5 Destinasi Wisata Teratas di Ueno, Tokyo! Jelajahi Sisi Mendalam di Mana Sejarah dan Kekacauan Bertemu

5 Destinasi Wisata Teratas di Ueno, Tokyo! Jelajahi Sisi Mendalam di Mana Sejarah dan Kekacauan Bertemu Wisata & Hiburan
Wisata & Hiburan

Taman Ueno Onshi

No Image Available

📍 Alamat: 4 Uenokoen, Taito City, Tokyo 110-0007, Jepang

Taman Ueno Onshi, yang membentang tepat di depan Stasiun Ueno, adalah salah satu destinasi wisata ikonik di Tokyo dan merupakan taman bersejarah pertama yang ditetapkan di Jepang. Awalnya, tempat ini adalah lahan luas Kuil Kaneiji Toeizan, yang dibangun sebagai kuil keluarga Tokugawas pada periode Edo. Namun, setelah hancur dalam Perang Boshin (Perang Ueno) pada akhir periode Keshogunan, taman ini direvitalisasi sebagai taman kota pada tahun Meiji ke-6 (1873) atas saran dari dokter Belanda Dr. Bauduin. Kemudian, pada periode Taisho, taman ini dianugerahkan oleh Kaisar Taisho kepada Kota Tokyo, sehingga nama ‘Onshi’ (Anugerah Kekaisaran) disematkan padanya.

Di dalam area yang luas ini, terdapat banyak fasilitas budaya seperti museum seni, museum, dan kebun binatang, dengan begitu banyak daya tarik yang tidak mungkin dijelajahi dalam sehari. Menelusuri jejak sejarah saja sudah mendebarkan, seperti patung Saigo Takamori yang menjadi titik pertemuan populer, ‘Ueno Daibutsu’ (Patung Buddha Besar Ueno) yang wajahnya saja tersisa dan dikenal sebagai tempat kekuatan untuk doa kelulusan karena ‘tidak bisa jatuh lebih jauh lagi’, dan Kuil Ueno Toshogu yang megah.

Bagi para wisatawan, kami merekomendasikan berjalan-jalan di pagi hari saat udara masih sejuk. Meskipun siang hari ramai dengan banyak pengunjung, di pagi hari Anda dapat menikmati ketenangan alam dan kemegahan bangunan bersejarah sendirian. Meskipun bunga sakura di musim semi sangat populer, hijaunya dedaunan baru dan indahnya warna-warni daun di musim gugur juga memukau, menjadikannya oasis perkotaan yang dapat dinikmati dengan suasana berbeda kapan pun Anda berkunjung.

Kebun Binatang Ueno Onshi

No Image Available

📍 Alamat: 9-83 Uenokoen, Taito City, Tokyo 110-8711, Jepang

Terletak di dalam Taman Ueno Onshi, ‘Kebun Binatang Ueno Onshi’ adalah kebun binatang tertua di Jepang, dibuka pada tahun 1882 (Meiji ke-15). Kebun binatang ini memiliki sejarah unik karena awalnya dimulai sebagai fasilitas tambahan museum. Area kebun binatang terbagi menjadi Taman Timur dan Taman Barat, dengan ratusan spesies hewan yang hidup di lahan seluas sekitar tiga kali Tokyo Dome.

Selain gajah dan jerapah yang populer, daya tarik utamanya adalah pameran yang begitu lengkap sehingga Anda tidak akan bosan seharian penuh, termasuk beruang coklat raksasa yang aktif bahkan di musim dingin, beruang kutub yang mengesankan, harimau Sumatra yang terancam punah, dan shoebill yang sangat populer sebagai ‘burung yang tidak bergerak’. Ruang pameran juga dirancang dengan cerdas, memungkinkan Anda mengamati suara dan perilaku hewan dari dekat, sehingga orang dewasa pun dapat menikmati seperti anak kecil.

