5 Destinasi Wisata Wajib di Prefektur Hyogo! Jelajahi Warisan Dunia Ikonik hingga Keindahan Alam Tersembunyi yang Memukau

5 Destinasi Wisata Wajib di Prefektur Hyogo! Jelajahi Warisan Dunia Ikonik hingga Keindahan Alam Tersembunyi yang Memukau Wisata & Hiburan
Wisata & Hiburan

Saat berbicara tentang destinasi wisata di Prefektur Hyogo, apa yang terlintas di benak Anda? Ada banyak tempat klasik seperti kota pelabuhan Kobe yang modern dan bangunan bersejarah yang terdaftar sebagai Warisan Dunia. Namun, daya tarik sejati Hyogo terletak pada bagaimana ‘ikonik’ dan ‘tersembunyi’ berdampingan dengan rentang yang luar biasa.

Kali ini, kami telah memilih dengan cermat tempat-tempat rekomendasi di Prefektur Hyogo yang akan memuaskan rasa ingin tahu setiap pelancong, mulai dari wisatawan jangka pendek hingga mereka yang ingin menjelajahi lebih dalam. Kami akan menyelami lebih dalam dari sudut pandang nyata, tidak hanya penjelasan sejarah seperti di buku pelajaran, tetapi juga suasana yang hanya bisa dirasakan di lokasi, jebakan yang sering dialami wisatawan, dan tips terbaik untuk menghabiskan waktu paling berkualitas.

Kastil Himeji

No Image Available

📍 Alamat: 68 Honmachi, Himeji, Prefektur Hyogo 670-0012, Jepang

‘Kastil Himeji’ terdaftar sebagai Situs Warisan Budaya Dunia pertama di Jepang dan juga ditetapkan sebagai Harta Nasional. Seperti namanya, ‘Kastil Bangau Putih’ (Shirasagi-jo), dinding kastil yang dilapisi plester putih total sangat indah hingga membuat napas tertahan dengan latar belakang langit biru. Dari jauh, memberikan kesan elegan dan anggun, namun begitu Anda melangkah ke dalam kompleksnya, kesan itu akan berubah menjadi ‘benteng militer yang luar biasa perkasa’.

Inti kehebatan Kastil Himeji terletak pada tata letak dan fungsi pertahanannya yang rumit dan misterius menuju menara utama. Saat Anda melangkah melalui lorong-lorong berliku seperti labirin, Anda akan menemukan sekitar 1.000 ‘Hazama’ (celah tembak) yang terbuka di mana-mana, dan ‘Ishi-otoshi’ (lubang menjatuhkan batu) untuk menjatuhkan batu atau air panas dari atas. Jika Anda berjalan seolah-olah Anda adalah prajurit musuh yang menyerang, Anda akan merasakan betapa ‘tak tertembusnya’ kastil ini, yang dirancang untuk pertempuran sesungguhnya.

Kompleksnya sangat luas, dengan banyak tanjakan curam dan undakan, jadi pastikan Anda mengenakan sepatu kets yang nyaman untuk berjalan. Anda perlu meluangkan waktu yang cukup untuk menjelajahi menara utama dengan seksama, tetapi jangan kecewa jika Anda berkunjung menjelang sore. Pemandangan romantis saat matahari terbenam menyinari dinding kastil putih adalah keindahan yang unik di waktu tersebut. Jika lelah berjalan, disarankan juga untuk bersantai di rumput ‘Sannomaru Hiroba’ yang luas, menikmati keindahan arsitektur atap berlapis-lapis.

Taman Taiyo

No Image Available

📍 Alamat: 1342-6 Uchinokoshi, Himeji, Prefektur Hyogo 671-2246, Jepang

Sedikit lebih jauh dari Kastil Himeji, di tengah pegunungan, tiba-tiba muncul kastil kuno Eropa Abad Pertengahan yang megah. Itulah Kastil Hakucho, simbol ‘Taman Taiyo’. Banyak wisatawan terkejut dan bertanya, ‘Mengapa ada Kastil Neuschwanstein Jerman di pelosok pegunungan Himeji?’ Namun, di balik itu tersimpan kisah yang mendalam dan mengharukan.

Fasilitas ini didirikan oleh Kenzo Kadoguchi, yang mengelola sebuah yayasan kesejahteraan sosial, dengan keinginan tulus untuk ‘membiarkan penyandang disabilitas yang kesulitan bepergian ke luar negeri merasakan berbagai tempat terkenal di dunia’. Pada saat yang sama, tempat ini juga berfungsi sebagai lokasi kerja bagi penyandang disabilitas dan non-disabilitas. Kastil Hakucho, dibangun dengan investasi sekitar 4 miliar yen, bukanlah sekadar miniatur, melainkan memiliki skala yang mendekati ukuran sebenarnya. Di dalam kastil, terdapat seni ilusi, seni 3D, dan pameran lukisan dunia, menciptakan ruang hiburan yang menakjubkan.

Yang lebih mengejutkan lagi adalah biaya masuk yang sangat terjangkau, yaitu 1.500 yen untuk dewasa. Di lantai teratas Kastil Hakucho, Anda dapat menikmati set minuman dan camilan (terkadang dilengkapi dengan cokelat premium!) seharga 500 yen, menjadikan penetapan harga yang wajar ini daya tarik tersendiri, tidak seperti taman hiburan lainnya. Jika Anda mengunjunginya dengan kesiapan untuk menerima sentuhan buatan tangan dan toleransi terhadap ‘tempat kelas B’ yang berbeda dari taman hiburan modern yang canggih, Anda pasti akan terpukau oleh keharuan tak terduga dan semangat yang luar biasa.

