Wat Phra Mahathat
📍 Alamat: Soi Chikun, Tambon Pratuchai, Amphoe Phra Nakhon Si Ayutthaya, Chang Wat Phra Nakhon Si Ayutthaya 13000 Thailand
Terletak di jantung kota tua Ayutthaya, kuil bersejarah ini merupakan langkah pertama yang sempurna untuk wisata Ayutthaya. Dibangun pada abad ke-14 selama era kerajaan, kuil ini dulunya merupakan pusat keagamaan dengan stupa emas yang menjulang tinggi. Namun, kuil ini hancur total akibat invasi tentara Burma, dan yang tersisa sekarang hanyalah reruntuhan bata merah yang rusak serta patung Buddha tanpa kepala yang tak terhitung jumlahnya.
Daya tarik terbesar di sini adalah ‘Kepala Buddha’ yang secara ajaib terbungkus dalam akar pohon Bodhi yang tebal. Penampilannya, di mana alam dan sejarah menyatu selama berabad-abad, sangat misterius hingga membuat Anda tak bisa berkata-kata. Saat Anda menatap wajah Buddha yang hening, kisah kemegahan kerajaan dan ketidakkekalan segala sesuatu akan terasa meresap ke dalam kulit Anda.
[Poin dan Perhatian Wisata]
Saat berfoto bersama Kepala Buddha, ada etika ketat bahwa ‘kepala Anda tidak boleh lebih tinggi dari Buddha’. Pastikan untuk berlutut di tanah dan berjongkok saat mengambil foto. Selain itu, di dalam situs bersejarah, hampir tidak ada yang menghalangi sinar matahari. Karena cuaca sangat panas di siang hari, penting untuk berkunjung pada pagi hari atau menyiapkan topi, kacamata hitam, dan sering-sering minum air.
Wat Phra Si Sanphet
📍 Alamat: Pratu Chai Sub-district, Phra Nakhon Si Ayutthaya District, Phra Nakhon Si Ayutthaya 13000 Thailand
Dibangun di dalam kompleks Istana Raja Ayutthaya, ini adalah ‘kuil khusus kerajaan’ yang melambangkan status dan otoritas kerajaan. Berbeda dengan kuil-kuil umum, tidak ada biksu yang tinggal permanen di sini, dan kuil ini hanya digunakan untuk upacara keagamaan kerajaan.
Fitur terbesar adalah tiga stupa besar (chedi) yang berbaris rapi menuju langit. Ini berisi abu tulang raja-raja Ayutthaya yang berturut-turut. Struktur simetris yang indah bergaya Sri Lanka memiliki kekuatan yang cukup untuk membayangkan kemegahan masa lalu.
[Poin Wisata]
Biaya masuk adalah 80 Baht. Karena situsnya sangat luas, disarankan untuk meluangkan waktu berjalan-jalan dan meresapi romansa sejarah. Layanan peminjaman payung gratis sering tersedia di dekat pintu masuk, jadi manfaatkanlah untuk mengatasi panas. Selain itu, ‘Jus Kelapa Sawit (sekitar 20 Baht)’ yang dijual di warung-warung di sekitar jalan menuju kuil sangat populer di kalangan wisatawan karena rasanya yang sederhana dan lezat. Sangat disarankan untuk mencobanya jika Anda menemukannya, karena akan menyegarkan tubuh yang kepanasan setelah berjalan-jalan.
Istana Gajah Ayutthaya
📍 Alamat: ประตูชัย Thanon Pa Thon, Tambon Pratuchai, Amphoe Phra Nakhon Si Ayutthaya, Chang Wat Phra Nakhon Si Ayutthaya 13000 Thailand
Salah satu daya tarik wisata Ayutthaya adalah Elephant Ride, yaitu berjalan-jalan di antara situs-situs warisan dunia di atas punggung gajah. ‘Istana Gajah Ayutthaya’ mewujudkan impian itu. Pemandangan Ayutthaya yang dilihat dari punggung gajah yang besar dan lembut memiliki skala yang megah, sama sekali berbeda dengan berjalan kaki di darat.
Selama perjalanan, ada juga waktu di mana pawang gajah akan mengambil foto kenangan dengan latar belakang reruntuhan (jika Anda memberikan tip dengan lembut ke belalai gajah, gajah akan menerimanya dengan cekatan). Selain menunggangi, Anda juga bisa menikmati interaksi jarak dekat seperti memberi makan pisang atau makanan lain langsung dengan tangan, atau berfoto dengan anak gajah (sekitar 50 Baht tambahan).
[Poin dan Perhatian Wisata (Sangat Penting)]
Sebagai salah satu jebakan yang sering dialami wisatawan, sering terjadi kasus di mana ‘jika Anda naik tuk-tuk di depan stasiun dan mengatakan ‘ingin naik gajah’, Anda akan dibawa ke fasilitas lain yang tidak etis yang meminta tip berlebihan atau biaya yang tidak wajar’. Jika Anda ingin menikmati interaksi murni dengan gajah tanpa pengalaman buruk, aturannya adalah tidak mengikuti rayuan dari calo di depan stasiun, melainkan menggunakan aplikasi pemesanan taksi ‘Grab’ untuk menunjuk langsung fasilitas ini (Istana Gajah Ayutthaya).