Saat berkunjung sebagai wisatawan, persiapan terlebih dahulu sangat penting karena tempat ini sangat ramai pada akhir pekan. Kami sangat menyarankan pembelian tiket secara online untuk menghemat waktu mengantre. Ada juga trik rahasia bahwa masuk melalui ‘Gerbang Benten’ di sisi Kolam Shinobazu seringkali lebih lancar, bahkan saat Gerbang Utama (Taman Timur) ramai. Karena ada banyak bangku dan area istirahat di dalam kebun binatang, tipsnya adalah berjalan-jalan dengan santai sambil beristirahat di bawah pohon jika Anda lelah.

National Museum of Western Art

No Image Available

📍 Alamat: 7-7 Uenokoen, Taito City, Tokyo 110-0007, Jepang

Bagi wisatawan pecinta seni dan arsitektur, ‘National Museum of Western Art’ adalah tempat yang tidak boleh dilewatkan. Museum ini dibuka pada tahun 1959 untuk menyimpan dan memamerkan ‘Koleksi Matsukata’ dari pengusaha Kojiro Matsukata. Bangunan utamanya dirancang oleh Le Corbusier, seorang arsitek terkemuka abad ke-20, dan pada tahun 2016 terdaftar sebagai salah satu ‘Karya Arsitektur Le Corbusier’ dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.

Fitur terbesar bangunan ini adalah konsep inovatif ‘Museum Pertumbuhan Tak Terbatas’. Struktur ini memungkinkan penambahan ruang pameran secara spiral ke luar seperti cangkang siput seiring dengan peningkatan koleksi. Selain itu, arsitekturnya sendiri adalah sebuah karya seni raksasa, dengan ‘pilotis’ yang menopang bangunan hanya dengan tiang-tiang di lantai satu, dan skylight segitiga di ‘Aula Abad ke-19’ yang secara lembut memasukkan cahaya alami (dikatakan terinspirasi oleh Gunung Fuji).

Di ruang pameran, Anda akan menemukan karya-karya master impresionis seperti Monet dan Renoir. Pameran permanen dapat diakses dengan tiket pameran khusus, dan hal yang menyenangkan adalah banyak karya yang diizinkan untuk difoto asalkan tidak menggunakan flash. Namun, keramaian yang signifikan diperkirakan terjadi pada akhir pekan selama pameran khusus. Selain itu, toko museum sangat populer, dengan pembatasan masuk dan antrean panjang. Waktu masuk terakhir diatur lebih awal, jadi jika Anda ingin membeli suvenir sambil menikmati sisa-sisa apresiasi, sebaiknya hindari waktu mendekati sore hari dan datanglah dengan waktu yang cukup.

Kolam Shinobazu

No Image Available

📍 Alamat: 5-20 Uenokoen, Taito City, Tokyo 110-0007, Jepang

Terletak di sisi barat daya setelah menuruni bukit Ueno, ‘Kolam Shinobazu’ adalah badan air yang menenangkan, tempat udara damai mengalir seolah terputus dari hiruk pikuk kota. Dahulu kala, tempat ini adalah bagian dari teluk Tokyo Bay, yang kemudian dikembangkan oleh biksu Tenkai, pendiri Kuil Kaneiji pada periode Edo, untuk menyerupai Danau Biwa. Di tengah kolam, dibangun ‘Pulau Benten’ yang meniru Pulau Chikubushima, dan kini Kuil Benten Shinobazu yang indah berbentuk oktagonal masih berdiri megah.

Kolam yang luas ini terbagi menjadi tiga bagian: ‘Kolam Teratai’, ‘Kolam Perahu’, dan ‘Kolam Kormoran’. Kolam Teratai, yang telah dikenal sebagai tempat terkenal sejak periode Edo, di musim panas akan dipenuhi dengan daun teratai besar setinggi manusia dan bunga merah muda yang anggun, menciptakan pemandangan fantastis layaknya surga. Di Kolam Perahu, tersedia penyewaan perahu dayung dan perahu angsa, yang sangat populer di kalangan wisatawan dan pasangan.

