Hanya sekitar 30 menit dengan kereta cepat dari Beijing, ibu kota Tiongkok. Tianjin adalah kota pelabuhan yang indah, tempat gedung-gedung pencakar langit modern berpadu harmonis dengan bangunan bersejarah bergaya Eropa yang mengingatkan pada era konsesi masa lalu.
Kali ini, kami telah memilih dengan cermat ‘destinasi utama yang tidak boleh dilewatkan’ dari sekian banyak tempat wisata di Tianjin, yang dijamin 120% akan dinikmati bahkan oleh wisatawan yang baru pertama kali berkunjung. Dari spot pemandangan malam yang menakjubkan, penjelajahan sejarah mendalam mengikuti jejak Kaisar Terakhir, hingga jalanan yang ramai dengan hidangan lokal, kami akan menyajikan pesona otentik Tianjin dan tips-tips berguna untuk menjelajahi kota ini dengan penuh semangat.
Tianjin Eye (Mata Tianjin)
📍 Alamat: Distrik Hebei, Kota Tianjin, Republik Rakyat Tiongkok, Kode Pos: 300141
Sebagai salah satu tengaran Tianjin yang wajib dikunjungi adalah bianglala raksasa ‘Tianjin Eye’ yang menjulang di atas Jembatan Yongle (sebelumnya Jembatan Cihai) yang membentang di atas Sungai Haihe. Dengan struktur unik di dunia, di mana bianglala dibangun langsung di atas jembatan yang melintasi sungai, ini menjadi simbol pemandangan tepi air modern Tianjin.
Dengan diameter 110 meter dan ketinggian puncak 120 meter (setara dengan gedung 35 lantai), Anda dapat menikmati perjalanan di udara selama sekitar 30 menit. Gondola dilengkapi dengan AC dan kipas angin, menjadikannya nyaman bahkan saat musim panas. Dari puncak, Anda bisa menikmati pemandangan kota Tianjin yang indah dan lekukan Sungai Haihe. Namun, karena ada lapisan film biru anti-silau di jendela, Anda perlu melakukan trik seperti menempelkan lensa kamera ke jendela saat mengambil foto.
Waktu kunjungan yang paling direkomendasikan adalah dari senja hingga malam hari. Pemandangan bangunan-bangunan era konsesi yang diterangi cahaya dan kilauan Sungai Haihe sangatlah menakjubkan. Akhir pekan dan malam hari sangat ramai, dan pembelian tiket di tempat (menggunakan WeChat Pay atau Alipay, dll.) mungkin merepotkan, jadi merupakan aturan emas bagi wisatawan untuk memesan tiket secara online terlebih dahulu. Selain itu, dengan menggabungkannya dengan ‘Haihe Youchuan (River Cruise)’ yang berangkat dari dermaga terdekat, Anda dapat menikmati malam romantis Tianjin dengan lebih sempurna.
Wudadao
📍 Alamat: 4677+564, Mu Nan Dao, Distrik Heping, Kota Tianjin, Republik Rakyat Tiongkok 300074
‘Wudadao’ yang membuat Anda merasa seperti tersesat di sudut kota Eropa, adalah area padat dengan bangunan bergaya Barat yang dibangun antara tahun 1920-an hingga 1930-an, menampilkan berbagai gaya arsitektur dari negara-negara seperti Inggris, Prancis, dan Italia. Disebut juga ‘Pameran Arsitektur Dunia’, dulunya merupakan kawasan perumahan mewah tempat para bangsawan Dinasti Qing yang jatuh, politisi, dan tokoh terkenal berlomba-lomba untuk tinggal.
Rumah-rumah bergaya Barat dari bata yang indah dan jalanan yang tenang dihiasi bunga musiman sangat fotogenik di setiap sudutnya. Di musim semi, bunga sakura dan persik mekar dengan indah, dan di musim gugur, dedaunan musim gugur mewarnai pepohonan jalanan dengan warna keemasan. Bangunan-bangunan retro yang diubah menjadi kafe dan Starbucks yang elegan juga tersebar, menjadikan kegiatan ‘coffee hopping’ sambil merasakan sejarah sangat direkomendasikan.
Seluruh area ini sangat luas, dan membutuhkan tenaga serta waktu untuk menjelajahinya sepenuhnya dengan berjalan kaki. Untuk menikmati suasana lokal secara efisien, paling baik menggunakan ‘sepeda sewaan’ seperti sepeda bersama atau naik kereta kuda wisata sambil merasakan semilir angin. Hiruplah sepuasnya udara elegan Tianjin, tempat bertemunya beratnya sejarah dan gaya hidup modern.
Jingyuan
📍 Alamat: 70 An Shan Dao, Distrik Heping, Kota Tianjin, Republik Rakyat Tiongkok 300020
Bagi pelancong penggemar sejarah, sangat direkomendasikan untuk mengunjungi ‘Jingyuan’, kediaman tempat Aisin-Gioro Puyi (Kaisar Terakhir Dinasti Qing) tinggal di Tianjin. Setelah diusir dari Kota Terlarang, ia tinggal di sini bersama permaisuri Wanrong dan selir Wenxiu dari tahun 1929 hingga 1931. Dikatakan bahwa Puyi sendiri menamai tempat ini dengan harapan restorasi kekuasaan, ‘Dengan ketenangan, aku akan memelihara semangat agungku (静以養吾浩然之気)’.
