhatikan bahwa meskipun Anda dapat mengamati kelelawar yang menempel rapat di langit-langit gua dari jarak dekat, sangat dilarang untuk membuka mulut dan melihat ke atas secara sembarangan. Karena kotoran kelelawar atau tetesan air bisa jatuh dari atas, pastikan untuk selalu mengenakan helm dan jaket pelampung yang disediakan dengan benar.

Perjalanan dari Sabang: Hati-hati dengan Monyet Liar dan ‘Van Shuttle Mimpi Buruk’

Dari sekitar Bandara Puerto Princesa ke pintu masuk sungai bawah tanah, perjalanan memakan waktu sekitar 2 jam menggunakan van shuttle bersama (minibus). Mayoritas tur menggunakan van ini, namun di sana sering digambarkan sebagai ‘van shuttle mimpi buruk’. Van ini melaju dengan kecepatan tinggi di jalanan pegunungan yang berkelok-kelok dan belum sepenuhnya beraspal, sehingga bagi Anda yang mudah mabuk perjalanan, meminum obat anti-mabuk sebelumnya adalah syarat mutlak.

Setelah turun dari van, Anda akan tiba di ‘Desa Sabang’, sebuah kota pelabuhan kecil yang menjadi basis. Dari sini, Anda akan berganti ke perahu motor banca dan diayun ombak menuju pantai terdekat. Dari pantai tersebut, Anda akan berjalan kaki beberapa menit menyusuri jalur hutan yang disebut ‘Monkey Trail’ untuk akhirnya mencapai pintu masuk gua. Karena terkadang ada waktu tunggu sekitar satu jam untuk naik perahu di Desa Sabang, wisatawan dengan jadwal longgar akan bijak untuk menginap satu malam di Desa Sabang yang memiliki pantai tenang dan indah, lalu menargetkan tur pagi hari yang tidak terlalu ramai.

Di sekitar Monkey Trail, hidup monyet pemakan kepiting liar dan biawak raksasa (monitor lizard). Monyet-monyet ini sangat cerdas dan peka terhadap suara kantong plastik yang mungkin berisi makanan. Terkadang mereka bahkan dengan cepat merebut smartphone atau botol air minum, jadi pastikan barang bawaan Anda disimpan rapat di tas beritsleting, dan berjalanlah dengan hati-hati agar tidak menarik perhatian mereka.

Panduan Persiapan Sempurna yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Berkunjung

Untuk menikmati tur sungai bawah tanah dengan nyaman, persiapan sebelumnya yang sesuai dengan lingkungan setempat sangat penting. Pertama, pilihlah pakaian dengan asumsi ‘pasti akan basah’. Saat naik turun perahu, air akan mencapai lutut Anda, dan tetesan air akan jatuh dari langit-langit di dalam gua. Gaya terbaik adalah celana pendek dan sandal olahraga yang tidak mudah lepas, di atas pakaian renang atau rashguard yang cepat kering.

Selain itu, karena Anda akan berjalan di area hutan, ada banyak serangga seperti nyamuk. Dari sudut pandang konservasi lingkungan, disarankan untuk membawa krim atau semprotan anti nyamuk organik bebas DEET dan mengaplikasikannya secara teratur. Untuk kamera dan smartphone, aman untuk menyimpannya dalam casing anti air sebagai tindakan pencegahan cipratan air.

Terakhir, mengenai fasilitas toilet di lokasi. Tidak ada toilet yang lengkap di dalam gua atau di sekitar pantai tempat menunggu. Adalah aturan emas untuk menghindari jebakan yang sering dialami wisatawan, yaitu selalu mampir ke toilet setempat (mungkin berbayar) sebelum berangkat dari pelabuhan Desa Sabang. Nikmati petualangan tak terlupakan di Taman Nasional Sungai Bawah Tanah Puerto Princesa, tempat keajaiban alam bercampur dengan sedikit sensasi bertahan hidup.

Photo by Elaine Ore on Unsplash
タイトルとURLをコピーしました