Tembok Besar Tiongkok

No Image Available

📍 Alamat: Uchinokoshi, Himeji, Prefektur Hyogo 671-2246, Jepang

Taman Taiyo terbagi menjadi ‘Area Kastil’ dan ‘Area Batu’, dan yang menanti di ujung Area Batu adalah replika ‘Tembok Besar Tiongkok’ sepanjang 2 kilometer. Pemandangan tembok bergaya Tiongkok yang membentang tak berujung di tengah hutan pegunungan Jepang adalah puncak dari surealisme.

Sepanjang jalan, lebih dari 100 patung prajurit terakota (Heibayou) berjejer, masing-masing dengan ekspresi dan perlengkapan yang berbeda, memancarkan suasana yang unik. Anda mungkin akan menyesal jika melangkah masuk dengan santai. Medan yang bergelombang dan beberapa bagian jalan yang kasar serta tidak rata memerlukan lebih dari sekadar kekuatan fisik dan tekad untuk mencapai puncak, setara dengan pendakian singkat.

Banyak orang yang berbalik di tengah jalan karena medannya yang sulit, tetapi akan menjadi pengalaman menarik jika Anda sengaja mengikat tali sepatu kets Anda lebih erat dan menaklukkan tembok besar yang kacau ini. Lokasinya yang sedikit tertutup rumput dan memberikan kesan reruntuhan memiliki daya tarik yang membangkitkan semangat petualangan. Karena minimnya mesin penjual otomatis di sepanjang jalan, jangan lupa membawa persiapan air minum.

Reruntuhan Kastil Takeda

No Image Available

📍 Alamat: 169 Kojo-zan, Takeda, Wadayama-cho, Asago, Prefektur Hyogo 669-5252, Jepang

‘Reruntuhan Kastil Takeda’ terletak di puncak Gunung Kojo-zan dengan ketinggian 353,7m. Meskipun bangunan seperti menara utama sudah tidak ada, dinding batu besar bergaya ‘Nozura-zumi’ (susunan batu alami) yang terbuat dari batu-batu alam yang disusun dengan terampil masih utuh seperti aslinya, dan penampilannya yang megah dipuji sebagai ‘Machu Picchu Jepang’.

Yang membuat tempat ini menjadi ‘Kastil di Langit’ adalah lautan awan misterius yang terlihat di musim gugur. Musim terbaik adalah akhir September hingga akhir November (terutama November dengan perbedaan suhu yang drastis). Pemandangan reruntuhan kastil yang tampak mengambang di lautan awan akan muncul dari fajar hingga sekitar pukul 8 pagi pada hari-hari dengan kondisi yang tepat, seperti hari sebelumnya cerah dan tidak ada angin kencang di pagi hari. Namun, perlu diperhatikan bahwa jika Anda ingin mengambil foto seluruh pemandangan reruntuhan kastil yang mengambang di lautan awan, Anda harus mendaki ke dek observasi Gunung ‘Ritsunkyo’ yang terletak di seberang Sungai Maruyama, bukan dari Reruntuhan Kastil Takeda itu sendiri.

Jika Anda berjalan di dalam reruntuhan kastil, pemandangan dari Nansenjyo dan Tenjudai sangat menakjubkan. Momen saat Anda memandang kota Asago dan jajaran pegunungan di bawah, dengan pandangan yang sama seperti para jenderal zaman dulu, benar-benar adalah waktu bersantai yang tiada tara. Mengenai akses, Anda perlu berjalan cukup jauh dari tempat parkir umum dengan bus khusus atau berjalan kaki. Karena tidak ada toilet atau mesin penjual otomatis di dalam reruntuhan kastil, pastikan Anda mempersiapkan segala kebutuhan di dekat loket tiket. Di pagi hari musim dingin, udara bisa sangat dingin, sehingga pakaian anti-dingin yang lengkap, senter, dan sepatu trekking adalah perlengkapan wajib.

Air Terjun Tsutsumigataki

No Image Available

📍 Alamat: 1230 Arima-cho, Kita-ku, Kobe, Prefektur Hyogo 651-1401, Jepang

Arima Onsen, salah satu dari tiga onsen kuno terkenal di Jepang. Keluar sedikit dari jalan utama kota onsen yang ramai, berjalan kaki sekitar 10 menit menyusuri jalan pegunungan. Di sana akan muncul ‘Tsutsumigataki’, air terjun setinggi 8 meter yang indah. Dahulu, air terjun ini bertingkat, dan dinamai demikian karena suara air yang menabrak batu terdengar seperti ‘pong, pong’, mirip suara genderang yang dipukul.

Ada jebakan di mana navigasi Google Maps terkadang mengarahkan Anda ke arah stasiun kereta gantung, sehingga mudah tersesat. Rute yang benar adalah menuju ‘Taman Tsutsumigataki’ dan berjalan menyusuri jalan setapak di tepi sungai yang jernih. Taman ini terawat dengan indah, dan dengan ekspresi musiman seperti bunga sakura di musim semi, dedaunan hijau segar dan kunang-kunang di awal musim panas, serta dedaunan musim gugur, tempat ini akan menyembuhkan pengunjung sepanjang tahun.

Jika Anda ingin menjauh dari keramaian khas tempat wisata, berjalan-jalan di pagi hari sangat disarankan. Anda dapat menikmati udara sejuk, segar, dan ion negatif di seluruh tubuh Anda sendirian. Selain itu, tepat di samping air terjun, terdapat ‘Taki-mi Chaya’ yang menawan, tempat Anda dapat menikmati oden hangat, zenzai, atau bir dengan suara air terjun sebagai latar belakang. Ini adalah lokasi yang sempurna sebagai tujuan jalan-jalan setelah berendam di Arima Onsen.

タイトルとURLをコピーしました