Meskipun mengusung gaya rumah megah Spanyol, sentuhan arsitektur kayu Jepang dan Tiongkok juga terintegrasi di beberapa bagian, menampilkan gaya hidup modern perpaduan Timur dan Barat pada masa itu. Di lantai satu terdapat ruang makan dan ruang tamu, sedangkan di lantai dua, kamar tidur dan ruang belajar Puyi serta Wanrong direstorasi persis seperti suasana aslinya. Dengan biaya masuk hanya 20 yuan, pameran dilengkapi dengan penjelasan dalam bahasa Jepang, memungkinkan pengalaman mendalam seolah ditarik ke dalam dunia film ‘The Last Emperor’.
Akses dari pusat kota juga baik, dan karena areanya tidak terlalu luas, Anda bisa meresapi suasana sejarah dengan seksama dalam waktu sekitar 1-2 jam. Ini adalah tempat berharga di mana Anda bisa merasakan kehadiran Puyi yang nyata, dari kehidupan kaisar yang gemilang hingga kemudian hidup dengan budaya Barat di tengah gejolak zaman yang penuh pergolakan.
Jīnmén Gùlǐ (Jalan Kebudayaan Kuno Tianjin)
📍 Alamat: 45RV+Q7Q, Gu Wen Hua Jie, Distrik Nankai, Kota Tianjin, Republik Rakyat Tiongkok 300090
‘Jīnmén Gùlǐ (umumnya dikenal sebagai Jalan Kebudayaan Kuno)’ adalah zona pejalan kaki wisata tingkat 5A nasional di mana tradisi dan semangat lokal Tianjin terangkum. Deretan jalanan retro yang meniru gaya arsitektur tradisional Dinasti Qing membentang, dan begitu Anda melangkah masuk, ‘cita rasa Tiongkok, cita rasa Tianjin’ dari masa lalu yang baik akan menyelimuti seluruh diri Anda.
Di sepanjang jalan, terdapat toko-toko kerajinan tradisional terkenal Tianjin seperti ‘Niren Zhang (patung tanah liat berwarna)’ dan ‘Yangliuqing Nianhua (lukisan cetak blok kayu)’, serta tempat yang sempurna untuk mencari suvenir seperti peralatan teh dan barang antik. Selain itu, banyak sekali warung jajanan Tianjin seperti ‘Goubuli Baozi (roti kukus isi daging)’, ‘Jianbing Guozhi (kue dadar gaya Tiongkok)’, dan ‘Mahua (gorengan seperti keripik)’, menjadikannya surga untuk mencicipi kuliner jalanan. Pada hari libur, tempat ini sangat ramai dan antrean panjang dapat terbentuk di toko-toko populer, jadi sebaiknya datang dengan waktu luang atau menargetkan hari kerja atau pagi hari.
Dan di tengah kota ini berdiri ‘Kuil Tianhou Tianjin’. Didirikan pada tahun 1326, ini adalah salah satu Kuil Mazu (kuil yang memuja Dewi Laut) terkemuka di Tiongkok, menceritakan latar belakang sejarah unik Tianjin, di mana kepercayaan maritim selatan berakar meskipun kota ini berada di utara. Setelah menikmati kuliner lezat, singgahlah di Kuil Tianhou yang harum dengan aroma dupa, dan rasakan pengabdian tulus masyarakat setempat, ini akan menjadi pengalaman yang luar biasa.
Tips Lokal untuk Menikmati Wisata Tianjin 120%
Saat bepergian ke Tianjin, ada beberapa hal lokal yang berguna untuk diketahui. Pertama, banyak fasilitas wisata di Tiongkok (seperti museum dan beberapa taman) menerapkan ‘sistem reservasi nama asli’, dan tidak jarang memerlukan paspor atau pendaftaran QR code sebelumnya, bahkan jika tiket masuk gratis. Penting untuk selalu membawa paspor dan memastikan lingkungan komunikasi smartphone Anda (nomor telepon lokal, roaming, atau Wi-Fi yang kompatibel dengan Tiongkok) sudah siap.
Selain itu, meskipun ada beberapa tempat yang menerima pembayaran tunai, ada kemungkinan tidak ada kembalian, dan pembayaran kode QR seperti WeChat Pay (微信支付) dan Alipay (支付宝) sudah sepenuhnya menjadi arus utama. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menyiapkan aplikasi pembayaran yang terhubung dengan kartu kredit Anda sebelum bepergian.
Mengenai iklim, musim semi dan musim gugur adalah musim terbaik untuk menjelajahi kota. Terutama di Tianjin, yang memiliki banyak tempat wisata outdoor seperti di sepanjang Sungai Haihe dan Wudadao, rahasia perjalanan yang nyaman adalah dengan menghindari musim panas yang sangat terik atau musim dingin yang membeku (sungai bahkan bisa membeku), atau mempersiapkan diri dengan perlindungan yang memadai terhadap dingin dan panas.
