Cotswolds, tempat terhamparnya pedesaan terindah di Inggris. Wilayah ini, dengan rumah-rumah batu berwarna madu yang berjajar, dulunya makmur berkat industri wol abad pertengahan, terus memikat wisatawan dari seluruh dunia seolah-olah tersesat ke dalam dunia buku cerita.
Namun, bagi mereka yang tinggal jangka menengah hingga panjang atau memiliki batasan diet (seperti vegan atau halal), pertanyaan yang mungkin muncul adalah, ‘Bisakah saya menikmati makanan nabati yang memuaskan di pedesaan Inggris?’ Jawabannya, Cotswolds adalah area yang sangat ramah vegan. Dalam artikel ini, kami akan memperkenalkan pesona sejati kuliner vegan yang memuaskan jiwa dan raga sambil menikmati pemandangan indah Cotswolds, serta tips cerdas untuk menjelajahinya.
Cotswolds AONB
📍 Alamat: Inggris
Cotswolds AONB (Area of Outstanding Natural Beauty) adalah salah satu kawasan lindung alam terbesar di Inggris. Pemandangan yang terjalin antara padang rumput hijau, gemericik lembut Sungai Windrush, dan rumah-rumah tradisional yang dibangun dengan batu kapur yang disebut ‘Cotswold Stone’ sangat indah hingga membuat siapa pun terkesima. Desa-desa kecil yang tersebar seperti Bourton-on-the-Water dan Chipping Campden masing-masing memiliki karakter yang berbeda, dan pemandangan mobil antik yang sesekali melintas dengan santai seolah membawa kita kembali ke nuansa Inggris kuno.
Di sisi lain, karena banyaknya wisatawan dari seluruh dunia, pusat kota dan tempat-tempat terkenal bisa sangat ramai selama musim ramai. Jika Anda berharap akan menemukan ‘pedesaan yang tenang’, Anda mungkin akan sedikit terkejut dengan keramaiannya. Oleh karena itu, jika Anda ingin mengabadikan pemandangan desa yang damai, waktu terbaik adalah pagi atau sore hari. Pada saat itu, cahaya lembut akan membuat dinding berwarna madu tampak lebih hangat, menyuguhkan pemandangan indah yang akan menjadi kenangan seumur hidup.
Mengenai transportasi antar desa, jumlah layanan transportasi umum (bus dan kereta api) terbatas, sehingga sulit untuk berkeliling secara efisien. Oleh karena itu, bagi mereka yang tinggal jangka menengah hingga panjang atau pelajar yang ingin menjelajahi desa-desa terpencil sesuai dengan kecepatan mereka sendiri, sangat disarankan untuk menyewa mobil. Sementara itu, bagi wisatawan jangka pendek atau mereka yang tidak yakin dengan kemampuan mengemudi, bergabung dengan tur bus kelompok kecil yang berangkat dari London atau kota-kota terdekat adalah pilihan yang paling pasti dan bebas stres. Perlu diingat, karena dikelilingi oleh alam, serbuk sari cenderung sangat banyak bertebaran dari musim semi hingga musim panas. Bagi penderita alergi serbuk sari, jangan lupa untuk mengambil tindakan pencegahan sebelumnya.
Pasar Vegan Favorit Penduduk Lokal dan Semangat Komunitas Setempat
Inggris adalah negara dengan budaya vegan yang telah menyebar secara global, dan ini tidak hanya terbatas pada kota-kota besar seperti London. Di kota-kota sekitar Cotswolds, gerakan makanan nabati yang memanfaatkan bahan-bahan lokal juga sedang hangat. Simbol dari hal ini adalah ‘Cirencester Vegan Market’ yang rutin diadakan di Cirencester, pintu gerbang selatan Cotswolds.
Di pasar ini, berjejer berbagai macam toko, mulai dari makanan jalanan vegan yang menggunakan sayuran lokal, kue-kue vegan buatan tangan tanpa telur atau produk susu sama sekali, hingga pakaian etis dan kosmetik bebas kekejaman. Lebih dari sekadar untuk turis, tempat ini ramai dikunjungi oleh penduduk lokal dan pelajar dari daerah sekitar, sehingga Anda bisa merasakan langsung suasana ‘kekinian’ Cotswolds dan kehangatan komunitas lokal. Menyesuaikan jadwal perjalanan Anda dengan hari pasar, menikmati makanan vegan lokal sambil berjalan-jalan, dan berbincang langsung dengan para pembuatnya adalah cara mewah menghabiskan liburan yang hanya bisa dinikmati oleh mereka yang tinggal jangka menengah hingga panjang.
Menikmati Menu Vegan di Pub & Kafe Tradisional Inggris
Salah satu daya tarik wisata Cotswolds adalah menikmati makanan di pub-pub tua yang telah berusia ratusan tahun atau di kedai teh lucu di tepi sungai. Anda mungkin memiliki gambaran bahwa ‘masakan tradisional Inggris = banyak daging dan produk susu’, namun di Inggris saat ini, bahkan pub kecil di pedesaan pun standar mencantumkan tanda ‘Ve (Vegan)’ di menu mereka.
Tips saat memesan adalah memperhatikan bahwa menu vegan tidak disisihkan di sudut menu, melainkan dengan bangga menjadi hidangan utama. Misalnya, disajikan hidangan berukuran besar yang tidak berkompromi sedikit pun dengan rasa, seperti burger pub otentik dengan patty berbahan dasar tumbuhan, atau shepherd’s pie versi vegan yang dimasak perlahan dengan kacang polong dan lentil. Restoran populer akan penuh dengan pelanggan lokal dan turis saat jam makan siang (sekitar 12:30 hingga 14:00), jadi lebih cerdas untuk menggeser waktu dan makan siang lebih lambat setelah jam 14:00, atau melakukan reservasi meja terlebih dahulu.
Afternoon Tea Impian Berbasis Nabati
Jika Anda datang ke Inggris, afternoon tea adalah sesuatu yang wajib dicoba. Scone yang kaya mentega dan clotted cream adalah hidangan klasik, tetapi banyak hotel mewah dan kedai teh terkenal di Cotswolds akan menyediakan afternoon tea yang sepenuhnya vegan jika diminta terlebih dahulu.
Dengan olesan krim nabati yang terbuat dari susu kedelai atau oat, kue-kue yang lembut, dan sandwich yang menggunakan sayuran lokal segar, kualitasnya tidak kalah dengan afternoon tea biasa. Namun, persiapan untuk pilihan vegan membutuhkan waktu dan persiapan khusus, sehingga pesanan mendadak di hari yang sama kemungkinan besar akan ditolak. Pastikan untuk menyatakan keinginan Anda untuk ‘Vegan Afternoon Tea’ saat membuat reservasi (sebaiknya setidaknya tiga hari sebelumnya). Momen menikmati budaya tradisional dengan gaya makan yang sesuai untuk Anda, sambil memandangi taman indah Cotswolds, pasti akan menjadi pengalaman yang memuaskan dan membahagiakan.