Ayothaya Floating Market
📍 Alamat: 65/19 Tambon Phai Ling, Amphoe Phra Nakhon Si Ayutthaya, Chang Wat Phra Nakhon Si Ayutthaya 13000 Thailand
Terletak sedikit jauh dari pusat Ayutthaya, ini adalah pasar bertema yang mereplikasi kehidupan air tradisional Thailand. Dengan membayar tiket masuk untuk orang asing (200 Baht), Anda akan mendapatkan pesiar perahu dayung mengelilingi pasar, memungkinkan Anda menikmati deretan bangunan kayu yang indah dari permukaan air.
Setelah turun dari perahu, nikmati belanja makanan lokal dan kerajinan tangan sambil berjalan di jalur papan kayu di tepi air yang terbentang seperti labirin.
[Poin Wisata]
Daripada pasar terapung bersejarah yang nyata, lebih tepat menikmatinya sebagai ‘fasilitas hiburan yang disiapkan untuk pariwisata’. Pada akhir pekan, tempat ini ramai dengan kunjungan penduduk lokal. Anda bisa memberi makan ikan lele raksasa yang berenang di saluran air dengan 10 Baht, menikmati jajanan sambil menyeruput jus semangka dingin (sekitar 50 Baht), atau jika lelah berjalan, langsung mencoba pijat murah seharga 100 Baht selama 30 menit, sehingga Anda dapat menikmati suasana lokal sepenuhnya dengan harga terjangkau.
Wat Chaiwatthanaram
📍 Alamat: 31 8GVR+8PW 1 ตำบล บ้านป้อม Tambon Ban Pom, Amphoe Phra Nakhon Si Ayutthaya, Chang Wat Phra Nakhon Si Ayutthaya 13000 Thailand
Terletak di tepi Sungai Chao Phraya, ini adalah situs kuil Buddha yang disebut-sebut sebagai yang terindah di Ayutthaya. Kuil ini, dibangun pada abad ke-17 oleh Raja Prasat Thong untuk ibunya, memiliki arsitektur megah bergaya Khmer yang mengingatkan pada Angkor Wat. Baru-baru ini, kuil ini menjadi lokasi syuting drama sejarah yang sangat populer di Thailand, memicu tren besar di kalangan pemuda Thailand.
Saat ini, cara paling populer untuk menikmati tempat ini adalah dengan berfoto mengenakan ‘pakaian tradisional Thailand’ yang disewa. Di sekitar situs reruntuhan, terdapat banyak toko penyewaan kostum yang menawarkan penyewaan pakaian tradisional mewah beserta tata rias dan gaya rambut dengan biaya sekitar 300 Baht. Anda bisa menghasilkan banyak foto yang indah, serasa kembali ke masa lalu.
[Poin Wisata]
Kuil ini juga terkenal sebagai ‘tempat matahari terbenam’ terbaik di Ayutthaya. Saat senja tiba, siluet stupa akan muncul dengan latar belakang langit yang berwarna keemasan, menciptakan pemandangan romantis yang menakjubkan. Jika Anda ingin mengenakan pakaian tradisional Thailand dan menunggu matahari terbenam, waktu terbaik untuk berkunjung adalah setelah pukul 17.00 sore. Biaya masuk adalah 80 Baht.
[Wajib Baca untuk Wisatawan] Tips Anti Gagal untuk Menikmati Wisata Ayutthaya 120%
Kompleks reruntuhan Ayutthaya sangat luas, dan panasnya di siang hari luar biasa. Kami telah mengumpulkan informasi nyata untuk Anda berwisata dengan nyaman dan tanpa masalah.
1. Transportasi yang Tepat: ‘Grab’ atau ‘Sewa Mobil’
Di sekitar stasiun Ayutthaya, banyak supir tuk-tuk yang mengincar wisatawan, dan beberapa di antaranya menuntut biaya di atas harga pasar atau membawa Anda ke toko suvenir lain atau tempat naik gajah yang menipu tanpa persetujuan Anda. Untuk menghindari kerepotan negosiasi dan masalah, cara paling bebas stres adalah dengan memanfaatkan sepenuhnya aplikasi pemesanan taksi ‘Grab’ atau menyewa taksi seharian dari Bangkok (termasuk antar-jemput ke Bangkok, bensin, dan tip, sekitar 4.000 Yen per orang —menjadi lebih murah jika dibagi dengan jumlah orang).
2. Hidrasi dan Perlindungan dari Panas adalah Kunci
Hampir tidak ada tempat teduh di dalam situs reruntuhan. Sinar matahari langsung menyengat lebih dari musim panas di Jepang, oleh karena itu, topi dan kacamata hitam, serta sering-sering minum air, adalah suatu keharusan. Beberapa situs juga menyediakan payung gratis di pintu masuk, jadi jangan ragu untuk meminjamnya.
3. Jangan Lupakan Rasa Hormat terhadap Tempat Suci
Meskipun berupa reruntuhan, kuil-kuil di Ayutthaya masih menjadi objek pemujaan bagi masyarakat Thailand. Hindari pakaian yang terlalu terbuka (seperti kamisol atau celana pendek yang terlalu pendek), dan berusahalah untuk tidak bersandar pada patung Buddha atau menunjukkan sikap tidak hormat.