Sekeliling kolam terdapat jalan setapak yang sangat cocok untuk berjalan-jalan santai sambil mengamati burung-burung air. Banyak penduduk lokal yang duduk di bangku sambil makan bekal atau berlari, menciptakan suasana lokal yang menyenangkan di mana ‘kehidupan sehari-hari Tokyo’ dan ‘destinasi wisata bersejarah’ bercampur dengan harmonis. Berjalan di jalur menuju Bentendo di udara pagi yang jernih adalah cara sempurna untuk menyegarkan diri selama perjalanan Anda.

Jalan Perbelanjaan Ameyoko

No Image Available

📍 Alamat: 6-10-7 Ueno, Taito City, Tokyo 110-0005, Jepang

‘Ameyoko Shopping Street’, dengan sekitar 500 toko yang berjejer di sepanjang jalur layang dari Stasiun Ueno hingga Stasiun Okachimachi, adalah tempat yang sangat ‘deep’ dan dapat disebut sebagai sorotan wisata Tokyo. Tempat ini berawal dari pasar gelap yang terbentuk di area yang hancur setelah Perang Dunia II. Karena banyaknya toko yang menjual ‘ame’ (permen) yang saat itu langka, dan juga toko-toko yang menjual barang-barang surplus militer Amerika, tempat ini disebut ‘Ameya Yokocho’ atau ‘Amerika Yokocho’, yang kemudian menjadi Ameyoko seperti sekarang.

Ameyoko modern dipenuhi dengan energi multinasional dan kacau, seolah-olah Anda tersesat di pasar malam Asia Tenggara. Di tengah hiruk pikuk teriakan penjual yang menawarkan makanan laut dengan harga murah, berjejer berbagai jajanan kaki lima dari seluruh dunia seperti buah potong segar, kebab melimpah, dan Xiao Long Bao panggang yang panas. Ada juga pemandangan ‘deep’ yang membuat Anda tanpa sadar melihat dua kali, seperti mesin penjual otomatis makanan serangga.

Untuk menikmati Ameyoko sepenuhnya, Anda wajib mengenakan pakaian yang nyaman, sepatu kets, dan tas selempang agar tangan Anda bebas. Terutama pada akhir pekan dan hari libur, tempat ini akan sangat ramai hingga sulit untuk berjalan lurus. Sebagian besar toko buka dan mulai ramai sekitar pukul 11 pagi, jadi waktu terbaik untuk memulai wisata kuliner adalah sebelum makan siang. Berbelanja sambil berkomunikasi dengan penjual di toko ikan atau pakaian dengan bahasa Jepang seadanya atau gestur juga merupakan pengalaman unik Ameyoko.

Tips untuk Menikmati Wisata Ueno 120%

Area Ueno adalah destinasi wisata langka yang memungkinkan Anda merasakan dua sisi yang sama sekali berbeda dalam sehari: gugusan fasilitas alam dan budaya di taman, serta jalan perbelanjaan yang ramai seperti Ameyoko. Namun, karena terlalu banyak tempat menarik, jika Anda berkunjung tanpa rencana, Anda bisa ‘lelah berjalan dan akhirnya tidak menikmati apa-apa…’.

Rute klasik yang direkomendasikan adalah memulai dengan berjalan-jalan di ‘Taman Ueno Onshi’ sekitar pukul 9 pagi saat masih sepi, lalu masuk ke ‘Kebun Binatang Ueno Onshi’ atau ‘National Museum of Western Art’ tepat saat buka. Setelah memuaskan rasa ingin tahu Anda dengan budaya dan pengamatan hewan, lanjutkan ke selatan melewati ‘Kolam Shinobazu’ menuju ‘Ameyoko Shopping Street’ saat waktu makan siang. Suasana yang berubah secara bertahap dari ruang yang tenang dan intelektual ke daerah kota yang ramai dan hidup adalah daya tarik terbesar wisata Ueno.

タイトルとURLをコピーしました